• May 3, 2026

Buka puasa Ramadhan di Masjid Biru Armenia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Umat ​​Islam di Armenia hanya berjumlah satu persen, namun pemerintah tetap memberikan kenyamanan bagi warganya untuk beribadah

JAKARTA, Indonesia – Terlindung di antara gedung apartemen di pinggir jalan sibuk Mashtotslan nomor 12, berdiri satu-satunya masjid aktif di negara Armenia yang dikenal sebagai Masjid Biru Yerevan.

Masjid Biru dibangun pada tahun 1766 atas perintah Hussein Ali Khan yang saat itu menjabat gubernur Yerevan. Terdapat musala seluas 442 meter persegi, kubah utama setinggi 20 meter, dan menara setinggi 24 meter.

Selain itu juga terdapat perpustakaan, galeri foto, dan 26 ruang kelas untuk kajian agama.

Di hari pertama Ramadhan 2017 ini, beberapa pengurus masjid yang umumnya warga Armenia keturunan Persia sedang menyiapkan tempat untuk mengaji dan berbuka puasa bersama.

Memasuki masjid dengan karpet serba merah, sekitar 15 pria dewasa bergantian mengaji, dipimpin oleh Imam Masjid, Ahmed Shajaan. Sementara di sudut lain ruangan, beberapa orang, termasuk anak-anak, sedang menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa.

Sajian berbuka puasa disajikan kepada setiap orang di atas selembar plastik sepanjang empat meter diameter 50 cm berupa sepotong roti, segelas teh manis, segelas susu, tiga butir kurma, satu buah kurma rebus. telur, keju, irisan mentimun dan tomat.

Pengelola masjid menyiapkan makanan untuk berbuka puasa Ramadhan.  Foto oleh Hermanus Prihatna/Antara

Armenia merupakan negara yang terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia dan masih berada di benua Asia. Namun, negara ini, seperti Turki, juga ingin menjadi bagian dari Uni Eropa.

Agama mayoritas masyarakat Armenia adalah Kristen. Pada tahun 301 M, Armenia menjadi negara pertama di dunia yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi sebagaimana dideklarasikan oleh Raja Tiridates III. Dalam perkembangannya kini muncul toleransi terhadap pemeluk agama lain.

Peziarah berbuka puasa Ramadhan di Masjid Biru Yerevan.  Foto oleh Hermanus Prihatna/Antara

Agama Kristen dianut oleh 97 persen penduduk Armenia, diikuti oleh Katolik dan Kristen Ortodoks, sedangkan penganut Islam berjumlah satu persen dari populasi atau sekitar ribuan orang.

Hingga saat ini, pemerintah Armenia terus menjaga keberadaan Masjid Biru di negaranya, juga demi kenyamanan jamaahnya selama Ramadhan. —Antara/Rappler.com

Result Sydney