Apa yang perlu Anda ketahui tentang memanah
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia — Tim Indonesia untuk pertama kalinya akan menurunkan atletnya di cabang olahraga panahan Olimpiade Rio 2016 pada Jumat, 5 Agustus.
Pertandingan ini dimulai sehari sebelum upacara pembukaan Olimpiade yang berlangsung di Brasil, negara Amerika Latin pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Bagaimana cara menentukan pemenang dalam olahraga panahan ini? Siapa yang difavoritkan di Olimpiade ini? Lalu bagaimana peluang atlet Indonesia di cabang olahraga ini?
(BACA: Tim panahan Indonesia ingin mengulang sejarah 3 Srikandi)
Siapa wakil Indonesia di Olimpiade Rio?
Indonesia mengirimkan 4 atlet panahan, satu putri dan tiga putra, ke Olimpiade Rio 2016. Mereka adalah Ika Yuliana Rochmawati, Agatha Ega Riau, Muhammad Hanif Wijaya, dan Hendra Purnama.
Ketiga atlet putra tersebut turun pada kategori individu dan beregu putra. Untuk pertandingan beregu, ketiganya berada dalam satu tim.
Bertanding di kategori individu putri, Ika Rochmawati berpengalaman berlaga di Olimpiade Beijing dan London 2012. tingkat 26 di dunia ini.
Atlet panahan unggulan Indonesia lainnya adalah Riau Ega yang menduduki peringkat 29 dunia. Olimpiade Rio 2016 merupakan Olimpiade pertama bagi Riau.
Apa aturan mainnya panahan di olimpiade?
Aturannya sederhana, yaitu pemanah harus mengenai sasaran yang berjarak 70 meter darinya.
Sasaran panahannya terdiri dari sepuluh lingkaran dengan diameter 12,2 cm – ukuran lebih kecil dari kebanyakan smartphone modern. Papan sasaran tembak ditempatkan 1,3 meter di atas permukaan tanah.
Jenis-jenis anak panah yang digunakan pada olimpiade adalah busur terbalikdan desainnya sudah ada sejak lebih dari 3.500 tahun yang lalu.
Diameter maksimum anak panah adalah 9,3 mm, tetapi sebagian besar anak panah yang digunakan berukuran 5,5 mm untuk kecepatan lebih tinggi. Anak panah yang ditembakkan oleh pemanah Olimpiade dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 240 km per jam.
Beban yang ditanggung pemanah ketika ia menarik anak panahnya (tarik beban) melebihi 22 kg untuk pria dan 17 kg untuk wanita. Berat total yang dibawa seorang pemanah pria dalam sebuah pertandingan adalah sekitar empat ton.
Menurut halaman resmi Olimpiade Rio 2016Atlet panahan harus mempunyai kekuatan, kelenturan, ketepatan dan perangai yang tenang.
Bagaimana cara menentukan siapa yang menang?

Setiap pemanah memiliki waktu 40 detik untuk menembakkan enam anak panahnya. Untuk babak final, setiap pemanah mendapat waktu 20 detik untuk menembakkan ketiga anak panahnya masing-masing.
Nilai yang didapat berkisar antara 10 untuk tepat di tengah papan sasaran hingga 1 untuk lingkaran luar. Setelah menembakkan 72 anak panah, poin yang dicetak oleh pemanah dijumlahkan. Pemanah dengan skor terbaik maju ke tahap berikutnya.
Untuk permainan tim, setiap tim terdiri dari tiga pemanah.
Istilah-istilah dalam memanah
Pengelompokan – Anak panah berdekatan pada papan sasaran, untuk menunjukkan pemanah menembak secara akurat dan konsisten.
Menyeret — Angin menyulitkan pemanah untuk mengarahkan anak panahnya.
Robin Hood — Tembakan yang paling sulit dilakukan: Tembakan anak panah yang tertancap pada sasaran sehingga panah pertama terbelah tepat di tengah.
Siapa atlet panahan terbaik dalam sejarah Olimpiade?

Sepanjang sejarah, atlet panahan peraih medali olimpiade terbanyak adalah Hubert van Innis dari Belgia dengan total 9 medali. Ia meraih 2 medali emas dan satu perak pada Olimpiade Paris 1900, serta 4 medali emas dan dua medali perak pada Olimpiade Antwerpen 1920.
Sedangkan pemanah putri peraih medali Olimpiade terbanyak adalah Kim Soo Nyung asal Korea Selatan dengan total 6 medali. Ia meraih 2 medali emas di Olimpiade Seoul 1988, satu emas dan satu perak di Olimpiade Barcelona 1992, serta satu emas dan satu perunggu di Olimpiade Sydney 2000.
Pada Olimpiade di Rio, olahraga panahan diikuti 128 atlet dari 56 negara. Negara yang kuat dalam olahraga ini adalah Korea Selatan. Tim Korea Selatan berhasil membawa pulang medali dalam delapan Olimpiade terakhir. Sejak tahun 1972, atlet panahan Korea Selatan telah meraih total 19 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu.
Siapa atlet panahan terbaik di Olimpiade Rio?

Kim Woo Jin (Korea Selatan) – posisi pertama di dunia menurut federasi panahan internasional. Olimpiade Rio 2016 merupakan Olimpiade pertamanya, namun sebelumnya ia berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2011 dan 2015, Piala Dunia 2012, dan Asian Games 2010.
Choi Mi Sun (Korea Selatan) – Merupakan pemanah wanita nomor satu di dunia berdasarkan data federasi panahan internasional. Olimpiade Rio 2016 adalah Olimpiade pertamanya, namun ia memenangkan medali emas di Piala Dunia 2015 dan 2016 serta medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2015.
Bagaimana biasanya penampilan atlet panahan Indonesia di Olimpiade?

Indonesia pertama kali mengirimkan atlet panahan ke Olimpiade pada tahun 1972. Sejak 20 tahun lalu, Indonesia mulai berpartisipasi dalam Olimpiade. Namun, tidak ada partisipasi dalam Olimpiade antara tahun 1920 dan 1972.
Medali olimpiade pertama Indonesia diraih Indonesia di cabang olahraga panahan, berkat “Tiga Pahlawan”. Mereka adalah Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani yang berhasil meraih medali perak kategori panahan beregu putri di Olimpiade Seoul 1988.
(TONTON: Tim panahan Indonesia siap menghadapi Olimpiade Rio 2016)
Wakil Indonesia bidang panahan pada masing-masing Olimpiade adalah sebagai berikut:
2012 – Ika Yuliana Rochmawati (gagal di Babak 16 Besar)
2008 – Ika Yuliana Rochmawati dan Rina Dewi Puspitasari (gagal di Babak 64 Besar)
2004 – Lockoneco (putra) dan Rina Dewi Puspitasari (gagal di Babak 64 Besar)
2000 – Hamdiah Damanhuri (tingkat 26)
1996 – Nurfitriyana Lantang (peringkat 32), Danahuri Dahliana (peringkat 36) dan Hamdiah Damanhuri (peringkat 42). Tim putri finis di peringkat ke-15.
1992 – Rusena Gelanteh (peringkat 40), Nurfitriyana Lantang (peringkat 33), Purnama Pandiangan (peringkat 24). Hendra Setijawan (peringkat 6, putra). Tim putri finis di posisi ke-9.
1988 – medali perak: beregu putri Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani.
1984 – Suradi Rukimin (putra ke-16) dan Donald Pandiangan (putra ke-43).
1980 – Indonesia tidak ikut serta dalam Olimpiade.
1976 – Leane Suniar (peringkat 9), Donald Pandiangan (putra, peringkat 19).
1972 – Tjoeij Lin Alienilin (tempat ke-37).
—Rappler.com