• April 22, 2026
Densus 88 menangkap seorang warga Malang yang diduga teroris

Densus 88 menangkap seorang warga Malang yang diduga teroris

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Densus 88 Anti Teror menangkap Kiki Rizky yang diduga bagian dari jaringan teror Abu Jandal

MALANG, Indonesia – Anggota Seksi Khusus Anti Terorisme (Densus) 88 menggeledah sebuah rumah di kawasan Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Sabtu, 9 Desember. Puluhan personel Densus 88 antiteror tampak mengenakan seragam serba hitam, helm, dan penutup wajah memasuki rumah yang ditempati Usman Abdullah Baya’kub.

Mereka menggeledah rumah untuk mencari bukti. Sementara beberapa personel Densus 88 Anti Teror lainnya menggunakan senjata laras panjang dan berjaga di luar rumah.

Garis polisi dipasang sebagai tanda warga dan masyarakat sekitar dilarang melintas. Gang-gang di kawasan pemukiman padat penduduk itu ramai dikunjungi warga yang penasaran dengan proses pencarian.

Namun prosesnya terjadi cukup cepat, hanya satu jam setelah dimulai pada pukul 13:14 WIB. Dalam penggeledahan tersebut, Densus 88 Anti Teror juga melibatkan Polres Malang Kota. Sayangnya, pihak Polres Malang enggan menjawab saat ditanyai hal tersebut.

“Kami hanya membantu keamanan. “Untuk keterangan lebih lanjut silakan ke Densus,” kata Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Dodot.
Dwianto.

Menurut Juru Bicara Polda Jatim Kompol Frans Barung Mangera, sebelumnya anggota Densus 88 Anti Teror menangkap terduga teroris Kiki Rizky alias Rizky Al Baiti alias Abu Ukasah. Dia diduga bagian dari jaringan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal al-Yemeni al-Indonesi. Kiki diduga direkrut dan bergabung dengan kelompok militan ISIS bersama Abu Jandal.

Dia bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai pejuang teroris asing. Disusul Tadrib Askari dan Ribath.

Terduga teroris diperiksa penyidik ​​di Mako Brimob Polda Jatim di Ampeldento, Malang, kata Frans.

Kiki diketahui berangkat ke Suriah sekitar tahun 2013. Dia diyakini telah berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS tanpa sepengetahuan keluarganya.

Sedangkan rumah yang digeledah Densus 88 Anti Teror adalah milik Usman Abdullah Bayak’kub, orang tua istri Kiki. Istri Kiki, Amiroh diketahui lebih sering tinggal di rumah orang tuanya dibandingkan di rumah pribadinya di Villa Sengkaling.

“Kadang-kadang dia datang ke sini seminggu sekali,” kata kakak ipar Kiki, M. Syarif.

Dalam penggeledahan, kata Syarif, anggota Densus 88 Anti Teror menyita sebuah telepon genggam. Kepada polisi, ia mengaku tidak mengetahui kalau kakak iparnya bergabung dengan ISIS. Terakhir kali pihak keluarga menghubungi Kiki adalah dua hari lalu.

Rizky mengaku bekerja sebagai travel manager, ujarnya.

Rekrut pengikut di Malang

Sedangkan perekrut Kiki, Abu Jandal, bergabung dengan ISIS pada tahun 2014. Ia tidak pindah ke Suriah sendirian, namun membawa serta enam anak dan istrinya.

Namun, Abu Jandal diyakini tewas di Mosul pada 8 November dalam pertempuran dengan tentara Irak. Meski informasi ini belum bisa dikonfirmasi.

Pria kelahiran 25 Agustus 1975 ini diketahui mengalami radikalisasi sejak pindah ke Malang empat tahun lalu. Selama tinggal di Malang, Abu Jandal sering berpindah-pindah tempat dan mengadakan pengajian untuk mendapatkan nafkah.

Ceramah yang beliau berikan diadakan secara tertutup dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun pengajian selalu diadakan di rumah jemaah.

“Studinya ditutup dan hanya diikuti sedikit orang. Jemaat tidak
banyak,” kata Ketua Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang,
Umar Usman.

Umar mengaku sudah lama mengamati aksi Abu Jandal. Menurut Umar, Abu Jandal berhasil merekrut beberapa warga Malang. Mereka juga menjalani pelatihan militer di Suriah.

Beberapa nama tersebut antara lain Achmad Junaedi warga Bumiayu Malang, Helmi Alamudin warga Karangbesuki Malang, dan Abdul Salim Munabari warga Kasin Kota Malang. Ketiganya ditangkap pada 26 Maret 2016 oleh Densus 88 Anti Teror. – Rappler.com

Keluaran SGP Hari Ini