• April 16, 2026
Polri masih mencari pelaku penembakan anggota Brimob di Papua

Polri masih mencari pelaku penembakan anggota Brimob di Papua

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Rentetan penyerangan tersebut melukai sejumlah anggota Brimob

BANDUNG, Indonesia — Anggota Brimob Detasemen B Timika Brigadir Berry Pramana Putra tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu, 22 Oktober 2017. Aksi penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIT di kawasan Jembatan Utikini Tembagapura. . Saat itu, korban sedang menjalankan tugas pengamanan di jalur Freeport.

Penyerangan kembali terjadi saat pasukan Brimob sedang mengevakuasi korban sekitar pukul 06.00 WIT, Senin 23 Oktober 2017. Mereka ditembaki dari dua bukit oleh KKB sehingga mengakibatkan tertembaknya 4 anggota Brimob.

Mereka adalah Ipda Giay luka tembak di tangan kiri, Bripda Vandaar luka tembak di kaki kiri, Bripda Mario luka tembak di telapak tangan kiri, dan Aipda Mustari luka tembak di paha kiri. Mereka kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, penyerangan bersenjata juga mengakibatkan dua anggota Brimob Divisi B Timika, yakni Brigadir Mufadol dan Bhayangkara Dua, Alwin, di kawasan Gunung Sangket Tembagapura, Mimika pada Sabtu malam, 21 Oktober 2017.

Aksi penyerangan senjata tersebut terjadi selama dua hari berturut-turut, namun polisi mengaku masih belum mengetahui pasti siapa pelaku di balik rangkaian penembakan tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, kami belum bisa menebaknya. “Kalau sudah jelas, baru kami sampaikan apakah mereka dari kelompok mana, apakah dari kelompok sebelumnya,” kata Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto kepada wartawan di Bandung. Senin 23 Oktober 2017.

Sejauh ini polisi belum berhasil menangkap pelakunya. Namun, Rikwanto mengatakan polisi mencari pelaku dengan memantau dan menelusuri jalur di sekitar lokasi penembakan. Pihaknya juga menganalisis pola pergerakan penyerangan para pelaku yang menggunakan metode tabrak lari.

“Pergerakan musuh ini bisa kita pelajari agar tidak terjadi lagi,” kata Rikwanto.

Pasca penyerangan tersebut, menurut Rikwanto, situasi keamanan di lokasi kembali kondusif. Keamanan diperketat dengan menambah jumlah personel Brimob.

Terkait peristiwa penyerangan tersebut, Rikwanto mengaku khawatir, namun ia menegaskan hal tersebut merupakan tugas yang diemban anggota Polri di daerah. Tugas personel Brimob semakin sulit seiring dengan penggunaan senjata api yang mematikan oleh kelompok separatis.

“Kami prihatin, tapi ini adalah panggilan tugas. “Kondisi di lapangan sangat parah karena para pelaku yang kami sebut kelompok kriminal bersenjata menggunakan senjata mematikan,” ujarnya. —Rappler.com

slot gacor hari ini