• February 28, 2026
Petisi penolakan rektor UII Harsoyo ditandatangani ribuan orang

Petisi penolakan rektor UII Harsoyo ditandatangani ribuan orang

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sejumlah mahasiswa UII menilai meninggalnya 3 anggota Mapala bukan hanya kesalahan rektor

JAKARTA, Indonesia – Buntut meninggalnya 3 anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) memaksa Rektor universitas di Yogyakarta, Harsoyo, mengundurkan diri pada Kamis, 26 Januari.

“Saya mengundurkan diri sebagai Rektor UII sebagai bentuk tanggung jawab moral,” kata Harsoyo dalam konferensi pers di kantor. Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Yogyakarta (Copertis).

“Ada hal-hal yang perlu dilakukan yang harus saya tangani terlebih dahulu, karena itu perlu dilihat. “Kesalahannya bukan di bawahan, tapi pimpinan,” kata Harsoyo yang menjabat Rektor UII sejak 2014 itu.

Namun sejumlah mahasiswa UII menilai pengunduran diri tersebut bukanlah keputusan yang tepat.

Seluruh mahasiswa UII pun membuat petisi online yang menyatakan penolakannya terhadap pengunduran diri Harsoyo beberapa jam setelah pengumuman tersebut.

Hingga Kamis malam, petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 5 ribu orang.

Salah satu penandatangan, Rischy Dhanang Wibisana mengatakan: “Saya menilai pilihan Dikti tidak adil. Rektor sudah berusaha sekuat tenaga membentuk tim dan sampai saat ini masih dalam proses penyidikan.”

“Kegiatan diksar dilakukan di luar kampus dan dalam rangkaiannya tidak ada pernyataan mengenai kegiatan yang mengandung unsur kekerasan,” lanjut Rischy.

Sebelumnya, tiga mahasiswa UII tewas usai mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mapala di kawasan hutan Tlogodringo di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karangnyar.

Ketiga santri yang meninggal tersebut adalah Syaits Asyam (19 tahun), Muhammad Fadli (20) dan Ilham Nurpadmi Listia Adi (20).

Fadli meninggal dunia pada Jumat, 20 Januari di Puskesmas Tawangmangu. Sehari kemudian, Syaits meninggal di RS Bethesda Yogyakarta. Sedangkan Ilham meninggal dunia pada Senin, 23 Januari di RS Bethesda.

Pada Selasa, 24 Januari, Harsoyo mengaku ada kekerasan terhadap peserta. “Bentuk yang digambarkan anak-anak itu dipukul dengan ranting, bukan rotan. Menurut cerita panitia, saat itu sedang hujan. Banyak kerikil, pasir yang tergores, merangkak, kata Harsoyo.

Harsoyo kemudian mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki masalah tersebut.

Tim tersebut terdiri dari sejumlah ahli seperti psikolog, dokter forensik, dan juga pimpinan mahasiswa fakultas yang mengikuti pelatihan tersebut.

Menurutnya, tidak ada perwakilan kampus yang berada di lokasi saat pelatihan berlangsung. Kampus tersebut baru hadir saat para mahasiswa dilepas ke lokasi pelatihan yang berjarak sekitar 3-4 jam perjalanan dari Kota Yogyakarta.

“Semua dari Mapala. “Sistem kita adalah Student Government, tanggung jawab UKM masing-masing,” kata Harsoyo.

Oleh karena itu, sejumlah mahasiswa UII menyayangkan keputusan Harsoyo yang mengundurkan diri beberapa hari kemudian.

Para mahasiswa menggunakan tagar #BersamaKitaStandPakHarsoyo dan #SaveUII untuk menggalang dukungan agar Harsoyo tetap pada posisinya. “Rektor UII” pun menjadi Topik populer di Twitter hingga Kamis malam.

Jika Anda setuju dengan aspirasi mahasiswa UII yang menolak pengunduran diri Rektor UII Harsoyo, Anda bisa menandatangani petisi di sini.

Namun, sebelumnya juga ada petisi yang menuntut rektor UII mundur. Petisi tersebut diprakarsai oleh Supriyanto, alumnus teknik sipil UII dan magister manajemen UII.

Dalam permohonannya ia menuntut 3 hal:

  1. Rektor UII sebagai pimpinan yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas sivitas akademika UII segera mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kelalaiannya dalam memantau seluruh aktivitas kemahasiswaan.
  2. Menanggung segala beban materil bagi keluarga korban.
  3. Seluruh pihak yang terlibat harus diadili dan dihukum seberat-beratnya demi keadilan dan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Namun petisi tersebut hanya ditandatangani 16 orang.—Rappler.com

BACA JUGA:

uni togel