Berapa gaji yang diterima Emirsyah Satar saat menjabat Dirut Garuda?
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Prestasi Emirsyah dalam memimpin Garuda telah memberinya beberapa penghargaan dari media nasional dan internasional sebagai CEO terbaik dan direktur paling inovatif.
JAKARTA, Indonesia – Korupsi kerap diklaim sudah mengakar di Indonesia, apalagi karena sulit diberantas. Apalagi godaan tersebut bisa saja muncul di benak individu dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.
Memang ada upaya pemerintah untuk memberikan gaji yang lebih tinggi kepada pegawainya agar tidak tergiur korupsi, namun salah satu contoh kasus yang baru-baru ini menjerat mantan Dirut Garuda Indonesia nampaknya membantah anggapan tersebut.
Seorang mantan CEO berkinerja tinggi terjebak dalam skandal
Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, resmi ditetapkan sebagai salah satu tersangka pada Kamis 19 Januari dalam kasus akuisisi mesin pesawat Rolls-Royce untuk pesawat Airbus Garuda.
Dia diduga menerima suap total Rp 20 miliar selama menjabat pada 2005 hingga 2014.
Pada periode tersebut, Emirsyah tercatat menjabat sebagai Direktur Utama Garuda, tepatnya sejak 21 Maret 2005 hingga 11 Desember 2014.
Sebelumnya, ia menyandang status Wakil Direktur Bank Danamon dan kemudian ditunjuk memimpin Garuda Indonesia yang saat itu sedang dilanda kesulitan keuangan.
Prestasi Emirsyah dalam memimpin Garuda membuatnya mendapatkan beberapa penghargaan dari media nasional dan internasional sebagai CEO terbaik, direktur paling inovatif dan sosok paling dikagumi selama beberapa tahun. Skandal yang menimpanya tentu mengejutkan banyak pihak.
Gaji direksi Garuda Indonesia
Di awal masa kepemimpinan Emirsyah di Garuda, menurut mantan Menteri BUMN Sugiharto, kepada media, Emirsyah digaji Rp 80 juta per bulan.
Seiring berjalannya waktu dan kondisi keuangan Garuda membaik, kompensasi yang diterimanya meningkat menjadi Rp 138,5 juta per bulan pada tahun 2013. Jumlah nominal tersebut belum termasuk bonus dan opsi saham yang totalnya mencapai miliaran.
Berdasarkan laporan keuangan Garuda Indonesia periode 31 Desember 2015 hingga 30 Juni 2016, maskapai ini mengalokasikan dana sebesar US$755.830 atau sekitar Rp10 miliar per 6 bulan untuk membayar gaji direktur. Artinya, Rp1,7 miliar per bulan dikeluarkan untuk membayar gaji 4 direktur di luar dana pensiunnya.—Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di Qerja.com, sebuah komunitas untuk berbagi informasi tentang pekerjaan dan gaji di Indonesia.