5 hal yang harus dilakukan jika atasan Anda memiliki “anak emas” di kantor
keren989
- 0
Meski terdengar sedikit kejam, namun bisnis “anak emas” di kantor itu benar-benar ada!
JAKARTA, Indonesia – Pernahkah Anda merasa sudah bekerja keras, mencintai pekerjaan, dan menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu, namun karier Anda tidak mengalami kemajuan? Apa pun yang Anda lakukan, atasan Anda tidak pernah memperhatikan Anda?
Di sisi lain, ada seseorang, rekan kerja, yang Anda rasa tidak melakukan sebanyak Anda, tidak bekerja sekeras Anda, namun kemudian dengan mudah naik ke level profesional yang lebih tinggi. Lalu Anda berpikir, “Dunia ini tidak adil.”
Mungkin itu semua hanya ada di pikiran Anda pada awalnya, namun sebenarnya, meski terdengar sedikit kejam, bisnis “anak emas” di kantor itu benar-benar ada!
Banyak bos yang justru mempunyai “anak emas” alias karyawan kesayangannya. Benar, manajer juga manusia. Namun persoalannya bukan apakah para atasan tersebut mempunyai “anak emas” atau tidak. Tapi ini lebih tentang apakah dia menunjukkannya atau tidak.
Lebih disayangkan lagi jika seseorang menyadari bahwa atasannya mempunyai bawahan favorit dan ternyata dia tidak masuk dalam daftar favorit tersebut.
Lalu apa yang harus Anda lakukan jika berada di posisi tersebut? Mulailah menyusun strategi baru dan simak beberapa tips dan masukan di bawah ini.
Jangan berhenti bekerja keras
Tetaplah bekerja dengan semangat, lakukan semua yang Anda lakukan sebelumnya, bahkan mungkin lebih baik lagi. Cobalah untuk mendapatkan masukan dari atasan Anda, tapi jangan terlalu banyak pekerjaan. Jangan bereaksi berlebihan terhadap apa pun yang terjadi. Jika atasan Anda lebih menyukai orang lain, bukan berarti dia membenci Anda.
Jangan memperkeruh keadaan dengan menjadi orang tidak menyenangkan yang penuh energi negatif. Anggap saja begini, kritik apa pun yang Anda terima dari atasan Anda adalah bentuk perhatian.
Jangan sombong
Bersikaplah profesional, tepat waktu, gesit dan selalu menawarkan ide-ide baru. Percayalah, setelah melakukan semua ini, apalagi orang-orang di sekitar Anda, atasan Anda pun pasti akan mulai menyadarinya.
Jangan terlalu menyombongkan diri dan mengatakan bahwa Anda adalah yang terbaik. Jujur saja, tidak ada seorang pun yang mau mendengar seseorang yang ‘menuntut’ sesuatu secara berlebihan.
Mintalah masukan dari atasan Anda
Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan atasan Anda. Hanya karena dia bos Anda bukan berarti harus ada jarak di antara Anda. Cobalah untuk meminta waktu dengan atasan Anda dan duduk bersama untuk mendiskusikan apa yang ingin Anda lakukan dalam jangka waktu tertentu.
Mintalah nasihat atasan Anda tentang apa yang perlu Anda ubah dan tingkatkan, apa yang perlu Anda kurangi. Mungkin jawaban atasan Anda akan mengejutkan Anda atau bahkan memberikan masukan baru. Bersikaplah terbuka dan serap semua informasi darinya.
Teruslah membangun hubungan
Jangan hentikan pekerjaan baik yang telah Anda lakukan, bahkan cobalah untuk terus melampauinya. Jangan menunjukkan terlalu banyak kemarahan dan sikap negatif. Konsistenlah dengan apa yang Anda lakukan.
Saat berhadapan dengan orang lain, bersikaplah profesional. Jangan menjadi seseorang yang selalu ingin tahu, penasaran atau selalu memaksakan kehendakmu.
Cobalah untuk menemukan kesamaan dengan atasan Anda. Ini bisa berupa nilai moral, tujuan, hobi, atau sekadar film atau musik favorit. Jangan memaksakan diri untuk mendekat dalam waktu singkat. Hubungan terbaik selalu dibangun seiring berjalannya waktu.
Jika semuanya gagal, pindah!
Jika Anda telah melakukan semua hal di atas tetapi masih merasa buntu dengan karier dan hubungan Anda dengan atasan, mungkin inilah saatnya untuk mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan di tempat lain.
Pada akhirnya, kebahagiaan pribadi Anda adalah yang utama. Dan ini adalah sesuatu yang harus selalu Anda ingat. Namun jangan emosi dan terburu-buru. Semuanya harus dipikirkan matang-matang. Jangan lupa, pastikan Anda memiliki pekerjaan baru sebelum meninggalkan pekerjaan lama Anda. –Rappler.com