• May 2, 2026

Kurang menyentuh dan anti klimaks

JAKARTA, Indonesia – Diadaptasi dari novel kereta bawah tanah karya Achi TM yang sangat populer di kalangan milenial, Insya Allah sah! menghadirkan kembali nuansa film komedi apik yang dibalut dengan jalan cerita yang mudah dicerna oleh segala usia.

Film ini juga memberikan nuansa baru pada film-film keluaran MD Entertainment yang sudah cukup lama didominasi oleh film-film bergenre drama romantis.

Disutradarai oleh Benni Setiawan, film ini dibintangi oleh Titi Kamal (Silvi), Richard Kyle (Dion), dan Pandji Pragiwaksono (Raka). Selain itu, peran pendukung dalam film ini juga diisi oleh artis papan atas ibu kota seperti Donita, Ira Maya Sopha, Joe Project Pop, Lidya Kandau dan Deddy Mizwar. Kehadiran aktris dan aktor yang pernah berkecimpung di dunia perfilman Indonesia menawarkan warna tersendiri sekaligus menambah kadar humor yang dihadirkan.

Bertemu di konferensi pers Insya Allah sah! Di Metropole XXI Menteng, Rabu, 15 Juni, Titi Kamal selaku pemeran utama wanita bercerita tentang keseruan yang terjadi selama proses pembuatan film.

“Bagi saya ini adalah pengalaman yang unik, lucu dan menyenangkan. Ini juga merupakan pengalaman bagi saya untuk berakting dengan orang-orang dengan peran yang unik dan aneh, dan itu sangat menarik. “Salut Pandji,” kata Titi Kamal di sela-sela konferensi pers. Pandji Pragiwaksono sendiri selaku pemeran utama pria pun mengungkapkan rasa bangganya bisa beradu akting dengan aktris sekaliber Titi Kamal dan Ira Maya Sopha.

Selain para pemerannya, novelis Achi TM berharap film ini bisa disaksikan ratusan juta penonton Indonesia baik di bioskop maupun layar kaca. “Harapannya film ini bisa ditonton banyak orang. Karena tujuan utamanya agar pesan dalam film ini bisa tersampaikan kepada masyarakat luas dan semoga semua penonton yang keluar setelah menontonnya di bioskop langsung melamar, kata Achi yang langsung disambut sorak-sorai. dan tepuk tangan dari penonton yang hadir.

Janji yang harus ditepati

Film Insya Allah sah! menceritakan tentang dilema dan permasalahan pranikah yang dihadapi oleh seorang wanita bernama Silvi. Sebelum dilamar kekasihnya, Dion, Silvi sempat mengalami kejadian tak menyenangkan dimana ia terjebak di dalam lift bersama Raka, cowok nyentrik yang gemar menguliahi. Karena panik, Silvy bersumpah akan berubah menjadi muslimah yang taat, selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT jika bisa keluar dari lift hidup-hidup. Tidak lama kemudian, lift mulai berfungsi kembali dan memperbolehkan Raka dan Silvi untuk keluar.

Raka dengan sifat alimnya yang juga berikrar sama seperti Silvi untuk selalu mengingatkan orang lain akan kebaikan yang datang dari dalam lift, selalu mengingatkan Silvi untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sebagai orang yang tidak begitu peduli dalam menunaikan kewajiban agama, Silvi menganggap “nasihat” Raka hanya sekedar pemikiran sepintas lalu, bahkan ia kerap merasa risih dengan nasehat tersebut. Meski dihadapkan pada sifat Silvi yang dingin, ditambah sifat polosnya, Raka tetap bergeming dan terus setia mengingatkan Silvi akan sumpah yang telah diucapkannya.

Silvi menampik sumpah yang diucapkannya karena dianggap tidak penting, sebelum ia dihadapkan pada “cobaan” yang menimpa dirinya saat mempersiapkan pernikahannya dengan Dion. Mulailah dengan kesulitan menemukan lokasi pernikahan, ditipu ratusan juta oleh penyelenggara pernikahan palsu, bahkan perampokan yang dialami butiknya.

Ia pun teringat nasehat Raka tentang masalah yang dihadapi seseorang jika tidak memenuhi nazarnya. Sadar, Silvi memutuskan untuk “hijrah”, memperbaiki diri menjadi muslim yang baik dan berhijab.

Sayangnya keputusan Silvi ditentang oleh sang kekasih. Dion tidak suka dengan perubahan yang terjadi pada Silvi. Kecewa, Dion meninggalkan Silvi dan berencana membatalkan pernikahan mereka. Namun sekali lagi nasihat yang Raka berikan tentang bagaimana seorang pria harus menjadi pendeta yang baik bagi istrinya terngiang-ngiang di kepala Dion. Dion pun kembali meminta maaf kepada Silvi dan kembali melamar untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Tidak sempurna

Sayangnya, filmnya Insya Allah sah! Ini bukannya tanpa kekurangan. Plot dan jalan cerita yang dihadirkan Beni Setiawan terasa dangkal. Beberapa unsur plot penting ditemukan dalam novel ini, seperti bagaimana Silvi menghadapi keadaan sulit selama proses “imigrasi”, dan bagaimana proses peningkatan hubungan antara Silvi dan Dion hanya ditampilkan sedikit. Faktanya, inilah alasannya Insya Allah sah! Versi novelnya sangat menarik perhatian pembaca. Hal ini tentu saja akan menjadi poin minus bagi para penggemar versi baru yang berencana menonton film ini.

Mungkin karena terlalu banyak yang diceritakan, jalan cerita terkesan anti klimaks, dan drama yang ditawarkan terasa kurang mencekam.

Dari segi pemeran, kemampuan akting Richard Kyle sebagai Dion patut diperhatikan. Secara subyektif terlihat aktingnya di film ini terkesan kaku dan kurang natural. Kimia antara tokoh yang ia perankan dengan Titi Kamal kurang terlihat.

Untungnya kualitas film ini sangat terbantu dengan dialognya yang cukup baik. Pilihan humor dengan garis pukulan Yang pada intinya. Penempatan pemandangan komedinya terasa pas dan merata sehingga mampu membuat seisi bioskop tertawa sepanjang pemutaran film. Padahal jika dibandingkan dengan film bergenre komedi yang sebelumnya dirilis tahun ini seperti Kunjungi toko sebelah atau Titik dan pensilfilm Insya Allah sah! Secara subyektif, saya tidak bisa mengalahkan kedua film ini.

Film ini juga banyak terbantu oleh aktor-aktor lain yang ada di film ini. Penampilan Titi Kamal sebagai Silvi dan Pandji Pragiwaksono sebagai Raka cukup memukau penonton untuk terus menonton hingga akhir film. Selain itu, beberapa cameo seperti Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina yang tampil di awal film juga dinilai menambah kelucuan film ini.

Secara keseluruhan, dalam skala 1-10, film ini layak mendapat rating 6,8 dari 10. Nilai yang layak patut diberikan pada sebuah film yang menghibur. Film ini sangat cocok ditonton bersama keluarga, khususnya pasangan muda yang berencana menikah.

Jadi jangan ragu untuk mengajak orang-orang terdekat Anda untuk menonton filmnya Insya Allah sah! yang akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 25 Juni 2017!

-Rappler.com

Data Hongkong