• April 17, 2026
Derby Manchester: Melawan sisa-sisa Setan Merah

Derby Manchester: Melawan sisa-sisa Setan Merah

JAKARTA, Indonesia – Apa yang tersisa dari Manchester United? Mereka memasuki kancah Piala Liga dengan kondisi pikiran yang babak belur. Kekalahan telak melawan Chelsea dengan skor telak 0-4 masih menjadi bayangan buruk yang menghantui mentalitas mereka.

Kekalahan tersebut juga menyiratkan hal lain yang ditakuti oleh para penggemar: United selalu mendapat masalah saat melawan tim-tim besar. Di Premier League mereka hampir tidak pernah menang melawan tim yang difavoritkan menang.

Mereka kalah 1-2 dari Manchester City, bermain imbang Liverpool 1-1 dan dihancurkan Chelsea pada pekan lalu, 23 Oktober. Itu masih belum termasuk “bonus” kekalahan dari tim papan bawah Watford 1-3.

Situasi United semakin sulit karena tim berjuluk Setan Merah itu punya kemampuan memperbaiki mental dalam waktu yang cukup lama. Setelah kalah dari tetangga terdekatnya City, pasukan Jose Mourinho kalah di 2 laga berikutnya. Mereka dikalahkan oleh klub Belanda Feyenoord 0-1 dan Watford 1-3.

Bagaimana kali ini setelah Chelsea dihancurkan 0-4?

Sayangnya bagi United. Hanya berselang 3 hari pasca pembantaian di Stamford Bridge mereka justru harus bertemu tim sekota Manchester City. Keduanya akan bentrok di Old Trafford pada Kamis 27 Oktober untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

United kembali dilanda kekalahan setelah kalah dari tim yang sama di Liga Inggris juga. Apalagi performa City di klasemen jauh lebih baik dibandingkan juara 20 kali Liga Inggris itu.

Pasukan Josep “Pep” Guardiola saat ini menjadi tim paling produktif di Liga Inggris bersama Liverpool dengan koleksi 20 gol. Dengan 9 pertandingan yang sedang berlangsung, ini berarti mereka telah mencetak rata-rata 2 gol di setiap pertandingan.

Sebaliknya, United hanya mampu mencetak 13 gol atau kurang dari 2 gol per pertandingan.

Kondisi semakin sulit bagi United karena Mourinho mulai menunjukkan kebingungan dalam mengambil keputusan mulai sebelas terbaik. Pada pertandingan melawan Chelsea misalnya. Juan Mata yang dimasukkan pada babak kedua sebenarnya mampu menghidupkan serangan tim.

Sementara itu, Paul Pogba yang didesak menjadi pemain nomor 10 (sebagai gelandang serang, di belakang striker utama), justru kehilangan kesabaran. Tidak berkontribusi banyak. Sebagai pemain yang bertugas menciptakan peluang, rekor penciptaan peluang pemain asal Prancis itu nihil.

Faktanya, pada satu pertandingan sebelumnya, Paul Pogba tampil sangat baik di Liga Europa. Berduet dengan pemain gaek Michael Carrick dalam format gelandang berlabuh ganda 4-2-3-1, Pogba berkontribusi penuh dalam laga yang berakhir dengan kemenangan besar 4-1.

Alih-alih mempertahankan formasi yang sama, Mourinho menempatkan Marouane Fellaini dan Ander Herrera di posisi tersebut. Sementara itu, Pogba semakin terdorong ke depan. Hasilnya berantakan. Fellaini sering tumpang tindih lini depan tak kuasa menahan serangan terus-menerus dari lini tengah Chelsea.

Bahkan, mantan pemain Juventus itu beberapa kali mengatakan dirinya lebih nyaman bermain dalam format 4-3-3. Ia akan mengisi posisi sebagai gelandang sayap, bek kanan sayap. Posisi yang sama ketika dia mengenakannya biru mencapai babak final Euro 2016 sebelum dikalahkan oleh Portugal.

Akibatnya, kedatangan City ke Old Trafford tidak tepat pada waktunya. Tim tuan rumah belum siap menghadapi salah satu kandidat terkuat juara Liga Inggris musim ini. Memang, Piala Liga hanyalah ajang kelas dua. Namun gengsi dua tetangga ditambah perseteruan berkepanjangan antara dua anggota “sekolah sepak bola La Masia”, Mourinho dan Guardiola, akan membuat laga tetap panas.

“Derby selalu spesial. Kami akan bermain serius dan berusaha memenangkan pertandingan, kata Guardiola seperti dikutip BBC.

City siap kembali ke jalur kemenangan

Meski begitu, City bukannya tanpa masalah. Mesin kreativitas lini depan, Kevin De Bruyne, absen karena cedera. Faktanya, pemain asal Belgia itu menjadi pemberi umpan kunci bagi para penyerang. Dialah penciptanya membantu Tim terbanyak di Liga Premier: 4 membantu dan 2 gol.

Praktisnya, pada laga melawan United, Pep akan mengandalkan David Silva sebagai bekal Sergio Aguero di lini depan.

Selain persoalan ketersediaan pemain, Guardiola juga mendapat tekanan. City tidak pernah menang dalam 5 pertandingan terakhir. Rekor tanpa kemenangan Guardiola cukup panjang.

Usai kekalahan telak 0-4 melawan Barcelona di Liga Champions, Vincent Kompany dan kawan-kawan tak mampu membalikkan keadaan. Mereka nyatanya ditahan imbang 1-1 oleh Southampton di kandang sendiri.

Hasil kurang memuaskan tersebut jelas membuat Guardiola tidak senang. Laporan ESPN menyebutkan bahwa mantan pelatih Barcelona itu “mengunci” para pemainnya selama lebih dari setengah jam setelah pertandingan. Dia berbicara intensif dengan mereka.

Saat ditanya wartawan, Pep mengaku menikmatinya anggur. “Butuh beberapa saat untuk menikmati wine yang enak,” jelasnya.

Situasi City cukup membingungkan dalam sebulan terakhir. “Bulan madu” bersama Pep hanya berlangsung 6 pertandingan dan mereka menangi garis (kemenangan beruntun) sejak musim dimulai. Pep sendiri pun mengaku bingung dengan penyebab kelesuan para pemainnya.

Mantan manajer Bayern Munich itu harus segera mencairkan suasana di timnya. Jika tidak, mereka akan semakin tersingkir dari kemenangan. Dan bermain melawan tetangga yang kejayaannya telah hilang di masa lalu adalah momen yang tepat.

“Saya akan segera menyelesaikan situasi sulit ini. “Saya adalah seorang pemain dan situasi ini terkadang muncul,” katanya.—Rappler.com

sbobet wap