• April 20, 2026
Demi perannya, Karina Salim meneliti aborsi

Demi perannya, Karina Salim meneliti aborsi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ia berperan sebagai Saras dalam film terbaru berjudul ‘Salawaku’

JAKARTA, Indonesia – Karina Salim adalah wanita yang memiliki banyak segi. Tak hanya dikenal sebagai penyanyi dan salah satu balerina papan atas Indonesia, cucu dari H. Agus Salim ini juga semakin memantapkan karirnya di dunia perfilman Tanah Air.

Ditemui di sebuah restoran kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Selasa, 18 Oktober, Karina berbagi cerita tentang film terbaru yang dibintanginya bertajuk usia saya.

“Film ini bercerita tentang pencarian. Pencarian jati diri, keluarga dan kehidupan seseorang bernama Salawaku. Filmnya bergenre film jalan. Apa pun terjadi pada hari itu. “Ini bukan film cinta,” kata Karina.

Dari film usia saya, wanita kelahiran 24 Agustus 1991 ini berperan sebagai Saras. “Saras mengalami sesuatu dalam hidupnya dan dia pergi ke Maluku untuk menghilangkan kepenatannya. Di sana ia bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Salawaku dan hal itu mengubah hidupnya. Dia belajar banyak tentang kehidupan.”

Karina berperan dalam film berlatar belakang maluku dan merasa khawatir saat berangkat syuting. Maklum, ini merupakan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Maluku.

“Saya khawatir. Karena saya tidak tahan panas. Dan benar, matahari keras Itu sangat panas. Hari-hari pertama saya merasa pusing karena tidak tahan panas. Namun akhirnya hal itu terjadi kecanduan. Dan ketika saya kembali ke Jakarta, saya merasakan hidup saya berbeda, kata Karina.

Selain menyesuaikan diri dengan cuaca, Karina juga berjuang untuk menyempurnakan karakternya sebagai perempuan yang melakukan aborsi. Dia juga harus meneliti aborsi sebelum mulai syuting.

“Saya telah belajar beberapa kali dengan orang-orang yang pernah melakukan aborsi. Saya ingin tahu seperti apa rasa sakitnya. Trauma macam apa? Saya mendatangi orang-orang yang saya kenal. Saya tahu itu (aborsi) adalah masalah sensitif. Bahkan ada beberapa dari mereka yang masih marah padaku. Saya mengerti dan itu adalah risiko. Tapi saya harus tahu detailnya karena saya tidak pernah merasakannya.”

Namun bisa merasakan role dengan banyak karakter selalu dirasakan Karina sebagai sebuah keuntungan. Apalagi, ia ditantang dengan peran yang belum pernah ia mainkan sebelumnya.

“Karena aku melihatnya gadis cantik. Sebagai seorang aktor, saya ingin keluar dari zona nyaman itu. “Saya juga ingin menunjukkan kepada publik bahwa saya bisa melampaui karakter saya,” kata Karina, yang berencana mengakhiri kehidupan lajangnya tahun depan.

Film usia saya dirinya menerima delapan nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2016. Film Terbaik, Sutradara Musik Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Aktor Cilik Terbaik, Soundtrack Terbaik dan Sutradara Sinematografi Terbaik-Rappler.com.