Jokowi dijadwalkan tampil di Entrepreneurs Wanted! yang dikemas berteknologi tinggi
keren989
- 0
Presiden Jokowi ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan digital di Asia dengan nilai industri sebesar $130 miliar pada tahun 2020.
BANDUNG, Indonesia – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara Entrepreneurs Wanted! yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 Desember 2017 di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung.
Pengusaha diinginkan! merupakan talkshow edukasi antara pengusaha dan pelajar yang diinisiasi oleh Kantor Personalia Presiden (PSO).
Ditargetkan lebih dari 2000 peserta pelatihan dan pelajar akan mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda Indonesia. Anak-anak muda yang disebut milenial akan bertemu dengan para wirausahawan terbaik Tanah Air, seperti Willian Tanuwijaya, CEO dan pendiri Tokopedia, serta Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan pendiri Amartha.
“Kami mencari wirausaha di kalangan anak muda dengan mengajak wirausahawan sukses untuk mentransfer ilmunya dan menginspirasi generasi muda,” kata Koordinator Media dan Publikasi Entrepreneurs Wanted!, Catharina Widyasrini, saat konferensi pers, Minggu 17 Desember 2017.
Karena sasarannya adalah anak muda, maka acara dikemas secara menarik dengan menggunakan teknologi tinggi atau hi-tech. Catharina mengatakan, acara march akan dilakukan secara digital.
“Penontonnya masih muda, jadi pendekatannya harus digital. Jadi jika digital hanya sekedar pameran, latar belakang“, soal, registrasi, semuanya pakai teknologi,” kata perempuan yang biasa disapa Rini itu.
Rini mengatakan, panitia akan memasang LED berukuran 12×3 meter di panggung utama. Konsep acara disusun secara interaktif. Soal juga tidak diajukan secara manual, melainkan digital melalui aplikasi Sli.DO
“Sli.DO merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan peserta memasukkan pertanyaan secara online. Nanti akan ditampilkan dengan LED di layar. “Jadi peserta bertanya menggunakan gadget,” jelas Rini.
Konsep ini sejalan dengan cita-cita Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai energi digital Asia dengan valuasi industri mencapai 130 miliar dolar AS pada tahun 2020.
Kepala KSP Teten Masduki mengatakan, pemerintah ingin merangsang tumbuhnya wirausaha khususnya di industri digital. Menurut Teten, Indonesia memiliki potensi yang diperlukan untuk menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia.
Merujuk pada Laporan Indeks Tetra Pak tahun 2017 yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 132 juta pengguna internet, dengan 40 persen di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial. Sementara jumlah pengguna internet yang mengakses media sosial melalui perangkat seluler mencapai 39 persen dari total pengguna internet.
Teten mengatakan, peran wirausaha dalam pembangunan Indonesia sangat penting. Selain berperan dalam penciptaan lapangan kerja, wirausaha juga memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui bidang usahanya masing-masing.
Namun sayangnya, jumlah pengusaha di Indonesia masih terbilang sedikit, kata Teten.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah wirausaha hanya mencapai 3,31 persen dari jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2017, sedangkan standar Bank Dunia adalah 4 persen. Dibandingkan negara ASEAN lainnya, jumlah pengusaha Indonesia lebih kecil dibandingkan Singapura (7 persen), Malaysia (5 persen), dan Thailand (4,5 persen), serta tidak jauh berbeda dengan Vietnam (3,3 persen).
Sementara itu, Deputi III Bidang Pengkajian dan Pengelolaan KSP Ekonomi Strategis berharap program Dicari Pengusaha! mampu membuka wawasan dan memberikan inspirasi bagi putra-putri masa depan bangsa, agar mampu menjadi wirausahawan tangguh di masa depan.
Sepanjang tahun 2017, KSP sedang mencari Pengusaha! rutin setiap bulannya. Pengusaha Menginginkan peluang! di Bandung berbeda dari sebelumnya karena diadakan dalam skala yang lebih besar. Di Bandung, ini merupakan acara kedelapan, namun baru pertama kali dihadiri Presiden.
“Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha di tanah air. Melalui perbincangan di kampus-kampus kita sebarkan virus wirausaha, agar penerus republik ini bisa terinspirasi dan belajar menjadi wirausaha sukses,” kata Denni. – Rappler.com