• April 7, 2026
Bom ikan meledak di Makassar, melukai dua orang

Bom ikan meledak di Makassar, melukai dua orang

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sebuah bom ikan meledak di sebuah rumah kos. Dua orang saat ini masih dirawat intensif dan dalam kondisi kritis.

MAKASSAR, Indonesia – Suara ledakan mirip bom terdengar di gang Jalan Barawaja 2 pada Selasa, 17 Mei sekitar pukul 19.15 Wita. Sontak suasana jalan yang sepi itu dikepung warga saat melihat beberapa orang membawa dua orang pria yang berlumuran darah.

Warga menggotong dua pria yang diduga korban ledakan dari rumah kos lantai 3 Jalan Barawaja RT 03 RW 01, Kelurahan Tamua, Kecamatan Tallo, Makassar. Menurut salah satu saksi bernama Abbas, ia langsung berlari dan melapor ke kantor kecamatan saat mendengar suara ledakan. Ia pun mengaku melihat korban diangkat ke dalam mobil dengan wajah berlumuran darah.

“Korban nampaknya pingsan, padahal tidak bergerak sama sekali. Namun identitas korban belum kami ketahui, padahal dia kos di sini,” kata Abbas di TKP.

Sementara menurut tokoh masyarakat yang turut mendengar suara ledakan, Rukiah Suluta mengatakan, kost tersebut baru selesai dibangun 3 bulan lalu. Bahkan, dia menyebut tidak ada laporan adanya orang yang tinggal di kediaman Haji Abdul Malik.

“Pagar ini selalu tertutup dan jarang ada aktivitas,” kata Rukiah.

Polda Sulsel kemudian menurunkan puluhan tim Gegana Brimob ke lokasi mulai pukul 21.00 WITA hingga 23.00 WITA. Mereka tampak damai sepanjang koridor asrama.

Area di TKP ditutup oleh polisi. Sementara itu, anggota tim Gegana dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pencarian sumber ledakan dan barang mencurigakan. Untuk alasan keamanan, staf mengenakan pakaian penjinak bom.

Menurut Kapolda Sulbar Irjen Polisi Anton Charliyan yang mendatangi TKP, hasil sementara ledakan berasal dari bom ikan. Hal ini terlihat dari detonator yang terdapat pada ruangan di lantai 3.

Detonator yang digunakan pelaku merupakan detonator buatan sendiri dan bukan buatan pabrik. Sementara itu, hingga saat ini bom yang digunakan kelompok jaringan teroris masih menggunakan detonator buatan pabrik.

“Kami masih sibuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Saat ini beberapa barang bukti yang disita antara lain cangkang buah-buahan, cairan kimia, dan detonator rakitan,” jelas Anton.

Kedua korban diduga merupakan pemilik bom rakitan tersebut. Identitas korban diketahui bernama Acong alias Nasrun asal Kolaka Utara dan Harun asal Lappa Sinjai. Keduanya masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Makassar.

Acong mengalami luka di kepala dan 3 jarinya patah. Sedangkan Harun mengalami cedera kepala dan patah kaki kanan.

Kedua korban masih dirawat intensif dan kritis, namun belum meninggal dunia, kata Anton.

Polda Sulbar masih mencari pemilik kos Haji Abdul Malik yang diduga terlibat dalam perakitan bom ikan tersebut. Berdasarkan penyelidikan polisi, bom tersebut bisa mencapai radius 400 meter.

Sementara cairan kimia yang ditemukan langsung dibawa ke Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar. – Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran HK