• April 23, 2026

Berita hari ini: Senin, 10 Oktober 2016

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pantau terus halaman ini untuk update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Senin, 10 Oktober 2016

Bareskrim menetapkan pemilik padepokan, Dimas Kanjeng, sebagai tersangka penipuan

Pemilik brankas Dimas Kanjeng, yakni Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ditetapkan penyidik ​​Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus penipuan senilai R25 miliar dengan metode penggandaan uang.

“Tersangka sudah (disebutkan),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto, Senin, 10 Oktober.

Selain menjadi tersangka di Bareskrim kasus penipuan, Polda Jatim juga menetapkan Taat Pribadi sebagai tersangka kasus pembunuhan mendiang Abdul Gani dan tersangka kasus penipuan senilai Rp 830 juta.

Taat juga dilaporkan ke Polda Jatim atas dugaan kasus pidana penipuan senilai Rp1,5 miliar dan Rp200 miliar. Namun kedua laporan tersebut masih didalami.

Taat Pribadi sebelumnya ditangkap karena diduga terlibat dalam rencana pembunuhan dua pengikutnya, yakni Abdul Gani dan Ismail.

Dalam pembunuhan ini, Taat Pribadi diduga memerintahkan anak buahnya, Wahyu, untuk membunuh Abdul Gani dan Ismail, karena kedua pengikutnya berencana mengungkap cara sang guru menggandakan uang. Lebih lanjut di Di antara.

Untuk mencegah banjir lebih lanjut, bangunan di sekitar Sungai Krukut akan dibongkar pada bulan ini

Pemprov DKI Jakarta berniat membongkar bangunan di bantaran Kali Krukut, Kemang, Jakarta Selatan, pada bulan ini.

“Targetnya Oktober. “Saat ini masih dalam tahap inventarisasi dan pendataan, selanjutnya akan kita sosialisasikan terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan, Senin, 10 Oktober.

Teguh mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir yang menggenangi kawasan elite tersebut beberapa waktu lalu.

Sementara itu, upaya yang dilakukan untuk mengatasi banjir di Kemang saat ini antara lain dengan melakukan pengerukan saluran penghubung, parit, pompa, dan tanggul pada tanggul yang rawan.

“Normalisasi dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta. “Yang paling mendasar ada di wilayah kota dan mikro,” kata Teguh.

Menurut dia, normalisasi yang dilakukan telah membuahkan hasil, banjir di sebagian wilayah Jakarta mulai mereda.

“Lihat saja, masih banyak daerah yang tidak terendam banjir. “Pada dasarnya normalisasi terus kita lakukan, pemulihan fungsi sungai dan aliran sungai sebagaimana mestinya,” kata Teguh. Lebih lanjut di Di antara. —Rappler.com

Keluaran Sydney