Setelah menikah, Prisia Nasution bolak-balik Jakarta ke Kuala Lumpur
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Prisia menikah dengan Iedil Putra, aktor asal Malaysia, pada 1 Juni 2016
JAKARTA, Indonesia – Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah pasangan aktris Prisia Nasution dan suaminya, Iedil Putra, pria asal Malaysia yang juga berprofesi sebagai aktor di negara asalnya.
Keduanya berada di peluncuran film Mati rasa di Cinema XXI Epicentrum Walk, Selasa 25 Oktober.
Prisia sudah lama tidak terlihat publik dan mengaku tak banyak berubah setelah menikah keduanya. Ia juga tidak merasa dibatasi untuk melanjutkan karirnya di dunia akting oleh suaminya.
“Lucunya, tidak ada yang berubah. Setelah menikah rasakan itu seperti kencan yang sah aha,” kata Prisia. Yang berubah setelah menikah, Prisia lebih banyak menghabiskan waktu berduaan dengan Iedil. Bahkan, keduanya seolah tak terpisahkan.
Lalu apa yang membuat Iedil tertarik dengan Prisia? “Semuanya. Karakternya adalah pergi dengan mudahsaling melengkapi,” kata Iedil yang disambut Prisia, “Mendukungdia mendesah Sebenarnya. Baik Anda bekerja jauh atau dekat, selalu luangkan waktu untuk menawarkan dukungan. Kami saling mendukungya.”
Saat bersama, Prisia dan Iedil banyak melakukan aktivitas bersama. Mulai dari menyelam, berjalan Dan bepergian ke kota-kota yang belum pernah mereka kunjungi.
Namun ada kalanya keduanya harus meninggalkan jarak. Mengingat mereka saat ini masih bimbang apakah akan menetap di Jakarta atau Kuala Lumpur. Alhasil, baik Prisia maupun Iedil kerap bolak-balik Jakarta hingga Kuala Lumpur.
“Karena karyanya ada di sana, karya saya ada di sini. Terkadang dia bekerja di sini, terkadang saya bekerja di sana. Itu bahkan menyenangkan. Padahal rumahnya banyak,” kata Prisia yang tak terpikir untuk memulai karir akting di Malaysia.
Meski sama, Prisia kerap kesulitan membedakan bahasa Indonesia dan Malaysia. Untungnya dia fasih berbahasa Inggris.
“Bahasa utama Malaysia selain Melayu adalah bahasa Inggris. Jadi hampir semuanya memahami Bahasa inggris. Jadi saya berbicara bahasa Inggris.”
Namun Prisia masih terus mengasah kemampuannya dalam mengamalkan bahasa Melayu. “Sekarang aku mulai mengerti. Awalnya saya tidak mengerti apa yang mereka katakan, tapi sekarang saya mulai mengerti sedikit bahasa Melayu. Tapi bahasa Melayu saya jelek banget jadi saya pakai bahasa Inggris aha.“
Meski harus bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur, baik Iedil maupun Prisia tidak peduli. Toh jaraknya tidak terlalu jauh. “Cuma dua jam ya, kalau pakai pesawat. “Sama seperti Jakarta-Bandung,” kata Iedil.-Rappler.com.