• April 17, 2026
Minimnya drainase diduga menjadi penyebab banjir Bandung

Minimnya drainase diduga menjadi penyebab banjir Bandung

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Luas lahan terbangun di Bandung semakin bertambah, air melimpah dan tidak merembes masuk. Sementara drainasenya kurang memadai

JAKARTA, Indonesia – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada beberapa faktor penyebab banjir yang terjadi kemarin di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam akun Twitternya, Sutopo menyatakan dugaan penyebabnya:

  1. Jebolnya tanggul Citepus
  2. Meluapnya sungai Citepus
  3. Sungai dangkal dan puing-puing menyumbat sungai/drainase

Pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi berpendapat serupa. Denny juga mengatakan, minimnya drainase di Bandung menjadi salah satu penyebab banjir yang menewaskan satu orang tersebut.

Adapun penyebab terjadinya banjir di Kota Bandung yang perlu diperhatikan adalah bertambahnya luas lahan terbangun, air melimpah yang tidak meresap, ruang terbuka hijau, sumur resapan, drainase yang kurang memadai dan teknis. Faktornya seperti air hujan yang seharusnya masuk ke saluran pembuangan, tapi malah berakhir di jalan, kata Denny.

Pemerintah Kota Bandung saat ini perlu menghitung ulang kebutuhan drainase, sebab menurut Denny, rencana perbaikan dan penyediaan drainase di Kota Bandung terakhir kali dilakukan pada tahun 1980-an.

“Setahu saya, rencana penyediaan drainase terakhir adalah tahun 1980. Jadi Pemkot Bandung harus mewujudkannya. rencana utama drainase,” ujarnya.

Solusi banjir

Ia mengatakan, ada solusi jangka pendek dan jangka panjang yang bisa dilakukan Pemerintah Kota Bandung untuk mengatasi permasalahan banjir.

Solusi jangka pendeknya adalah membersihkan saluran air dari puing-puing dan sedimentasi. Sedangkan solusi jangka panjangnya adalah memperbanyak ruang terbuka hijau dan ruang terbuka hijau privat di setiap rumah warga.

Idealnya, luas ruang terbuka hijau yang dimiliki Pemkot Bandung adalah 20 persen dari total luas wilayah, ujarnya.

Wilayah Pasteur terkena dampak paling parah pada Senin lalu. Di sepanjang jalan utama, air menghalangi jalan seperti sungai.

Kawasan di Jalan Pasteur terendam banjir setinggi 160 cm. Begitu pula dengan tinggi air di Jalan Pagarsih yang mencapai 150 cm dan Jalan Nurtanio setinggi 120 cm, serta banjir yang mengalir deras sehingga seluruh drainase perkotaan meluap. —Melalui laporan Antara/Rappler.com

sbobet terpercaya