Demikian isi pernyataan Freddy Budiman sebelum dieksekusi
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pernyataan Freddy sangat umum dan tidak menyebutkan nama, tempat maupun uang.
Jakarta, Indonesia – Sehari sebelum dieksekusi pada Jumat, 29 Juli 2016, gembong narkoba Freddy Budiman mengaku hanya sebagai eksekutor. dalam sindikat narkoba di tanah air.
Kepastian itu ada dalam rekaman video yang diterima Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly pada Kamis, 25 Agustus.
Meski menyebut dirinya sebagai eksekutor, Freddy tidak menyebutkan nama orang yang memberi perintah kepadanya.
“Tidak ada yang menyebut nama apa pun,” kata Tito kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat, 26 Agustus.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, akhir Juli lalu mengatakan bahwa Freddy pernah mengaku menyuap anggota BNN dan Polri agar bisnis narkobanya tetap berjalan.
“Menurut hitungan saya, selama beberapa tahun bekerja menyelundupkan narkoba, saya memberikan Rp450 miliar kepada BNN dan Rp90 miliar kepada pejabat tertentu di Mabes Polri,” Haris menirukan kalimat Freddy dalam postingan di akun Facebook bertajuk ‘Kisah Buruk Seorang Bandit’ pada tahun 2014.
Tim gabungan yang melibatkan polisi dan aktivis sipil menyelidiki pengakuan Freddy.
Menurut Tito, Freddy juga menyebut beberapa tudingan yang ditujukan kepadanya terlalu berlebihan. “Misalnya ada orang lain yang juga terlibat, kenapa ada pelaku lain yang memukuli saya saja. “Bukan pelaku yang lain,” mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini mengamini keluhan Freddy.
Tidak bisa menjadi bukti
Tito, Kapolri, mengaku rekaman keterangan Freddy sulit dijadikan acuan penyidikan. Rekaman yang berdurasi sekitar 11 jam itu, kata Tito, bersifat umum.
“Tidak ada nama yang disebutkan. Dia menyebutkannya secara umum. Sebutkan bahwa ada anggota yang mengetahui aktivitasnya. Anda tahu itu sangat kabur, tahukah Anda apa artinya? “Kami tidak mengerti,” kata Tito.
Dalam survei tersebut, Freddy juga menyinggung keterlibatan aparat penegak hukum dalam peredaran narkoba. Namun Freddy belum menunjukkan bukti yang mendukung pernyataan tersebut.
“Menurut saya, pernyataan itu sangat umum, tidak menyebutkan tempatnya apalagi uangnya. Mungkin kalau katanya, kami domain Polri untuk mengusut apakah benar yang disampaikan Haris Azhar terkait Rp 90 miliar kepada pejabat di Mabes Polri, kata Tito.
Tito mengaku menaruh harapan besar terhadap rekaman tersebut, dalam artian Freddy menyebut nama pejabat Mabes Polri yang terlibat peredaran narkoba agar pihaknya bisa segera melakukan penyelidikan dan polemik keterlibatan pejabat tersebut. Mabes Polri melakukannya. bisa diselesaikan.
“Harris Azhar tidak menyebut nama, tapi di sini (Freddy) dia juga tidak menyebutkan nama. “Kalau dia bilang ada yang tahu kegiatannya, otomatis tim independen akan fokus pada yang disebutkan,” kata Tito. – Rappler.com