Strategi saya mudah dibaca oleh Chen Long
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jonatan gagal melaju ke babak perempat final setelah dikalahkan Chen Long dengan skor 9-21 dan 7-21.
JAKARTA, Indonesia – Tidak mudah menghadapi pebulu tangkis peringkat atas seperti Chen Long di turnamen Super Series seperti Indonesia Open. Hal ini pula yang menjadi tantangan yang dihadapi satu-satunya wakil Indonesia di tunggal putra, Jonatan Christie.
Pada laga babak 16 besar yang digelar Kamis, 15 Juni di Jakarta Convention Center (JCC), pemain berusia 18 tahun itu dikalahkan mudah oleh Chen Long dengan skor 9-21 dan 7-21. Sejak awal pertandingan, permainan Jonatan tampak mudah dibaca oleh pemain yang kini menduduki peringkat 8 dunia itu.
Chen Long bereaksi terhadap semua pukulan yang diarahkan oleh Jonathan. Dari smashing hingga netting ditangani dengan sabar. Alhasil, Jonatan kerap melakukan kesalahan sendiri.
Sempat kalah di ronde pertama, performa Jonatan terus menurun. Di babak kedua, dia kalah enam poin. Chen Long meraih 9 poin, sedangkan Jonathan hanya mendapat 3 poin.
Jonatan pun mengakui penampilannya tadi malam kurang memuaskan. Dia juga kecewa pada dirinya sendiri.
“Saya telah menjalankan satu atau dua strategi beberapa kali. Namun, sama sekali tidak ada cara untuk menjawabnya. “Mungkin pengalaman saya lebih banyak dan angin juga menjadi faktor di arena pertandingan,” kata Jonatan ditemui Kamis malam (15/6) saat memberikan siaran pers.
Meski lawan yang dihadapinya adalah pebulutangkis seperti Chen Long, namun Jonathan tak mau ambil pusing. Meski demikian, kiprah peraih medali emas di Olimpiade Brasil itu tak bisa dipungkiri. Jonatan sepertinya mampu “mematikan” Chen dan meraih poin.
“Saya sudah mencoba (berbagai strategi) tapi tetap tidak berhasil. Mungkin faktor mental saat menghadapi sebuah pertandingan juga penting. “Pertahanannya terlihat sangat rapat, kuat dan tahan,” kata pemain yang saat ini menduduki peringkat 28 dunia itu.
Alhasil, segala strategi yang ia rencanakan bersama sang pelatih gagal total. Namun, Jonatan berjanji akan memperbaikinya di turnamen berikutnya, yakni Australia Terbuka 2017.
Meski belum tentu lolos ke perempat final, dia akan berusaha. Jonathan mengakui waktu persiapan Australia Open sangat singkat. Oleh karena itu, dia hanya ingin fokus pada pemeliharaan dan pikirannya.
Jonathan tidak menaruh harapan besar pada Australia Terbuka. Ia hanya ingin meningkatkan rekor bermainnya dibandingkan tahun lalu.
“Tahun lalu saya hanya bisa lolos ke babak pertama, tahun ini saya berharap bisa lebih dari itu. Lalu saya juga ingin mendapat poin lebih banyak, ujarnya.
Lantas, apakah Jonathan siap bertemu Chen Long lagi di Australia Terbuka? Dia mengaku tidak peduli. Faktanya, dia ingin melawan lebih keras dari pertandingan tadi malam.
“Saya akan melakukan yang terbaik untuk fokus di lapangan saat bertemu Chen Long lagi. Bahkan jika saya harus kalah, saya memberikan semua yang saya bisa. Sementara saya sendiri juga merasa kurang bermain maksimal dan kecewa, ujarnya. – Rappler.com