• April 18, 2026
Taiwan menahan majikan yang diduga memperkosa pekerja migran

Taiwan menahan majikan yang diduga memperkosa pekerja migran

Korban melaporkannya ke agen tenaga kerja di Taiwan, namun tidak ditindaklanjuti. Manajer agen mengaku baru mengetahui pekan lalu bahwa korban telah diperkosa

JAKARTA, Indonesia – Polisi Kota Taichung, Taiwan, dilaporkan telah menangkap majikan laki-laki yang diduga memperkosa pekerja migran Indonesia. Ketua Departemen Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Devriel Sogja mengatakan, majikan berusia 58 tahun itu ditangkap sejak Minggu, 11 September.

“Semuanya sudah ditangani. Majikan sudah ditahan dan kondisi TKI dalam keadaan baik, kata Devriel saat dihubungi Rappler melalui pesan singkat, Selasa, 13 September.

Dia mengatakan, proses hukum saat ini sedang berjalan. Hal ini sesuai instruksi Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro yang mengatakan, pihak berwenang Indonesia akan mengajukan proses hukum untuk melindungi keberadaan TKI di luar negeri. Menurut laporan mediaAgusdin juga meminta agar KDEI mengajukan surat pengaduan resmi jika agen distribusi di Taipei tidak mengambil tindakan tegas terhadap pemberi kerja.

Agusdin juga mengancam akan mencabut izin agen penyalur TKI tersebut. Kejadian ini bermula dari video yang memperlihatkan seorang pekerja migran berusia 31 tahun diperkosa oleh majikannya saat sedang bekerja di Taiwan. Video tersebut akhirnya beredar luas setelah diunggah ke YouTube.

Korban yang mengaku sudah bekerja di Taiwan sejak Desember lalu mengaku diperkosa majikannya pada akhir Juli lalu.

Dalam video berdurasi 5 menit itu, terlihat seorang pria bertelanjang dada berusaha melepas pakaian TKI.

“Lau Ban (Bos), saya tidak mau. Tolong berhenti,” kata seorang pekerja migran yang berprofesi sebagai karir terdengar memohon dalam bahasa Mandarin. Dia terdengar menangis dan memohon kepada majikannya untuk menghentikan perbuatannya.

Dia kemudian terdengar kembali meminta majikannya untuk tidak menyentuhnya.

“Bos, tinggalkan tanganmu, jangan sentuh aku, aku tidak mau,” ucapnya lagi.

Namun permintaan ini tidak dihiraukan. Majikan kemudian membuka celana TKI tersebut dan mengatakan ingin melihatnya.

“Tidak, jangan lihat,” kata TKI itu.

Majikan kemudian terlihat melakukan pelecehan seksual terhadap pekerja migran tersebut. Video yang diunggah ke YouTube kemudian dihapus.

Berdasarkan informasi pihak kepolisian setempat, korban baru melaporkan kejadian tersebut hingga Jumat, 9 September melalui hotline 1955 untuk meminta pertolongan. Namun saat polisi dan aparat tiba di rumah majikan, korban tidak bisa melapor ke polisi karena di tengah proses tersebut ia jatuh pingsan.

Upaya bunuh diri

Pemberian informasi kemudian dilanjutkan keesokan harinya pada Sabtu pagi, 10 September. Namun saat polisi tiba di rumah majikan, ia terlihat tak sadarkan diri dengan luka di bagian tangan. Korban mencoba bunuh diri.

Untuk menyelamatkan nyawanya, dia kemudian dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi korban stabil meski terdapat 6 hingga 7 luka sayatan di pergelangan tangan. Polisi mengatakan, mereka akan mencari informasi dari korban setelah kondisinya membaik.

Pelaku pemerkosaan berusia 58 tahun, sudah menikah dan tinggal bersama orang tuanya. Korban bekerja sebagai perawat dan ditugaskan merawat ayahnya yang sakit. Identitas pelaku hanya diketahui dengan nama belakangnya, yakni Hsieh.

Surat perintah penangkapan kemudian dikeluarkan untuk menangkap pelaku. Padahal dia tidak ada di rumah saat polisi tiba di rumahnya, Sabtu pekan lalu.

Berdasarkan keterangan korban, ia menyampaikan pernyataan kepada pihak berwajib setempat mengenai pengakuannya mengalami pelecehan seksual. Bahkan, korban juga menyerahkan video sebagai barang bukti. Namun, mereka tidak mengambil tindakan apa pun.

Manajer agen distribusi Zhang Zhong Ren menjelaskan, mereka membantu secara sukarela membuat laporan ke polisi pada Agustus lalu. Namun korban mengatakan untuk menundanya.

“Kami mengunjungi rumah majikan pada tanggal 1 September dan bertemu dengan pekerja migran yang memakai masker dan terus menangis,” kata Zhang.

Saat itu, korban meminta untuk dipindahkan ke majikan baru, namun ia tidak menyebutkan tindakan kekerasan seksual apa pun yang diterimanya. Ia mengaku baru mengetahui pada pekan lalu bahwa pekerjanya mengalami kekerasan seksual.

Saat ini, setidaknya terdapat 7 juta pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Sebanyak 60 persen diantaranya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, tenaga kerja asal Indonesia relatif tinggi di negara tersebut. Sebanyak 41,6 persen pekerja Indonesia diketahui bekerja di Taiwan. – dengan pelaporan oleh Zachary Lee/Rappler.com

BACA JUGA:

Result SDY