Menteri Khofifah meminta agar bonus bagi atlet Peparnas dan PON disamakan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Atlet disabilitas yang tampil di Peparnas seharusnya mendapat bonus yang sama besarnya dengan atlet PON.
BANDUNG, Indonesia – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa meminta agar hadiah dan bonus yang diberikan kepada atlet disabilitas yang tampil di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) harus sama dengan bonus yang diterima atlet PON.
“Apresiasi bagi para atlet dan olahragawan yang berprestasi baik di PON maupun Peparnas, mudah-mudahan tidak ada perbedaan apresiasi,” kata Khofifah jelang berakhirnya Peparnas XV/2016 Jawa Barat, Senin, 24 Oktober 2016.
Menurut Khafifah, persamaan bonus atau hadiah atau penghargaan antara atlet peserta Peparnas dengan atlet peserta PON diatur dalam UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Namun, lanjut Khafifah, bentuk hadiah bonus tidak harus berupa uang, melainkan bisa berupa pekerjaan, pendidikan, atau pelatihan. “Yang bisa lebih berdampak pada kehidupan mereka,” kata Khofifah.
Khofifah mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terdapat 6,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Sebanyak 1,8 juta di antaranya merupakan penyandang disabilitas yang membutuhkan pertolongan. “Kebanyakan mereka buta,” kata Khofifah.
Oleh karena itu, ia meminta pertemuan Peparnas ini bisa menjadi momentum untuk mempererat semangat dan membangun persaudaraan antar atlet difabel. “Kalau yang satu unggul, yang lain harus bisa,” ujarnya.
Gubernur Jabar Ahmad “Aher” Heryawan menyatakan kesediaannya memberikan apresiasi yang setara kepada seluruh atlet berprestasi, baik atlet PON maupun Peparnas.
“Kesetaraan bisa berarti bonus yang sama, nanti bisa ada pembinaan. Jadi yang saya maksud, bonus kesetaraan itu bisa diarahkan untuk pembinaan. “Tapi yang jelas karena ini perintah hukum, pasti kita laksanakan,” kata Aher.
Sebelumnya kepada Rappler, Aher mengatakan bonus akan diberikan secara proporsional antara atlet PON dan Peparnas. Sebab, banyak atlet disabilitas yang meraih medali.
Meski hanya mempertandingkan 13 cabang olahraga, kata Aher, ada 605 medali emas yang diperebutkan di Peparnas. Ia mencontohkan, pada tenis meja PON hanya diperebutkan 7 medali emas, sedangkan pada Peparnas diperebutkan 59 medali emas.
“Perbedaannya memang besar, selain itu banyak juga atlet Peparnas yang double-double (yang mengikuti lebih dari satu cabang olahraga). Tapi bonusnya pasti kita naikkan dibandingkan tahun 2012, tapi jumlahnya proporsional. “Ini belum tentu kesetaraan itu adil,” jelas Aher. —Rappler.com