Enam cara menghilangkan kebencian di media sosial
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Bosan membaca konten negatif di dunia maya?
JAKARTA, Indonesia – Akui saja, akhir-akhir ini kita semakin banyak melihat hal-hal negatif di media sosial. Seringkali hal ini membuat kita merasa lelah.
Saya rindu melihat timeline media sosial yang dipenuhi dengan video makanan, kutipan hewan lucu, dan artikel yang mendorong kita untuk menjadi individu yang positif. Saat ini linimasa media sosial hanya diisi dengan cerita teman-teman, mulai dari betapa kacaunya aktivitas mereka hari itu, hingga detail kesehariannya.
Ada beberapa alasan mengapa media sosial membuat kita sulit bernapas akhir-akhir ini. Seseorang bisa mengatakan tinggal keluar untuk menghindari semua ini. Namun kenyataannya hal tersebut tidak mudah dilakukan. Karena pada kenyataannya, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan kita – bukti kehadiran virtual kita sendiri.
Padahal, ritual bangun pagi diawali dengan mencari ponsel dan mengecek isi timeline media sosial Anda. Ritual yang sama diulangi saat kita ingin istirahat. Inilah saat yang tepat untuk membuang semuanya dan menciptakan sesuatu yang positif. Mari kita perjelas umpan berita Kami!
Berikut beberapa cara menghapus hal-hal negatif di media sosial:
1. Berhenti mengikuti akun negatif
Mengurangi paparan terhadap hal-hal negatif pasti akan menjauhkan pikiran Anda dari hal-hal tersebut. Bebaskan diri Anda dari postingan negatif dengan cara unfollow atau unfollow akun pribadi atau grup yang menyediakan postingan yang tidak nyaman untuk Anda lihat.
Anda juga bisa memutuskan untuk keluar dari grup media sosial. Ketika Anda memutuskan untuk berhenti mengikuti atau keluar dari akun kelompok yang negatif, Anda tidak boleh bertindak kasar terhadapnya. Anda hanya mencoba membantu diri Anda sendiri.
2. Filter daftar teman
Anda memiliki ratusan teman di Facebook. Pertanyaannya adalah, apakah Anda mengenal masing-masing secara pribadi? Atau mungkin cukup mengenal mereka hingga sesekali mengobrol?
Jika kita menjawab ‘tidak’ pada kedua pertanyaan tersebut, saatnya memfilter teman-teman di akun media sosial kita. Untuk permintaan pertemanan, kita perlu memfilternya juga.
Pilihlah orang yang kita kenal dan hati-hati terhadap akun palsu atau akun palsu troll (mereka yang dengan sengaja memprovokasi atau menyinggung di dunia maya untuk kepentingan kesenangan/pribadi/kelompok). Akun-akun ini sering digunakan untuk mencuri data Anda yang dapat digunakan untuk mengakses akun media sosial Anda.
3. Perhatikan konfigurasi privasi
Pastikan kami hanya menampilkan halaman akun media sosial Andateman yang disetujui atau ke akun yang telah kami setujui untuk ditautkan. Mode publik aktif konfigurasi privasi Sebaiknya hindari hal ini, karena dengan begitu akun kita akan terbuka terhadap komentar dan berbagai informasi yang dapat dilihat bahkan oleh orang-orang yang ada di lingkaran pertemanan Anda.
Informasi pribadi seperti lokasi saat ini, alamat rumah dan informasi pribadi lainnya hanya boleh diungkapkan kepada teman Anda.
4. Deteksi troll
Troll adalah sumber utama hal-hal negatif yang ditemukan di media sosial. Penjelasan kita kepada mereka tidak akan ada gunanya.
Mereka tidak mau mendengarkan dan tanggapan mereka tidak rasional. Mereka menyerang aspek pribadi orang yang mereka ajak bicara ketika mereka tidak memiliki pandangan yang sama.
5. Waspada terhadap berita palsu
Berita palsu atau fake news menyebar lebih cepat melalui media sosial. Perhatikan sumbernya dan pastikan berasal dari media yang kredibel.
Kabar baiknya, Facebook sebagai media sosial yang banyak diakses masyarakat Indonesia memberikan tips mengenali berita palsu atau fake news.
6. Mulailah dari diri sendiri untuk menyebarkan hal-hal positif
Kita tidak bisa mendikte apa yang harus ditampilkan orang lain di media sosial, tapi kita bisa mengatur mood Anda. Mulailah mengubah diri Anda sendiri.
Bagikan postingan positif dan inspiratif. Kemudian mendorong orang lain untuk melakukan hal serupa melalui media sosial.
Sudahkah Anda mencoba salah satu dari enam tips tersebut? Atau kamu punya cara lain untuk menghapus hal-hal negatif di media sosial? Tulis pendapatmu di kolom komentar. – Rappler.com