Dekatkan buku kepada anak dengan cara yang menyenangkan
keren989
- 0
“Sehingga anak bisa belajar lebih banyak tentang buku, tidak hanya sekedar buku untuk dibaca, tapi buku juga bisa dijadikan sebagai alat interaksi antara anak dan orang tua.”
BANDUNG, Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Buku Internasional, Pustakalana menggelar Festival Hari Buku Anak (FHBA) di Taman Cinta, Institut Teknologi Bandung (ITB) Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu 23 April 2017.
Ini akan menjadi festival buku ramah anak dan keluarga pertama di Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap visi Kota Bandung sebagai Ibukota Buku Dunia 2017.
Namun yang terpenting, FHBA sebenarnya diadakan dengan latar belakang keprihatinan terhadap rendahnya minat membaca di Indonesia. Berdasarkan studi “World’s Most Literate Nations” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat membaca.
Bahkan, Indonesia berada di atas negara-negara Eropa dalam hal penilaian infrastruktur yang mendukung kegiatan membaca. Data-data tersebut membuktikan bahwa inisiatif dari berbagai pihak, termasuk perpustakaan, sangat diperlukan untuk menggugah minat membaca masyarakat. Pustakalana mencoba berkontribusi dengan mengadakan kegiatan yang fokus pada buku anak.
“Kenapa kita fokus pada buku anak, karena kita ingin mengenalkan buku pada anak, mendekatkan buku pada anak, karena membaca buku membuka dunia. Dan mengapa targetnya adalah anak-anak? “Karena mereka adalah generasi penerus di masa depan,” kata koordinator acara, Yasmin Kartikasari.
Kegiatan ini tidak hanya memamerkan berbagai buku anak, namun juga menawarkan berbagai permainan berbasis buku (book based events) yang menarik minat anak. Antara lain bercerita dan membuat kerajinan tangan berdasarkan cerita “Halo Kepik, Jangan Malas”, Yoga for Kids dan mewarnai boneka kayu berdasarkan cerita “Ulat yang Sangat Lapar”, serta Membaca Keras dalam bahasa asing. buku.
“Sehingga anak dapat lebih mengenal buku, tidak hanya sekedar buku untuk dibaca, namun buku juga dapat dijadikan sebagai sarana interaksi antara anak dan orang tua dengan berbagai aktivitas yang merangsang imajinasi dan kreativitas anak. “Anak-anak juga bisa mengenal buku-buku dalam berbagai bahasa,” kata Yasmin.
Berbagai kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh Kilau Kinar Hudha. Gadis berusia 7 tahun mewarnai boneka kayu berdasarkan cerita “Ulat yang Sangat Lapar”.
“Acaranya seru sekali. “Saya sedang mewarnai boneka kayu,” kata Kilau yang juga melukis wajahnya dengan gambar kupu-kupu. Lukisan wajah merupakan salah satu dari beberapa kegiatan yang ada di kawasan FHBA.
Salah satu pengunjung, Olva Patriani, mengatakan berbagai kegiatan yang digelar sejalan dengan tema yang diusung panitia. “Acaranya bagus. Anak-anak mempunyai deskripsi buku yang berbeda-beda. “Sayangnya cuaca sangat panas sehingga pengunjung kepanasan,” kata ibu dua putri ini.
Selain berbagai kegiatan yang dikemas untuk anak-anak, juga digelar kegiatan untuk orang tua seperti talkshow bertajuk “Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca” dan diskusi publik “Melatih kemampuan literasi visual pada anak melalui membaca buku.”
Menariknya acara ini mengusung konsep #Goeiefees, yaitu festival yang ramah anak, juga ramah lingkungan. “Kid-friendly dimana akan banyak kegiatan untuk anak-anak dan non-perokok, serta ramah lingkungan dimana pengunjung dan artis diminta membawa tas belanjaan, botol minum dan makanan sendiri,” kata Yasmin.
Panitia juga menyediakan air minum isi ulang gratis dan bank sampah untuk penyimpanan dan penukaran sisa kemasan.
Sedangkan bazzar di area festival diisi dengan tenant-tenant yang menjual produk makanan dan minuman sehat seperti Puddingku Rempong dan Nuggetku Rempong yang terbuat dari bahan-bahan alami dan sehat, catering makanan organik, Fameal, dan Farmers Market yang menjual sayuran organik.
Acara ini dimeriahkan dengan penampilan tari dan musik, serta melibatkan sejumlah komunitas yang aktif mengkampanyekan gerakan membaca.
“Kami berharap buku dapat menjadi bagian dari kehidupan anak-anak melalui Festival ini. Kami percaya setiap anak harus mengenal buku sejak usia dini. “Yang perlu difasilitasi adalah cara mengenalkan buku-buku tersebut kepada anak dengan cara yang menyenangkan seperti dunia anak yang penuh warna,” kata Yasmin.
Buku adalah jendela dunia. Anda bisa mendapatkan harga lebih murah jika menggunakan kupon eksklusif dari Lazada Di Sini!
—Rappler.com