Dengan Vietnam yang bermain imbang 2-2, Alfred Riedl masih mencari ‘starter’ terbaik untuk timnas
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Mentalitas menjadi salah satu nilai plus Timnas. Mereka mampu menyamakan kedudukan meski tertinggal dua gol saat pertandingan baru berjalan 12 menit.
JAKARTA, Indonesia – Tepuk tangan penonton masih terdengar di tribun penonton Stadion Maguwoharjo pada Minggu 9 Oktober. Nyanyian pujian Dukungan terhadap grup Garuda terus bergema. Mereka tak henti-hentinya memberikan dukungan meski Indonesia tertinggal dua gol di menit-menit pembuka saat pertandingan memasuki menit ke-12.
Namun pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, mampu memupuk semangat para pemain. Berawal dari kesalahan lawan, Zulham Zamrun sukses menyarangkan bola melalui tendangan bebas pada menit ke-27. Tak berselang lama, giliran Irfan Bachdim yang mencetak gol usai menerima umpan Zulham.
“Kami masih mencari kesepakatan starter terbaik. Makanya kami tidak terlalu peduli dengan hasil di laga ini, kata Riedl saat menjelaskan bagaimana peluang Indonesia menjuarai AFF 2016 tetap terbuka, Minggu 9 Oktober malam.
Alhasil, Riedl melakukan pergantian pemain di awal babak kedua. Hal itu dilakukannya untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan performa para pemain di bawah bimbingan Riedl.
“Kondisi ini memang ada dalam rencana kami. “Rotasi dan perubahan perlu kita lakukan agar tim ini benar-benar siap menghadapi AFF,” lanjutnya.
Di awal babak, Vietnam memang mampu mendominasi dan memberikan tekanan kepada Indonesia. Namun perlahan tapi pasti Indonesia mampu keluar dari tekanan meski sempat tertinggal dengan skor 0-2.
Di babak kedua, saat skor imbang, kedua tim berusaha menambah gol. Pergantian pemain dan gaya bermain bertahan yang lebih disiplin menyamakan kedudukan.
Menanggapi hasil ini, Rield mengaku tak terlalu kecewa. Padahal, hasil imbang merupakan hasil yang adil bagi kedua tim. Menurut Riedl, timnya hanya kalah karena terlalu kepanasan di awal pertandingan.
“Para pemain bermain lambat di awal babak pertama. Alhasil, kami harus cepat kebobolan dua gol. “Hasil imbang ini wajar karena para pemain memulai pertandingan dengan sedikit lambat,” ucapnya usai pertandingan.
Pelatih asal Austria itu yakin Boaz Salossa dkk mampu merespons. Memang benar, sepanjang babak pertama banyak peluang yang tercipta, hanya dua yang menjadi gol. Pada babak kedua saat rotasi dilakukan, Timnas juga tak mampu mencetak gol.
Menurut pelatih berusia 64 tahun itu, cukup sulit menjalani laga tersebut. Tidak cukup hanya sekedar motivasi dan semangat, racikan strategi harus tepat untuk mencetak gol.
“Di babak kedua kami lebih mengontrol permainan. “Kami hanya sedikit lebih bahagia, mungkin kami bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Vietnam Nguyen Huu Thang menilai pertandingan berjalan maksimal. Ia menyampaikan apresiasinya kepada pemain Indonesia yang memiliki mentalitas bagus. Menurutnya, semangat Boas dkk patut diacungi dua jempol.
“Indonesia tim kuat, pantang menyerah, buktinya kita unggul dan bisa menyamakan kedudukan,” ucapnya ketus.—Rappler.com