Ade Rai menjadi ‘personal trainer’ untuk Arya Permana, anak berbobot 190 kg yang mengalami obesitas
keren989
- 0
Biaya pengobatan Arya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan
JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Arya Permana ingin bisa berjalan kaki dari rumah ke sekolah yang jaraknya sekitar 60 meter, seperti saat ia dulu berbobot 100 kg.
Pasalnya, kini bocah dengan berat badan 190 kg itu kerap mengalami sesak napas selama beberapa detik setiap berjalan 10 hingga 20 meter.
Siswa kelas 4 SD tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat.
(BACA: Arya Permana, Anak Gemuk 190 Kg Dilarikan ke RS)
Idealnya anak seusia (Arya), dengan tinggi sekitar 1,47 meter, berat badannya sekitar 50 kg. Anak AP sekarang beratnya 190 kg, kata Julistyo, ketua tim dokter yang beberapa waktu dirawat Arya. lalu, kata.
Tim khusus beranggotakan 13 orang dokter bertugas menyelidiki penyebab obesitas yang dialami Arya, serta mengatur program diet agar berat badan Arya Permana menjadi berat ideal.
Selain tim dokter, Arya juga dibantu oleh binaragawan profesional, Ade Rai.
menjadi Ade Rai pelatih pribadi Arya Permana, setidaknya sejak 13 Juli, berdasarkan video Mister Asia 1995 yang diunggah ke akunnya Instagram pribadi.
“Dengan Om Ade ya,” ujar Ade dalam video tersebut sambil mengajak Arya mengikuti gerakan jongkok yang ia ilustrasikan.
Arya yang duduk di bangku di samping Ade lalu meluruskan lengannya sejajar dada sambil berdiri dan duduk kembali.
“Naik lagi, turun lagi. “Bangun kembali,” kata Ade mengulangi gerakan itu beberapa kali dengan lambat hingga membuat Arya tersenyum sambil mengikuti Ade Rai.
Tim perawat dan dokter yang menyaksikan hal tersebut pun mendukung Arya untuk bergerak menurunkan berat badan.
Panggilan hati
Dalam status media sosial berikutnya, Ade Rai mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat kepada Arya. Menurutnya, kehadiran Ade hadir untuk memberikan dukungan moril dan motivasi kepada Arya.
Saat ini Arya telah ditangani dengan sangat baik oleh tim medis RS Hasan Sadikin, oleh para ahli dari berbagai bidang latar belakang medis, kata Ade.
“Keberadaan kami hanya sekedar panggilan hati, tergerak untuk datang menjenguk Arya, tanpa ada harapan selain memberikan dukungan moril dan motivasi kepada Arya dan keluarga tentang pentingnya pola hidup sehat.”
Ade juga menjelaskan, Arya sendiri secara umum tidak ada indikasi dirinya mengidap penyakit serius. “Sejujurnya kekuatan kaki, kemampuan bergerak, semangat dan karakter menjadi modalnya untuk menurunkan berat badan,” ujarnya.
Ia mengatakan akan menyumbangkan beberapa peralatan olahraga untuk digunakan Arya dan mengirimkan pelatih dari pusat kebugaran miliknya, Rai Fitness, untuk mengunjungi dan memeriksa perkembangan Arya. Kebetulan, kata Ade, lokasi RS dan Rai Fitness Bandung berdekatan.
Berat badan Arya mulai turun
Sejak dilarikan ke rumah sakit pada Senin 11 Juli, berat badan warga tersebut bertambah Desa Pasir Pining, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, di sini turun menjadi 188kg.
Ayah Arya, Ade Somantri, meyakini perkembangan tersebut terjadi karena pola makan Arya lebih diatur ketat oleh pihak rumah sakit.
Menunya menurut dokter banyak karbohidrat, sayur, daging sedikit, pepaya, melon, ujarnya media.
Dokter pun menyarankan orang tua Arya untuk menjalankan instruksinya, seperti mewajibkan Arya berjalan sekitar 50 meter tiga kali sehari.
Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyatakan, biaya pengobatan Arya di RS Hasan Sadikin Bandung akan ditanggung Badan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. “Pemkab Karawang hanya menanggung biaya operasional keluarga Arya selama satu bulan masa perawatan di RSHS Bandung,” kata Cellica.
Sedangkan biaya lainnya seperti biaya pemeriksaan laboratorium untuk kebutuhan Arya akan ditanggung Pemkab Karawang dan Pemprov Jabar. —Rappler.com