Bepergian di Selandia Baru dengan ‘Camper’
keren989
- 0
Ikuti kisah perjalanan Tommy Walker dan Mitchie saat musim dingin di Selandia Baru
Setelah menghabiskan waktu singkat di Selandia Baru tahun lalu, hati saya selalu berbisik bahwa saya ingin kembali ke sana. Saya hanya pergi ke Pulau Utara, tapi saya tahu Pulau Selatan juga punya rahasia yang siap diungkap.
Saya berencana menjelajahi Selandia Baru dengan melakukan perjalanan. Biasanya perjalanan seperti ini lebih seru jika dilakukan bersama-sama, namun saat itu saya tidak memiliki teman untuk bepergian. Bukan hal baru, saya lebih sering melakukannya bepergian sendirian dan bertemu dengan wisatawan yang lain dalam perjalanan. Namun kali ini sedikit berbeda. Rencana perjalanan ini sering saya ceritakan kepada teman baru saya, Michie, seorang wanita asal Filipina. Akhirnya aku memintanya untuk ikut.
Dan dia setuju!
Setelah menyewa camper van dari agen bernama Mode Car and Camper Rental di Auckland, petualangan pun dimulai. Camper yang nyaman sangat menunjang perjalanan kami. Toyota Estima yang mencakup semua akomodasi dan peralatan memasak yang kami butuhkan.
Saat itu musim dingin di Selandia Baru jadi kami membutuhkan pakaian hangat. Kami menjelajahi wilayah selatan dengan pemandangan yang indah. Meskipun saya berasal dari Timur Laut Inggris, saya tetap terkesima dengan pemandangan indah yang terlihat di pegunungan yang tertutup salju di seluruh Taman Nasional Tongariro. Kami berdua terkagum-kagum dengan pemandangan menakjubkan di antah berantah.
Jika Anda pernah menonton film Lord of the Rings, Gunung Tongariro adalah lokasi Gunung Doom. Pemandangannya menakjubkan dan kami berhenti beberapa kali hanya untuk menikmati keindahan. Sayangnya cuaca tidak mendukung kami melangkahbahkan beberapa jalan ditutup karena salju lebat.
Menuju langsung ke Wellington, Pulau Utara kami jadikan tujuan perjalanan yang dimulai dari Pulau Selatan. kita makan pai dengan saus keju bayam.
Wellington, pusat kebudayaan Selandia Baru adalah perhentian kami berikutnya. Karena kami hanya punya waktu satu hari penuh untuk berkeliling kota, mengunjungi Museum Te Papa, melihat Gunung Victoria dan berjalan menyusuri Cuba Street. Kami menemukan Best Ugly Bagels, sebuah toko kecil yang menjual berbagai macam bagel lezat tambahan.
Setelah naik feri semalaman, kami tiba di Picton, Pulau Selatan pada dini hari. Kami segera disambut oleh anjing laut di sekitar pelabuhan, awal yang baik untuk hari ini.
Menggunakan aplikasi Campermate NZ kami menemukan tempat menginap, Maitai Valley Motor Camp, yang terletak di tepi sungai, jauh dari keramaian.
Tujuan kami adalah mengunjungi Gletser Franz Josef yang terkenal. Saat kami memasuki Taman Nasional Franz Josef, kami menemukan sesuatu yang luar biasa. Di sebelah kiri kami terdapat pepohonan lebat, sedangkan di sebelah kanan kami terlihat puncak Gunung Cook. Di atasnya terdapat pelangi yang membuat pemandangan semakin indah. Saya menyebutnya Amazon dan Alp. Saat kami berhenti di tengah jalan, beberapa orang merasa terganggu. Tapi kami tidak peduli, pemandangannya terlalu bagus untuk dilewatkan.

Sore harinya kami sampai di lokasi perkemahan. Mitchie menyajikan spageti dan anggur untuk makan malam – sementara peserta perkemahan lainnya hanya makan mie instan. Sungguh makan malam yang mewah di dalam mobil kemping!
Keesokan paginya kami bangun pagi-pagi. Kami langsung naik ke Gletser Franz Josef. Belum ada seorang pun di sana, seperti yang kami rencanakan. Aliran sungai, air terjun, dan jalan berbatu membawa kami ke puncak Franz Josef.

Dalam perjalanan kembali ke lokasi perkemahan kami singgah sejenak di Peter’s Pond. Airnya yang sangat jernih menambah keindahan pegunungan.

Wanaka adalah tujuan kami selanjutnya dan tempat favorit saya dalam perjalanan, namun sebelumnya kami melewati beberapa pemandangan indah sambil menjelajahi Danau Hawea. Dengan latar belakang pegunungan bersalju, awan berputar-putar di bawah. Jika kata-kata saya kurang jelas, lihat sendiri di foto ini:

Wanaka sangat menyenangkan dan setelah bertemu teman-temanku, minum kopi, makan pai domba dan mint, serta minum bir, kami istirahat malam itu. Keesokan paginya kami bangun sebelum matahari terbit dan tanpa sengaja menemukan lokasi yang sempurna di antah berantah. Langitnya merah, ditambah pemandangan pegunungan bersalju, mata kami benar-benar dimanjakan.

Setelah berkeliling Wanaka, kami memutuskan untuk pergi ke Christchurch dalam perjalanan ke Pulau Utara. Christchurch merupakan kota yang cukup rentan terhadap bencana alam dan baru saja dilanda gempa tahun lalu. Meski demikian, kota ini tetap memiliki keunikan yang sayang untuk dilewatkan. Kami juga ingin mencoba sarapan yang lezat dan akhirnya menemukan Bunsen Cafe. Mereka menyajikan Eggs Benedict terbaik di dunia!

Kembali ke Auckland setelah 10 hari perjalanan, kami ingin beristirahat di tempat yang nyaman. Di tengah Queen Street kami menemukan apartemen untuk beristirahat.
Satu lagi yang melengkapi perjalanan kami, makanan lezat: Chicken Adobo! -Rappler.com
Tommy Walker adalah seorang penulis perjalanan asal Inggris yang telah melakukan perjalanan sejak tahun 2012. Ikuti Tommy melalui Facebook-nya: The Wandering Walker, di Instagram @thewanderingwalker, dan di websitenya www.thewanderingwalker.com.
Untuk diskon 5% dari Mode Cars & Campers Rentals, masukkan kode ‘5ONTOM’ atau klik Di Sini.