• April 17, 2026
Ada 5 tugas menanti Kepala BIN Budi Gunawan

Ada 5 tugas menanti Kepala BIN Budi Gunawan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Salah satu tugas Budi Gunawan adalah menyelesaikan kasus pembunuhan Munir

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo resmi melantik Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Istana pada Jumat, 9 September.

Dengan resminya mantan Wakapolri menjabat sebagai Kepala BIN, kini ada beberapa posisi yang menunggu untuk diisi.

Tugas apa saja yang menanti Budi Gunawan pengganti Jenderal Sutiyoso?

1. Koordinasi antar badan intelijen negara

Tugas intelijen di negeri ini bukan hanya tugas BIN saja. BIN mempunyai fungsi intelijen dalam negeri dan luar negeri, TNI untuk intelijen bidang pertahanan dan militer, intelijen hukum yang dilakukan oleh kejaksaan, intelijen keamanan Polri, serta fungsi intelijen yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah lainnya.

“Semua ini mewarnai BIN, karena BIN harus mengkoordinasikan itu semua,” kata Budi Gunawan usai dilantik, Sabtu, 10 September.

2. Kasus pembunuhan yang belum terpecahkan

BIN pun punya pekerjaan rumah untuk mengungkap kasus-kasus yang belum terungkap. Salah satunya adalah kasus pembunuhan aktivis Munir yang hilang yang terjadi 12 tahun lalu.

Budi mengatakan, dirinya akan mengisi BIN dengan orang-orang yang berkompeten untuk mengungkap kasus-kasus masa lalu yang belum terungkap.

“Kalau kasus Munir belum jelas siapa pelakunya dan sebagainya. “Dari tudingan sebelumnya, kami jelas melihat ke depan untuk memajukan BIN ke depan agar diisi oleh orang-orang yang super, spesialis, dan terampil di bidang intelijen,” ujarnya.

3. Kurangnya staf

Sutiyoso menilai rendahnya kinerja BIN selama menjabat antara lain disebabkan kurangnya personel yang tersedia untuk menjalankan tugas-tugas penting.

Budi mengatakan akan ada strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Tentunya strateginya bermacam-macam, tentunya setiap orang perlu memiliki jaringan yang lebih baik. Jaringan dan akses ya, sambil menunggu tambahan tenaga,” kata Budi, lLulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1983 .

4. Kasus terorisme

Peran BIN harus diperkuat dalam mempublikasikan dan mencegah aksi teroris yang mungkin terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, menurut Budi, pihaknya akan mendapatkan manfaat dari perluasan yang terdapat dalam pengembangan RUU Terorisme.

“Kami berharap dapat mensinergikan kekuatan kita dalam memerangi terorisme, mulai dari pencegahan (peran intelijen) dan tindakan yang kita lakukan. mendukung data, lalu rehabilitasi,” ujarnya.

5. Penyanderaan berulang kali

Guna menyelesaikan kasus penyanderaan WNI yang sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, BIN akan melakukan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan sebelumnya.

Sepanjang tahun ini saja, sudah ada 26 anak buah kapal Indonesia (IBK) yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina.

“Kami akan evaluasi, sudah ada kesepakatan antar Panglima TNI. “Kami akan melihat kerja sama antara intelijen Indonesia dan Filipina,” ujarnya.

Mampukah Budi Gunawan menyelesaikan tugasnya dengan baik? —Rappler.com

Live HK