• April 20, 2026

Berita hari ini : Jumat 15 Desember 2017

Halo pembaca Rappler!

Simak halaman ini untuk mengetahui pilihan berita terupdate dari tim redaksi Rappler Indonesia pada hari Jumat, 15 Desember 2017.

Airlangga Hartarto tak akan mundur dari jabatan menteri meski terpilih menjadi Ketua Umum Golkar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku tak akan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Perindustrian. Padahal, Rabu malam kemarin, ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar secara aklamasi.

“Mari kita lihat satu per satu dulu. Ini adalah keadaan kahar. “Kita dulu adakan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa),” kata Airlangga yang ditemui awak media di rumahnya.

Dia menjelaskan, Konferensi Klub Nasional Golkar akan digelar pada 18-19 Desember. Dalam Munaslub akan ditentukan langkah-langkah strategis yang akan diambil partai berlambang beringin itu, termasuk pada posisinya sebagai ketua umum.

Ia mengaku sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan membahas terpilihnya Ketua Umum Golkar. Bahkan, kata dia, Jokowi akan menghadiri Munas tersebut.

“Saat ini kami sedang berupaya mengatur waktu yang tepat,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.

Setya Novanto akan menyinggung soal pelayanan kesehatan selama ditahan dalam nota keberatan

Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, menemui kliennya di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Ia datang untuk membahas isi nota eksepsi (keberatan) yang akan dibacakan pada Rabu 20 Desember.

Firman mengatakan ada beberapa hal yang akan ia masukkan dalam pengecualian kliennya. Salah satunya, Firman berencana memasukkan dugaan hilangnya tiga nama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari dakwaan kliennya dalam pengecualian. Tiga politikus yang hilang namanya adalah Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, dan Olly Dondokambey.

“Kami akan mencoba memetakan struktur dakwaan termasuk nama-namanya,” kata Firman di Gedung KPK.

Dia menyebut KPK telah melanggar hukum dengan kehilangan ketiga nama tersebut. Usulnya berbunyi: “Barangsiapa mendalilkan sesuatu, wajib membuktikannya.”

Hal lain yang akan masuk dalam catatan pengecualian adalah soal perawatan kliennya selama ditahan di Rutan KPK. Ia menilai pengobatan yang diberikan KPK kepada kliennya yang sakit tidak memadai.

“Sampai saat ini pemeriksaan kesehatan baru mendapat surat dari hakim dan diterima. “Tapi kami masih belum tahu proses dan tindak lanjutnya,” ujarnya.

Namun perbincangan dengan kliennya tak bertahan lama karena kondisi kesehatannya yang tak kunjung membaik. Baca selengkapnya Di Sini.

Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia menghimbau umat Kristiani untuk tidak merayakan Natal di Monas

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyatakan tidak akan mengikuti perayaan Natal yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada 2018. Alasannya, mereka ingin menghormati fungsi awal bangunan Monas.

“Pertama, kami melihat Monas dibangun bukan untuk tujuan berkumpulnya massa yang ingin mengedepankan kepentingan tertentu. “Jadi kami ingin Monas-Monas ini dijaga, dipelihara, dan memang menjadi monumen yang bisa mempererat kehidupan bersama,” kata Ketua Umum PGI Wilayah DKI Jakarta, Manuel Raintung.

Ia mengaku sudah empat kali bertemu dengan Pemprov DKI soal perayaan Natal di Monas. Dalam pertemuan tersebut, PGI menyarankan agar Natal digelar di tempat tertutup.

“Kami terakhir bertemu pada 11 Desember. Tapi, soal selanjutnya, kami belum bisa memastikan apakah (peringatan Natal) akan diadakan di Monas atau tidak. “Tapi yang jelas, PGI sudah mengimbau gubernur untuk tidak melakukannya di luar, melainkan di dalam ruangan,” ujarnya.

PGI menyarankan perayaan Natal secara tertutup bisa digelar di dua tempat, yakni di JIExpo Kemayoran dan Glodok Kemayoran. Namun, jika ada lembaga gereja lain yang ingin tetap berpartisipasi dalam perayaan Natal di Monas, PGI tidak akan menyalahkannya. Baca selengkapnya Di Sini.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengundang ICW datang ke Balaikota

MASUK GEDUNG.  Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandigaga Uno memasuki gedung saat hendak menyerahkan dokumen pendaftaran di kantor KPUD DKI Jakarta, Jumat, 23 September.  Foto oleh Rivan Awal Lingga/ANTARA

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengundang LSM Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk datang dan menyaksikan sendiri video rapat Pemprov DKI. Sandi bahkan menyebut ICW bisa bertemu dengan Dian Ekowati, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov DKI.

Hal itu disampaikan Sandi menanggapi kritik Adnan Topan Husodo, Koordinator ICW, soal sikap Pemprov DKI yang tidak lagi mengunggah video rapat ke YouTube.

“Saya mengajak ICW datang ke Kadikominfo dan melihat sendiri,” kata Sandi di Balai Kota.

Dia menampik Pemprov DKI kini terkesan tertutup karena tak lagi mengunggah video rapat di platform YouTube. Informasi terkait video pertemuan tersebut, kata Sandi, masih terbuka untuk umum. Asalkan masyarakat melayangkan surat ke Pemprov DKI.

“Kapan saja (bisa dilihat). Terbuka,” ujarnya.

Adnan sebelumnya mengkritisi sikap Pemprov DKI yang terkesan tertutup terkait rapat. Padahal, menurut dia, banyak kesepakatan tersembunyi dalam pertemuan-pertemuan tersebut. Dengan mengunggah video rapat, masyarakat bisa memantau. Baca selengkapnya Di Sini.

Jusuf Kalla membujuk Setya Novanto di depan para akuntan

PANGGILAN.  Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla berbicara pada Pertemuan Pembangunan Berkelanjutan PBB di Majelis Umum PBB di New York, 26 September 2015. Foto oleh Timothy A. Clary/AFP

Sindiran Setya Novanto dilontarkan Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla saat menyampaikan keynote speaker pada pembukaan seminar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Semarang. Dalam forum tersebut, JK tidak secara langsung menyebutkan nama.

“Akuntan yang baik akan membuat negara ini berkembang, tapi ada juga akuntan yang tidak begitu baik, seperti orang yang paling dicari minggu ini. Ternyata dia sakit dan juga seorang akuntan. “Tapi saya yakin dia bukan anggota Anda,” kata JK mengacu pada Setya yang kuliah akuntansi di Universitas Widya Mandala Surabaya.

Saat sidang perdana perkara pidana mati digelar di Pengadilan Tipikor dua hari lalu, dia mengaku sakit diare dan memilih bungkam. Bahkan, Ketua MK Yanto bolak-balik menanyakan identitasnya sebelum dakwaan dibacakan.

“Tadi saya bertanya kepada Pak Mardiasmo apakah dia anggota Anda. “Dia bilang tidak, jadi menurut saya kalau kamu akuntan yang baik pasti jadi anggota IAI,” ucap JK yang disambut tepuk tangan anggota IAI. Baca selengkapnya Di Sini.

– Rappler.com

sbobet mobile