Berita hari ini : Sabtu 9 Desember 2017
keren989
- 0
Halo pembaca Rappler!
Simak halaman ini untuk mengetahui berita-berita terupdate pilihan tim redaksi Rappler Indonesia pada hari Sabtu, 9 Desember 2017.
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Idham Azis melarang ormas melakukan penyisiran atau penyisiran di berbagai tempat saat perayaan Natal 2017. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan beberapa ormas agar tidak melakukan penyisiran.
Idham pun memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil tindakan jika ditemukan hewan ternak.
“Saya perintahkan Kapolri dan seluruh jajaran untuk tidak melakukan hal-hal seperti penyisiran Natal. Ini tidak diperbolehkan. “Semua kapolri yang melakukannya, mereka berkoordinasi dengan ormas setempat agar tidak melakukannya,” kata Idham di Mapolda Metro Jaya.
Ia meyakinkan masyarakat dapat melaksanakan perayaan Natal dengan aman dan lancar. Selain melarang penggembalaan ternak, Polda Metro Jaya juga menggelar operasi lilin. Operasi itu dilakukan beberapa hari menjelang perayaan Tahun Baru.
“Staf PMJ siap melaksanakan pengamanan Natal dan Tahun Baru, dua pertiga personel PMJ kami kerahkan,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik dikabarkan telah mengundurkan diri sebagai Ketua DPR melalui surat. Dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Fraksi Golkar, Setya menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya di gedung parlemen.
Ketua Koordinator Kesejahteraan Masyarakat DPP Partai Golkar Roem Kono membenarkan adanya surat pengunduran diri tersebut.
Memang ada pemberitahuan tidak resmi bahwa memang benar ada surat keputusan Ketua Umum Setya Novanto yang mengangkat saudara Aziz, kata Roem yang ditemui usai acara diskusi di Senayan.
Partai Golkar kemungkinan akan membahas surat DPP Setya pada rapat pelno partai tersebut pekan depan. Salah satu agendanya adalah pembahasan agenda Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Kepastian juga disampaikan Ketua Fraksi Golkar Robert Kardinal dalam rapat dengan berbagai fraksi di DPR, Jumat pekan lalu. Baca selengkapnya Di Sini.
Ustadz Abdul Somad mengaku tak henti-hentinya berpikir karena dituding sebagai sosok yang anti keberagaman dan tidak memiliki rasa cinta terhadap NKRI. Menurut dia, informasi tersebut sengaja disebarkan oleh para provokator.
Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan khutbah di Bali pada Jumat, 8 Desember.
“Benarkah saya anti NKRI? Katakan siapa? Sebelum berangkat ke Mesir pada tahun 1998, 100 anak Indonesia yang berangkat harus lulus tes Pancasila dan P4. “Saya termasuk salah satu dari 100 santri yang lulus,” kata Somad dalam khutbahnya.
Ditegaskannya, yang diuji bukan hanya bahasa Arab saja, melainkan Pancasila dan P4. Sekembalinya dari Mesir, Somad kemudian melamar menjadi dosen di sebuah universitas.
“Salah satu ujiannya adalah mencintai NKRI,” ujarnya.
Ia pun menceritakan pengalamannya pergi ke desa-desa di berbagai daerah. Selain berdakwah, ia juga mengaku menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak-anak pedalaman.
“Di Riau saya berjalan kaki selama 5 jam untuk sampai ke tepian sungai. Kami naik perahu selama 7 jam ke desa pedalaman. “Saya mengibarkan bendera Merah Putih bersama anak-anak desa tertinggal,” ujarnya.
Jadi, dia bisa menjamin rumor yang menyebutkan dirinya tergabung dalam kelompok radikal tidak benar. Ia mendapat penolakan dari massa yang tergabung dalam kelompok bernama Komponen Rakyat Bali (KRB). Menurut mereka, Somad sengaja menyebarkan konsep khilafah dalam ceramahnya. Padahal, konsep tersebut bertentangan dengan NKRI.
Berbagai syarat dipatok perwakilan massa kepada Somad jika ingin berdakwah di Bali. Ia kemudian memenuhi permintaan para pengunjuk rasa, yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya dan meneriakkan kematian NKRI. Baca selengkapnya Di Sini.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara resmi menyerahkan tongkat panglima kepada Marsekal Hadi Tjahjanto dalam acara serah terima di Mabes TNI di Cilangkap. Dalam sambutannya, Gatot mengingatkan prajurit TNI untuk menjaga netralitas menghadapi tahun politik 2018 dan 2019.
“Bangsa Indonesia akan menjalani tahun politik. “Tahun dimana rivalitas dan persaingan politik akan mewarnai keseharian bangsa ini,” kata Gatot dalam sambutannya.
Ia mengingatkan prajurit TNI untuk berpegang teguh pada prinsip netralitas.
“Saya ulangi, saya ingatkan kepada seluruh prajurit TNI untuk benar-benar tegas dalam menjaga prinsip netralitas,” ujarnya.
Ia juga meminta para prajurit mengutamakan penguatan semangat persatuan bangsa dan menjaga keberagaman bangsa.
“Tidak ada yang lebih mampu dan lebih bertanggung jawab untuk mewujudkan semua ini selain kita bangsa Indonesia,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, atas permintaan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, tarif kereta bandara diturunkan dan ditetapkan sebesar Rp 70 ribu. Tarif ini berlaku mulai Januari 2018.
Harga tersebut lebih murah dibandingkan seri sebelumnya yakni antara Rp75 ribu hingga Rp100 ribu.
“Sesuai perintah presiden Rp. 100 ribu mahal. “Kita hitung lagi, kira-kira (bisa diturunkan menjadi) Rp 70 ribu,” kata Budi usai memberikan siaran pers di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, tadi malam.
Budi akan meminta operator kereta bandara, PT Railink, untuk menggunakan tarif tersebut. Perusahaan kemudian disarankan mencari cara untuk menutupi kekurangannya.
“Kami minta Railink mendapat ‘revenue’ dari hal lain, seperti sponsor atau iklan, sehingga totalnya Rp 100 ribu. Tapi tarifnya untuk konsumen masih Rp 70 ribu, ujarnya.
Namun, jelasnya, karena KA bandara bersifat komersial, maka pemerintah tidak akan memberikan subsidi. Perusahaan juga akan menaikkan harga tiket berdasarkan pertimbangan komersial. Saat ini, Budi berharap tarif Rp70 ribu bisa bertahan selama satu tahun.
Namun PT Railink saat ini masih menerapkan tarif promosi Rp 30 ribu yang berlaku hingga Januari.
“Kemudian bulan Januari (tarif yang ditetapkan) Rp 70 ribu. “Itu untuk jalur terjauh,” ujarnya.
Kereta bandara seharusnya sudah beroperasi sejak 1 Desember. Namun hingga saat ini kereta tersebut masih menjalani uji coba. Baca selengkapnya Di Sini.
– Rappler.com