• April 22, 2026
Ahok yang dianggap menghina ayat suci akhirnya meminta maaf

Ahok yang dianggap menghina ayat suci akhirnya meminta maaf

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Saya tidak bermaksud menghina Al-Quran.”

JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akhirnya meminta maaf kepada umat Islam karena telah menimbulkan kegaduhan atas pernyataannya pada Surat Al Maidah ayat 51.

“Saya katakan kepada umat Islam atau orang-orang yang tersinggung, saya minta maaf. Saya tidak bermaksud menghina Al Quran. “Lihat saja suasananya,” Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 10 Oktober 2016.

Ahok kini menjadi sorotan karena ucapannya saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 Oktober lalu. Saat itu, di hadapan warga Kepulauan Seribu, Ahok mengungkit Surat Al Maidah Ayat 51.

“Jadi jangan percaya pada orang, mungkin dalam hatimu kamu belum tentu bisa memilihku. Bohong dengan surat Al Maidah 51, macam-macam,” kata Ahok.

Ucapan Ahok menjadi populer setelah rekaman videonya tersebar di Internet. Banyak yang menilai Ahok menghina ayat suci. Bahkan ada yang berencana melaporkannya ke polisi

Dua calon gubernur yang akan bersaing dengan Ahok di Pilkada DKI 2017, yakni Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono pun turut mengkritiknya.

Anies menilai pernyataan Ahok tidak relevan, tidak perlu, dan mengganggu kenyamanan warga Ibu Kota. “Gunakan cara dan kata-kata yang tepat dan hormat ketika merujuk pada sesuatu yang dianggap sakral oleh siapa pun,” kata Anies.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono menilai pernyataan Ahok terkait Surat Al Maidah Ayat 51 menunjukkan Ahok tidak peka terhadap persoalan agama.

“Jika pernyataan-pernyataan seperti ini yang seringkali melukai hati terus terjadi, saya khawatir akan menimbulkan permasalahan sosial,” kata Agus Harimurti.

Ahok mengaku tidak bermaksud menyakiti perasaan umat Islam, apalagi menghina agama. Buktinya, warga Pulau Seribu tidak tersinggung saat mengutip ayat tersebut.

Maksudnya pada tahap itu hanya untuk menunjukkan, sebenarnya saya tidak ingin orang-orang yang mempunyai penafsiran seperti itu menjadi bingung, ujarnya.

Namun, ia akhirnya menyadari bahwa agama adalah urusan pribadi yang tidak boleh dibicarakan di depan umum. “Itu masalah pribadi, interpretasi pribadi,” ujarnya. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Pengeluaran SDYKeluaran SDYTogel SDY