• April 24, 2026
Petualangan mencari jati diri dan menghentikan kiamat di ‘Thor: Ragnarok’

Petualangan mencari jati diri dan menghentikan kiamat di ‘Thor: Ragnarok’

Film garapan Taika Waititi ini akan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 25 Oktober mendatang

JAKARTA, Indonesia —Setelah pertama kali terkenal lewat film Thor (2011) dan yang lebih baru Thor: Dunia Gelap (2013), petualangan Dewa Petir terus berlanjut. Kini Thor harus menghadapi sederet masalah baru, mulai dari lokasi, musuh hingga luka baru.

Thor terjebak dalam masalah yang terus menumpuk, membuat film Disney & Marvel Studios ini penuh konflik dan penuh perkelahian.

Sejak film ini dimulai, Asgard dikabarkan sedang menghadapi kehancuran. Namun Thor, putra Raja Odin, penguasa Asgard, menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghentikan hal buruk itu terjadi.

Hentikan nasib yang tak terhindarkan

Sesuai dengan judul film ketiganya seriDia, “Ragnarok” berarti “akhir zaman” dalam mitologi Norse. Dengan kata lain, Ragnarok adalah kiamat yang akan menimpa Asgard dan Thor berusaha menghentikan kehancuran rumahnya.

Kehancuran yang konon merupakan takdir Asgard terjadi ketika Hela mengambil kendali takhta. Konflik muncul ketika Thor harus memilih antara menerima nasib ini atau melawannya.

Pencarian identitas

Film yang disutradarai oleh Taika Waititi ini memperkenalkan planet baru yaitu Planet Sakaar. Terdampar di planet antah berantah, Thor mencoba kembali ke Asgard untuk menghentikan Ragnarok, namun rintangan yang dia hadapi beragam, ditambah lagi dia kehilangan palu terpercayanya.

Salah satu hal yang paling mengejutkan saat menonton trailernya Thor: Ragnarok adalah cuplikan adegan penghancuran Mjolnir. Palu ini telah menjadi ciri khas Thor dan sumber kekuatannya sejak lama. Kehancuran Mjolnir memaksa Dewa Petir memikirkan kembali identitasnya, bahkan di adegan terakhir dimana Thor masih putus asa tanpa palu.

Thor yang kehilangan Mjolnir terlihat seperti orang yang kehilangan kepercayaan dirinya, di film ini ia terlihat tersesat dan putus asa seperti tersesat. Itu yang membuat Thor: Ragnarok tidak seperti film Super hero Lainnya, ada unsur emosional yang universal, masalah yang dirasakan hampir semua orang. Ada kalanya Thor terlihat seperti manusia biasa, bukan Dewa.

Teman baru, teman lama

Saat terdampar di Sakaar, Thor bertemu Valkyrie, seorang wanita tangguh dan pemabuk yang tampaknya memiliki masa lalu kelam. Aktris Tessa Thompson berhasil menghidupkan karakter Valkyrie itu gadis yang memiliki kompleksitas emosional dan berkontribusi pada beberapa adegan pertarungan terbaik di film ini.

Tak hanya itu, film ini juga menjadi reuni Thor dan sahabatnya di The Avengers, The Incredible Hulk. Seperti yang terlihat dari cuplikansalah satu adegan yang paling dinantikan adalah saat Thor dan Hulk saling berhadapan pengadilan gladiator. Uniknya, di film ini Hulk bisa membentuk kata-kata dan terkesan lebih ‘sadar’ serta bisa mengendalikan emosinya dibandingkan di film-filmnya Pembalas dendam sebelum.

Dan yang terakhir tentu saja pertemuan antar kakak beradik yang paling dinantikan. Loki pantas menyandang predikat sebagai penjahat yang sangat mudah disukai penontonnya. Penuh sarkasme, kecerdasan dan humor, dia dan Thor selalu menjadi kombinasi yang unik. Hubungan cinta-benci Hubungan keduanya mencapai babak baru di film ini, Loki selalu menjadi sumber masalah bagi Thor namun jauh di lubuk hatinya ia masih mencintai kakaknya.

Dari Thor: Ragnarok, Thor dan Loki mulai menyadari dan menerima perbedaan mereka. Cuplikan adegan syuting yang diunggah akun resmi film tersebut menunjukkan perbincangan serius – meski singkat – yang dilakukan kakak beradik itu mengenai masa depan hubungan mereka.

Penuh humor

Dibandingkan dengan film Thor sebelumnya, Thor: Ragnarok adalah sekuel yang penuh humor. Mulai dari satu kapal hingga kepolosan Thor yang ditampilkan dalam banyak adegan di film ini. Film yang diproduseri oleh Kevin Feige ini bahkan terlihat mirip penjaga galaksi (2014), film Marvel yang juga menjadikan humor sebagai salah satu kelebihannya.

Sayangnya, beberapa lelucon yang keluar dari mulut Thor justru mengingatkan Chris Hemsworth pada Kevin Penghancur hantu (2016). Di dalam film membuat ulang Dalam cerita ini, Chris memerankan karakter yang terlalu polos dan sering melakukan atau mengatakan hal-hal bodoh.

Hela, dewi kematian

Salah satu hal baru di film ini adalah kemunculan Hela, musuh baru Thor yang merupakan Dewi Kematian yang ingin menaklukkan Asgard dan seluruh alam semesta. Selain itu, Hela merupakan penjahat wanita pertama di Marvel Cinematic Universe dan Cate Blanchett memerankannya dengan sangat baik.

Berbeda dengan film Cate lain sejenisnya Karol (2015) dan Kasus Penasaran Benjamin Button (2008) dimana ia memerankan tokoh utama yang kurang menonjol, aktris asal Australia ini memancarkan karisma yang luar biasa saat memerankan Hela. Ini bukan pertama kalinya Cate berperan sebagai antagonis Cinderella (2015) dia berperan sebagai ibu tiri, namun kali ini sisi jahat yang dia keluarkan memiliki kekuatan dan kesombongan yang lebih dari biasanya.

Dengan tajuk Kerennya lagi, Hela merupakan musuh yang harus ditakuti oleh Thor dan kawan-kawan. Tak hanya itu, Dewi Kematian rupanya juga memiliki hubungan spesial dengan Asgard sehingga membuatnya semakin berpengaruh saat menaklukkan kampung halaman Thor.

Saksi Thor: Ragnarok di bioskop pada 25 Oktober 2017. —Rappler.com


game slot online