• April 18, 2026

Agum meminta PSSI mendengarkan aspirasi ‘pemilih’ untuk memindahkan tempat kongres

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

PSSI dan pemerintah tidak sepakat dalam menentukan lokasi kongres, baik di Makassar maupun Yogyakarta

JAKARTA, Indonesia — ‎KKetua Panitia Pemilihan (CP) Kongres PSSI Agum Gumelar mengingatkan PSSI untuk menampung aspirasi anggotanya. pemilih– miliknya. Tapi sSebagai Ketua Umum CP, partainya belum bisa memutuskan mau melangkah ke mana lokasi Kongres.

“Untuk lokasinya, bukan kewenangan panitia pemilihan yang menentukan. Kami KP hanya menampung aspirasi anggota kami pemilih bertanya dan menolak kenapa diadakan di Makassar. Kita sudah distribusikan ke PSSI, sekarang tergantung PSSI bagaimana memutuskannya. Aspirasi didengar atau tidak,” kata Agum, Senin, 12 September.

Sebelumnya, rencana PSSI menggelar kongres pada 17 Oktober di Makassar terancam gagal setelah pemerintah tak memberikan rekomendasi.

Agustus lalu, Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan kongres akan digelar pada 17 Oktober di Makassar. Usai putusan, teriakan penolakan dari par pemilih gema. Kebanyakan pemilih menolak kongres yang bertujuan memilih ketua umum, wakil ketua, dan anggota gaung PSSI diadakan di Makassar.

Sebagian besar menyerukan agar kongres tersebut diadakan selama tidak di Makassar, dengan alasan tekanan dan faktor politik yang mungkin timbul jika diadakan di sana.

Kemudian PSSI mengirimkan surat bernomor 557/UDN/286/V-III/2016 berisi permintaan rekomendasi Kongres kepada pemerintah. Surat itu dikirim pada akhir Agustus lalu. Pemerintah kemudian membalasnya dengan surat tertanggal 9 September.

Intinya, dalam surat bernomor S.2844/MENPORA/IX/2016, pemerintah menolak memberikan rekomendasi. Alasannya, Pemerintah meminta transfer lokasi Kongres. PSSI sejauh ini ngotot agar kongres digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Pemerintahan baru akan memberikan rekomendasi saat kongres digelar di Yogyakarta.

Namun sesuai ekspektasi pemerintah, rekomendasi baru akan diberikan jika kongres PSSI digelar di Yogyakarta, demikian bunyi bagian kedua poin surat pemerintah tersebut.

Surat yang ditandatangani langsung Menpora Imam Nahrawi itu menyebutkan alasan harus di Yogya, yakni sebagai momentum mengembalikan PSSI ke titik nol. Jadi Yogya sebagai tempat lahirnya PSSI mewakili reformasi PSSI yang bobrok saat ini untuk kembali ke titik nol.

Disinggung soal upaya intervensi, Deputi IV Kemenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan, surat soal rekomendasi digelarnya kongres di Yogyakarta memang berasal dari pihaknya. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti sebuah bentuk intervensi terhadap PSSI.

“Iya benar ada suratnya, dan itu rekomendasi dari pemerintah karena di suratnya ada surat permintaan dari PSSI,” kata Gatot melalui pesan singkat.

Gatot tak memungkiri sudah memutuskan ke mana harus pergi lokasi Kongres ada di tangan PSSI. Namun saat partai meminta rekomendasi, pemerintah kemudian memberikan pertimbangan, agar pilihan dan langkah PSSI tetap ditegakkan dalam semangat reformasi total dan komprehensif.

“Karena ada permintaan dari PSSI, maka pemerintah juga berhak memberikan sikap. Ini bukan paksaan. Itulah intinya tampakbahwa izin rekomendasi itu diberikan berdasarkan surat permintaan PSSI,” kata Gatot.—Rappler.com

Hk Pools