• June 26, 2026
Apa saja area berbahaya di sepanjang jalur Vinta?

Apa saja area berbahaya di sepanjang jalur Vinta?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Biro Pertambangan dan Geosains mengidentifikasi 5 wilayah dekat jalur prediksi Badai Tropis Vinta yang rawan longsor dan banjir besar

MANILA, Filipina – Biro Pertambangan dan Geosains menandai setidaknya 5 wilayah yang berada di dekat perkiraan jalur Badai Tropis Vinta (Tembin) rawan longsor dan banjir besar.

Berdasarkan berkas formulir peta bahaya yang dihasilkan oleh badan nasional, wilayah rawan bahaya meliputi:

  • Dolores, Samar Timur
  • Laoang, Samar Utara
  • Kota Roxas, Capiz
  • Lihat
  • Kepulauan Dinagat dan Siargao

Untuk bersiap menghadapi kemungkinan dampak Vinta, MGB menyarankan para pejabat di wilayah tersebut untuk mengaktifkan dewan manajemen dan pengurangan risiko bencana di daerah mereka (barangay) untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Dalam buletin terbarunya, PAGASA telah memperingatkan bahwa hujan yang tersebar dan meluas diperkirakan akan terjadi di Visayas Tengah, Visayas Timur, Caraga, Davao dan Mindanao Utara dalam 24 jam ke depan. Warga di wilayah tersebut harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor. Itu mungkin mendarat Kamis malam atau Jumat pagi.

Tanah longsor

Pejabat setempat juga dapat melihat peta yang diunggah di situs MGB yang menunjukkan hal tersebut daerah rawan longsor akibat hujan dengan 3 warna – merah, hijau, kuning.

MGB menjelaskan, wilayah merah sangat rawan longsor. Jika badai melewati area merah, masyarakat harus waspada. Jika air memenuhi wilayah tersebut, kemungkinan besar akan terjadi tanah longsor.

MGB mengatakan dalam laporannya bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah merah harus selalu siap untuk mengungsi. Semakin lama curah hujan, semakin rentan wilayah merah tersebut. Yang berada di wilayah merah adalah pegunungan dengan kemiringan terjal, patahan, dan formasi batuan lemah struktur serta memiliki riwayat longsor.

Di sisi lain, kawasan hijau memiliki tingkat kerentanan sedang terhadap tanah longsor. Meski demikian, masyarakat yang tinggal di sini tetap perlu berhati-hati. Biasanya berupa pegunungan dan formasi batuan dengan kemiringan sedang.

Daerah yang berwarna kuning cenderung tidak mengalami tanah longsor. Namun, puing-puing tanah longsor masih dapat mempengaruhi wilayah tersebut karena dapat menjadi zona akumulasi.

Menurut MGB, mereka yang rawan longsor harus memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • retakan stres
  • pecahan batu dan sedimen
  • lereng geser, geser aktif berlangsung
  • retakan stres, set teras
  • meresap
  • kelebihan tanah yang tebal

MGB menambahkan, unit pemerintahan daerah dan warga di dataran rendah atau dekat bantaran sungai harus waspada memantau ketinggian air sungai. – Rappler.com

slot online gratis