Masih adanya perlakuan diskriminatif terhadap atlet penyandang disabilitas
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Tidak semua pemerintah daerah mengirimkan atletnya untuk bertanding di Peparnas. Bahkan, ada atlet yang berangkat sendiri tanpa dibiayai pemerintah daerah
BANDUNG, Indonesia – Duta Besar Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat, Evan Lysandra mengaku prihatin dengan adanya perlakuan diskriminatif antara atlet Peparnas dan atlet PON. Ironisnya lagi, perlakuan diskriminatif diberikan oleh sejumlah pemerintah daerah.
Diakui Evan, apa yang diucapkannya bukan sekadar imajinasi. Ia mengaku sudah melihat langsung bagaimana perlakuan diskriminatif itu terjadi.
“Tadi saya tidak perlu menyebut nama pemda, untuk atlet PON dia (pemda) mengadakan acara pelepasan seperti itu. Tapi, bagi Peparnas (atlet) sangat disayangkan (sebaliknya). Ada yang berangkat sendiri-sendiri, kata Evan yang ditemui Rappler di acara Coffee and Tea with Paralympians yang memecahkan rekor Peparnas XV, Jumat, 21 Oktober di Trans Super Mall.
Perwakilan Jabar pada ajang Puteri Indonesia 2016 ini mengatakan, dari ajang ini terlihat bagaimana para atlet berusaha untuk bisa mengikuti Peparnas dan berprestasi. Evan juga mengatakan, perhatian yang diberikan berbagai pemerintah daerah terhadap atlet Peparnas sangat minim.
“Kalau pemerintah daerah benar-benar mendukung, saya kira kecil kemungkinannya mereka tidak mengirimkan atlet di semua cabang olahraga,” ujar perempuan jebolan Fakultas Teknik ini.
Meski demikian, ia memuji pelaksanaan Peparnas di Jabar, karena dinilai memberikan fasilitas yang tidak kalah dengan para atlet peserta PON. Bahkan, acara penyerahan medali bagi atlet disabilitas berlangsung lebih meriah.
(BACA: Proses penyalaan api Peparnas 2016 berlangsung dramatis)
“Tahun ini saya melihat langsung (bagaimana) PON dan Peparnas diikat,” ujarnya lagi.
Peparnas tahun ini diikuti 34 provinsi dengan jumlah atlet sebanyak 1.983 orang. Sayangnya, jumlah atlet yang dikirim kontingen tiap provinsi belum merata. Bahkan, ada kontingen yang hanya mengirimkan 3 hingga 4 atlet Paralimpiade.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan jumlah kontingen asal Jabar sebagai tuan rumah yang mengirimkan sebanyak 255 atlet atau kontingen asal Kalimantan Timur yang memfasilitasi 209 atlet.
Bahkan, ada 605 nomor pertandingan dari 13 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 2.145 medali yang diperebutkan. – Rappler.com