• April 18, 2026
Feyenoord vs Manchester United: Setan Merah mencari jalan keluar

Feyenoord vs Manchester United: Setan Merah mencari jalan keluar

Karena United tidak pernah menang dalam 2 laga terakhir Liga Europa, United berada dalam situasi sulit untuk bisa memenangkan pertandingan.

JAKARTA, Indonesia – Upaya Jose Mourinho mengembalikan mental juara Manchester United mulai membuahkan hasil – setidaknya di level domestik.

Dalam empat pertandingan, mereka menang tiga kali berturut-turut sebelum ditahan imbang 1-2 oleh Manchester City.

Hasil di 4 game pertama kurang sempurna. Tapi itu juga tidak terlalu serius. Kekalahan melawan rival sekotanya juga tidak terlalu serius. Mereka terbukti mampu memberikan perlawanan di babak kedua.

Jika mentalitas mereka masih sama seperti musim lalu, bisa dibayangkan seperti apa gol mereka saat dibombardir pasukan Josep “Pep” Guardiola. Pasalnya, dengan laga yang baru dimainkan 4 pekan, Mourinho masih bisa melakukan banyak perbaikan.

(BACA: Hasil Liga Inggris: City Kalahkan MU di Old Trafford)

Apalagi perlu diingat bahwa kompetisi ini berformat liga. Sebuah tim tidak harus terkalahkan untuk memenangkannya. Ini kompetisi yang panjang. Sebuah tim bisa kalah dalam beberapa pertandingan tetapi tetap memenangkan pertarungan jika mereka fokus pada perburuan gelar dalam jangka panjang.

Masalahnya, United tidak hanya berjuang di dalam negeri. Mereka juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja di tingkat Eropa. Apalagi Wayne Rooney dan kawan-kawan belum pernah meraih kemenangan di level Eropa sejak 25 Februari lalu. Setelah menang besar 5-0 atas Midtjylland, mereka kalah 0-2 dan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan rival beratnya Liverpool di babak 16 besar.

Oleh karena itu, kini United sudah berada di jalur yang tepat di level domestik, sudah saatnya Mourinho meningkatkan mentalitas timnya di level Eropa. Dan tes pertama itu bukanlah lelucon. Mereka dijadwalkan menghadapi juara Piala KNVB musim lalu Feyenoord pada laga pertama Grup A Liga Europa pada Jumat 16 September pukul 00:00 WIB di Rotterdam.

Feyenoord di tangan Giovanni van Bronckhorst mulai menunjukkan perubahan. Musim lalu, manajer berdarah Maluku itu berhasil mengakhiri puasa gelar Feyenoord selama 8 tahun dengan menjuarai Piala KNVB.

Musim lalu, rival abadi Ajax Amsterdam itu kembali menduduki posisi tiga besar Eredivisie. Sebuah perbaikan dari era Fred Rutten (2014-2015) yang hanya mampu finis di peringkat keempat plus tanpa nilai.

Musim ini, polesan mantan pemain Barcelona itu terus membuahkan hasil positif. Dirk Kuyt dan kawan-kawan tampil gemilang dalam 5 pertandingan. Total, mereka menciptakan 15 gol dan hanya kebobolan 1 gol. Artinya mereka mencetak rata-rata 3 gol di setiap pertandingan.

Pasukan Mourinho harus mengatasi agresivitas luar biasa tersebut. Apalagi Feyenoord kini berstatus pemuncak klasemen Eredivisie.

Situasi semakin sulit bagi United, karena di kubu tuan rumah terdapat musuh lama. Dia adalah Dirk Kuyt. Kuyt merupakan pemain setia Liverpool, musuh abadi United. “Posisi” Kuyt di Feyenoord tidak diragukan lagi adalah kapten tim.

“Saya bermain di Liverpool selama enam tahun. “Itulah mengapa pertandingan ini menjadi salah satu pertandingan terbesar saya musim ini,” kata Kuyt dikutip oleh Sports Mole.

Dengan laga terakhir menghasilkan kemenangan 3-1 atas ADO Den Haag dan United di kandangnya, Stadion Feijenoord, pasukan Van Bronckhorst berada dalam kondisi sempurna untuk menjamu United.

Gaya permainan agresif Feyenoord dengan formasi 4-3-3 akan menyulitkan United. Apalagi klub tersebut dijuluki Klub di Meuse Itu akan bergantung pada tim muda.

Memang, beberapa pemain andalan Van Bronckhorst seperti Eljero Elia, Kenneth Vermeer, Miquel Nelom, dan Sven van Beek mungkin akan absen. Tetapi, berdiri dalam barisan United juga tidak meyakinkan.

Hasil buruk di laga terakhir melawan City sedikit mengganggu kepercayaan diri tim. Mourinho diperkirakan akan menghadapi jadwal ketat dalam beberapa minggu mendatang di Liga Premier. Alhasil, pemain utama yang tampil pada laga melawan City akan dipertahankan. Sebaliknya, pemain muda akan bermain.

Bek kanan Timothy Fosu-Mensah akan mengisi posisi bek kanan yang biasa ditempati Antonio Valencia. Sedangkan Marcos Rojo akan menggantikan Luke Shaw yang cedera melumpuhkan di sisi berlawanan dari sayap.

Ujung tombaknya kemungkinan besar tak lagi diisi oleh bomber Zlatan Ibrahimovic. Striker Swedia itu akan ditahan karena kebugarannya untuk pertandingan Liga Premier. Posisinya akan diisi oleh striker muda Marcus Rashford.

Mourinho tidak terlalu mengkhawatirkan tim mudanya pada laga melawan Feyenoord. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari sistem yang dibangunnya, yakni memberikan kesempatan yang sama kepada para pemain.

Tujuannya agar mereka bisa menampilkan performa terbaiknya. Dengan cara ini, “persaingan” dibangun di tingkat internal.

“Dengan pengalaman saya selama bertahun-tahun sebagai manajer, saya hanya tahu satu cara untuk memilih pemain: bermain bagus dan Anda akan diberi kesempatan,” kata Mourinho. dikutip dari situs resmi United.

“Beberapa pemain muda bisa menghadapi persaingan seperti ini. “Saat tampil di lapangan, mereka tidak ingin mengecewakan,” imbuhnya.

Dengan situasi tersebut, banyak yang memperkirakan laga akan berakhir imbang. Sebagai dua tim yang – di atas kertas – difavoritkan di Grup A, hasil imbang akan menguntungkan kedua kubu. United perlu menjaga fisik di level domestik sementara Feyenoord hanya perlu menjaga peluang tetap terbuka. —Rappler.com

Hongkong Pools