• April 9, 2026

Duta Besar Bowoleksono dan Harry Tanoesuedibjo mewakili Indonesia pada pelantikan Trump

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sementara Ketua DPR Setya Novanto tak hadir

JAKARTA, Indonesia – Siapa saja wakil Indonesia yang akan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat, 20 Januari? Pertanyaan ini muncul di benak masyarakat.

Trump tidak mengirimkan undangan khusus kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk hadir di Gedung Putih. Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan hingga Rabu sore belum ada undangan dari pihak protokoler Istana.

“Menurut Pak. Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) tidak ada undangan (dari Gedung Putih) untuk masuk ke istana,” kata Johan Budi kepada Rappler, Rabu, 18 Januari.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengisyaratkan kemungkinan Duta Besar Indonesia untuk AS, Budi Bowoleksono, akan mewakili Indonesia pada acara pelantikan Trump.

“Saat ini jika diundang tentu Duta Besar Indonesia untuk Amerika akan hadir di sana (Gedung Putih),” kata Arrmanatha saat memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Luar Negeri, Rabu sore, 18 Januari.

Undangan Dubes Bowoleksono telah diterima Senin lalu. Selain Dubes Bowoleksono yang mewakili pemerintah Indonesia, Trump juga mengundang rekan bisnisnya Harry Tanoesuedibjo. Syafril Nasution, Direktur Corporate Secretary MNC Group, membenarkan kehadiran Harry di pelantikan Trump.

Benar (Harry Tanoe akan hadir), kata Syafril, Selasa malam, 17 Januari melalui pesan elektronik.

Ia menjelaskan, Harry Tanoe sudah berada di Washington DC sejak Senin, 16 Januari lalu. Pria bernama HT itu mendapat undangan khusus dari Donald Trump dan fasilitas akomodasi. Salah satunya adalah akomodasi yang disediakan tepat di depan gedung Capitol, tempat Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts akan mengambil sumpah Trump.

Selain bertemu dengan mitra bisnisnya, HT juga akan bertemu dengan berbagai calon investor di Negeri Paman Sam. Syafril menjelaskan, meski Trump telah terpilih sebagai presiden AS, ia tidak akan mengubah kerja sama bisnisnya dengan HT terkait proyek di Indonesia yang telah ditandatangani.

“Itu benar dan sebenarnya sedang dipersiapkan rencana untuk mempercepat pembangunan dan penyelesaian proyek tersebut,” ujarnya.

Trump diketahui mempunyai dua investasi besar di Indonesia, yakni pembangunan Trump International Hotel & Tower Bali dan Trump International Hotel & Tower Lido di Bogor, Jawa Barat. Untuk proyek di Bali, Trump Hotel bermitra dengan MNC grup milik HT.

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani sejak Agustus 2015. Mereka sepakat membangun resor di Bali, tepatnya di pantai dekat Tanah Lot. Resor mewah bintang enam ini merupakan Trump Collection Hotel Resort pertama di Asia.

Sementara untuk proyek kedua, Trump Hotel kembali menggandeng MNC Group untuk mengelola resor bintang enam di Lido. Ini merupakan resor Trump Hotel kedua di Asia yang dilengkapi dengan lapangan golf yang terintegrasi dengan fasilitas hiburan dan rekreasi.

Setya Novanto tidak hadir

Sementara itu, Ketua DPR Setya Novanto dipastikan batal menghadiri pelantikan Trump pada Jumat pekan depan. Hal itu dibenarkan Juru Bicara Partai Golkar Nurul Arifin.

“Dia tidak (hadir),” kata Nurul seperti dikutip media.

Nurul mengatakan, kemungkinan besar Setya akan bertemu Trump setelah pelantikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Rappler, Gedung Putih tidak mengundang Setya Novanto. Padahal, sebelumnya Setya sempat bertemu dengan Presiden AS ke-45 itu di Trump Tower pada 2015 lalu.

Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan pertemuan dengan Trump dimanfaatkan Setya untuk mengapresiasi besarnya investasi yang dilakukan sang maestro properti di Indonesia. Namun pertemuan yang seharusnya tidak diketahui publik itu justru menjadi sorotan saat Trump mengundang Setya berkampanye di Trump Tower. (BACA: Pro Kontra Kunjungan Ketua DPR ke New York)

Trump memperkenalkan Setya ke publik Negeri Paman Sam sebagai Ketua DPR RI. Akibat kejadian tersebut, Setya mendapat kecaman luas di Indonesia karena dianggap menyalahgunakan jabatannya sehingga terkesan Indonesia mendukung pencalonan Trump sebagai Presiden AS. – dengan laporan ANTARA, Santi Dewi/Rappler.com

uni togel