• April 20, 2026
7 perenang Rusia yang terlibat kasus narkoba batal ikut Olimpiade Rio

7 perenang Rusia yang terlibat kasus narkoba batal ikut Olimpiade Rio

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Yuliya Efimova menjadi salah satu atlet yang batal tampil di Olimpiade Rio 2016

JAKARTA, Indonesia – Tujuh perenang Rusia tidak memenuhi syarat untuk tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Brasil, badan renang dunia (FINA) mengumumkan pada Senin 25 Juli.

Reuters melaporkan, juara dunia gaya dada empat kali Yuliya Efimova termasuk di antara atlet yang batal tampil di Olimpiade tahun ini.

Efimova, bersama Mikhail Dovgalyuk, Natalia Lovcoba dan perenang maraton Anastasia Krapivina, dikeluarkan oleh Komite Olimpiade Rusia.

Sementara Nikita Lobintsev, Vladimir Morozov, dan Daria Ustinova tidak diperbolehkan tampil di Rio de Janeiro karena namanya disebutkan dalam laporan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) tidak melarang seluruh atlet Rusia mengikuti Olimpiade pada Minggu, 24 Juli, karena skandal narkoba di negara tersebut.

(BACA: IOC: Tak semua atlet Rusia dilarang tampil di Olimpiade Rio)

Namun, IOC memberikan wewenang kepada setiap federasi olahraga untuk memutuskan partisipasi Rusia.

Meski demikian, IOC menyatakan para atlet yang pernah mendapat sanksi sebelumnya terkait kasus doping tetap tidak diperbolehkan berlaga di Olimpiade Rio yang akan dibuka pada 5 Agustus mendatang.

“FINA mendukung sikap IOC untuk menghormati atlet Rusia yang bersih dari doping agar bisa mengikuti Olimpiade,” kata FINA dalam pernyataannya.

Efimova, yang saat ini berlatih di Universitas Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, didiskualifikasi oleh FINA dari Oktober 2013 hingga Februari 2015 setelah dinyatakan positif menggunakan zat terlarang DHEA.

Peraih medali perunggu 200m gaya dada putri Olimpiade 2012 itu meraih emas di nomor 100m gaya dada pada kejuaraan renang dunia di Kazan, Rusia Agustus lalu, setelah menjalani skorsing tahun lalu.

Perenang berusia 24 tahun itu terbukti menggunakan Meldonium pada tahun 2016, namun FINA mencabut hukumannya pada awal Juli dan menyatakan dia bebas bertanding.

Agen Efimova, Andrew Mitkov, mengatakan kepada pers sebelum pernyataan FINA bahwa perenang tersebut akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga jika dia dikeluarkan dari Olimpiade. —Rappler.com

Togel Sydney