Presiden Jokowi meminta pasar ekspor diperluas hingga ke Afrika dan Irak
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Presiden meminta eksportir memperluas pangsa pasarnya hingga ke Afrika dan Irak.
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko Widodo menantang eksportir india untuk membuka pasar baru di negara-negara Afrika dan India yang memiliki potensi besar namun kurang mendapat perhatian.
“Afrika bagus untuk produk kami karena kami bisa memasukkan produk kelas bawah dan menengah ke bawah. “Produk yang tidak masuk level atas boleh masuk ke sana,” kata Presiden Joko Widodo usai membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.
Presiden Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, mengatakan, jumlah penduduk negara-negara Afrika yang berjumlah lebih dari 60 juta jiwa merupakan pangsa pasar yang potensial untuk dimanfaatkan.
Selain India dan Afrika, Jokowi juga meminta eksportir mulai memasarkan produknya ke Bangladesh, Amerika Latin, dan Irak. “Negara-negara itu, kita belum pernah ke sana, ini peluang yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.
Presiden @jokowiAcara tersebut dibuka secara resmi oleh Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta #TEI 2016 pic.twitter.com/MDRvupklud
— Sakinah Ummu Haniy (@hhaanniiyy) 12 Oktober 2016
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan produsen untuk benar-benar memperhatikan desain dan kemasan produk yang akan diekspor. “Desain, kemasan (kemasan), penting sekali untuk masuk ke pasar luar negeri,” ujarnya.
Presiden mengapresiasi upaya Kementerian Perdagangan dan Badan Ekonomi Kreatif yang mengirimkan desain produk dan kemasan ke produsen daerah. “Kalau ini terus, produk kita akan naik kelasnya,” lanjut Jokowi.
Selain memperluas pasar dan memperbaiki kemasan, Presiden Jokowi juga mengingatkan para eksportir untuk meningkatkan promosi produk Indonesia di luar negeri.
Presiden Jokowi membuka TEI 2016 didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Pada acara itu, Presiden juga menyerahkan Penghargaan Primaduta dan Penghargaan Primaniyarta kepada 30 eksportir terbaik Indonesia.
Selain menampilkan produk-produk unggulan Indonesia, TEI 2016 juga menjadi ajang interaksi antar pengusaha dari dalam dan luar negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto mengatakan, terdapat komitmen transaksi sebesar Rp 2,6 triliun dari 14 negara pada TEI 2016. —dengan laporan Antara/Rappler.com