• April 20, 2026

Cara membedakan vaksin Bio Farma palsu dan asli

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Penting bagi orang tua untuk mengetahuinya sebelum mereka memvaksinasi anak mereka

BANDUNG, Indonesia – Kasus vaksin palsu kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara membedakan vaksin asli dan palsu.

Menurut Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Rahman Rustan, ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk membedakan vaksin asli atau palsu, antara lain:

  • Kandungan produk vaksin asli dan palsu berbeda-beda
  • Bentuk vaksinnya pun berubah, misalnya vaksin campak yang seharusnya dalam bentuk beku-kering menjadi cair
  • Pembelian tidak dilakukan melalui distributor resmi

“Di sini ada celah (vaksin palsu) ketika pembeli tidak memperhatikan distributornya resmi atau tidak,” kata Rahman kepada wartawan di kantor PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Padahal, menurut Rahman, hanya pemeriksaan laboratorium yang bisa memastikan apakah vaksin tersebut asli atau palsu. Namun masyarakat umum bisa menilainya secara kasat mata dengan ciri-ciri seperti di bawah ini.

Ciri-ciri vaksin palsu:

  • Harga jual lebih murah
  • Diskon gratis
  • Tidak ada tanda titik merah
  • Bentuk kemasannya lebih kasar
  • Nomor bundel tidak terbaca
  • Warna sumbat karet (tutup botol) berbeda dengan produk aslinya
  • Tidak ada nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Ada perbedaan tekanan kode batang kemasan vaksin palsu

Sifat vaksin asli:

  • Kemasan masih tersegel
  • Terdapat label yang memuat informasi tentang vaksin pada ampulnya
  • Label ampul biasanya dilepas setelah vaksinasi dan ditempelkan pada buku kesehatan, kemudian kemasannya dimusnahkan

Harus memenuhi persyaratan

Sementara dalam memilih distributor, Bio Farma mengaku tidak asal memilih. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Tidak hanya dari segi legalitas perusahaannya saja, namun juga harus memenuhi kriteria seleksi administratif dan teknis.

Artinya, ruang penyimpanan memenuhi persyaratan. Kemudian petugas penanganan di sana memenuhi syarat, karena vaksin harus disimpan pada suhu tertentu, didistribusikan pada suhu tertentu. “Vaksin akan rusak jika persyaratan suhu tidak terpenuhi,” ujarnya.

Baru 5 distributor resmi yang ditunjuk untuk mendistribusikan vaksin Bio Farma ke pihak swasta, yaitu PT Indofarma Global Medika, PT Rajawali Nusindo, PT Merapi Utama Pharma, PT Sagi Capri, dan PT Perusahaan Dagang Indonesia (khusus tender).

Sedangkan untuk sektor pemerintah, pendistribusian vaksin Bio Farma melalui dinas kesehatan provinsi yang menyalurkan langsung ke dinas kesehatan kabupaten/kota dan berakhir di puskesmas atau posyandu.

Untuk distribusi ke luar negeri, Bio Farma menyalurkannya melalui World Health Organization (UNICEF) atau badan dunia lainnya.

Rahman menjamin kualitas vaksin produksi Bio Farma yang dikirim melalui jalur resmi tetap terjaga dan asli.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak meragukan vaksin yang diperoleh selama program imunisasi pemerintah karena sudah sesuai standar internasional dan selama proses produksi sesuai GMP (Good Manufacturing Practices), mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi. , pengemasan, hingga distribusi.

“Jangan khawatir jika mendapat imunisasi gratis karena sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Tidak ada kesenjangan di sana untuk masalah kualitas,” katanya.

Vaksin produksi Bio Farma yang digunakan pemerintah dalam Pekan Imunisasi Nasional adalah vaksin Pentabio (DPT-HB-Hib), DT, Td, TT, Hepatitis B, Campak, Polio dan BCG. Bio Farma memastikan tidak ada satupun vaksin gratis yang diberikan pemerintah yang palsu. —Rappler.com

Result SDY