Arena sepatu roda belum siap
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Arena sepatu roda di Gelanggang Olahraga (GOR) Saparua dinilai belum memenuhi standar internasional.
BANDUNG, Indonesia – Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat dibuka pada Sabtu, 17 September 2017. Namun sejumlah sarana prasarana pertandingan masih belum siap.
Salah satunya adalah Gelanggang Olah Raga (GOR) Saparua, Jalan Ambon, Kota Bandung yang menjadi tempat olah raga sepatu roda dan judo.
“Banyak (bagian) yang mencuat di pagar pembatas, kalau (atlet) terbentur bisa berbahaya,” kata Pelatih Kepala Tim Sepatu Roda Jabar Andre Sudrajat saat ditemui Rappler di GOR Saparua. Rabu 13 September 2016.
Andre berharap panitia segera memperbaiki kekurangan tersebut karena dapat mengancam keselamatan atlet saat bertanding.
Membahayakan keselamatan atlet
Berdasarkan standar internasional, jelas Andre, baut pagar dan sambungan harus diisi agar tidak membahayakan atlet. Selain itu, para atlet saling mendorong kecepatan saat bertanding. Tabrakan mungkin saja terjadi.
Kejadian seperti itu, kata Andre, menimpa salah satu atletnya saat sedang berlatih. Saat itu atlet tersebut menabrak pagar pembatas dan harus dibawa ke rumah sakit.
Selain persoalan pagar pembatas, Andre juga mengeluhkan lintasan yang tidak memenuhi standar internasional. Dijelaskannya, lintasan tidak hanya harus diaspal, tapi juga dicat dengan cat khusus produksi negara seperti Italia, Amerika, dan Korea.
Permasalahan tersebut ia sampaikan kepada pihak terkait, namun belum ada tanggapan. Dia menduga hal itu terkait dengan keterlambatan pencairan dana.
“Kami harus memesan cat tiga bulan sebelumnya, karena pesanannya jauh dari China. “Sekarang tidak perlu terburu-buru, karena proses pengerjaannya juga lama,” kata Andre.
Menurut Andre, lintasan yang hanya menggunakan aspal akan berdampak besar terhadap kecepatan atlet. “Karena pada waktu-waktu tertentu aspal mengembang sehingga membuat ban menjadi berat,” jelas Andre.
Untuk memenuhi hal tersebut, kata Andre, pihaknya harus menyiapkan stok ban yang disesuaikan dengan kondisi aspal saat bertanding.
Sepatu roda akan mulai dipertandingkan di GOR Saparua pada tanggal 22 September 2016. Terdapat 16 medali emas yang diperebutkan pada 8 nomor putra dan 8 nomor putri.
Kontingen sepatu roda Jabar mengikuti seluruh nomor perlombaan.
Andre menargetkan timnya meraih 4 medali emas. –Rappler.com