Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sejak dipimpin Agus Rahardjo, KPK hampir setiap bulan melakukan operasi penangkapan.
JAKARTA, Indonesia – Beberapa saat setelah dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 Desember 2015, Agus Rahardjo langsung melontarkan ancaman.
Ia berjanji akan mengintensifkan operasi tangkap tangan (OST) dan menyasar penjahat kelas kakap. “Saya ingin (OTT) diperluas,” kata Agus Rahadjo saat itu.
Tiga pekan setelah dilantik, Agus memenuhi janjinya dengan menangkap anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan: Damayani Wisnu Putranti.
Setelah itu, KPK hampir setiap bulan melakukan operasi tangkap tangan. Sasarannya beragam, mulai dari anggota DPR, hakim pengadilan tipikor, bupati, hingga pengacara artis.
Mereka bahkan menggelar dua operasi tangkap tangan di hari yang sama untuk dua kasus berbeda pada Maret dan April.
Hingga September ini, sedikitnya mereka sudah melakukan 10 kali operasi penangkapan. Berikut beberapa di antaranya:
September
- Tertangkap: Ketua DPD RI Irman Gusman
- Kasus: Kepuasan kuota impor gula
- Bukti: Rp 100 juta
Juni
- Ditangkap: Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, pengacara Saipul Jamil Berta Natalia, dan Samsul Hidayatullah, kakak Saipul Jamil.
- Kasus: Suap ini agar Saipul mendapat hukuman ringan dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang kini menjeratnya.
- Bukti: Rp 250 juta
Pada bulan Juni ini, KPK juga kembali melakukan operasi tangkap tangan, yakni
- Tersangka: Anggota Komisi III DPR Putu Sudiartana
- Kasus: Suap pemberian rencana pembangunan 12 jalan di Sumatera Barat (Sumbar)
- Bukti: 40 ribu dollar Singapura
Pada akhir Juni lalu, KPK juga melakukan operasi penangkapan terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Santoso.
Mungkin
- Ditangkap: Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu berinisial JP, Janner Purba
- Perkara: perkara pidana korupsi honorarium pengawas rumah sakit M Yunus, Bengkulu.
- Bukti: Rp 150 juta
April
- Ditangkap: Bupati Subang Ojang Sohandi, Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Devianti Roachaeni, Fahri Nurmallo (jaksa lainnya)
- Kasus: suap untuk meringankan tuntutan Bupati Subang Ojang Suhandi dan memastikan Ojang tidak terlibat kasus korupsi penyalahgunaan dana BPJS tahun anggaran 2014
- Barang bukti : Rp 528 juta
Pada hari yang sama, KPK juga melakukan operasi penangkapan lainnya, yaitu:
- Ditangkap: Panitera/Sekretaris (Pansek) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution dan seorang swasta bernama Doddy Aryanto Supeno.
- Perkara: Suap untuk memuluskan permohonan peninjauan kembali (PK) suatu perkara perdata yang terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
- Bukti: Rp 50 juta.
Berbaris
- Tertangkap: Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi, Direktur Utama PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja, dan pegawai PT APL Trinanda Prihantoro.
- Perkara: dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015-2035 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Strategis (Reklamasi) Pesisir Jakarta Utara.
- Barang bukti: Rp 1,14 miliar.
Pada hari yang sama, KPK kembali melakukan operasi penangkapan, yaitu:
- Ditangkap: Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya (BUMN) Sudi Wantoko, Senior Manager PT Brantas Abipraya Dandung Pamularno, dan Marudut (swasta).
- Perkara : suap penghentian penyidikan atau penyidikan tindak pidana korupsi pada PT Brantas Abipraya di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
- Penerimaan: US$148.835
Februari
- Ditangkap: Kepala Subdirektorat Kasasi Perdata, Direktorat Tata Usaha dan Tata Usaha Perkara Perdata Peradilan Umum Mahkamah Agung, Andri Tristianto Sutrisna. Awang Lazuardi, Ichsan Suaidi (Direktur PT Citra Gading Asritama).
- Kasus: Suap untuk menunda penyerahan salinan putusan perkara korupsi ke Pengadilan Negeri (PN) Mataram.
- Bukti: Rp 400 juta.
Januari
- Ditangkap: Damayani Wisnu Putranti dan lima orang lainnya.
- Kasus : Suap terhadap Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama.
- Barang bukti: Rp 8,1 miliar.
–Rappler.com