Enam Fakta Kebakaran Gudang Kembang Api di Kosambi
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Gudang penyimpanan kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di kawasan Kosambi, Jakarta Barat, meledak pada Kamis pagi, 26 Oktober sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian ini mengagetkan warga sekitar yang tinggal di sekitar gudang.
Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kejadian tersebut mengakibatkan 47 orang meninggal dunia. Angka tersebut diprediksi akan bertambah mengingat terdapat 103 pekerja di gudang tersebut. Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan dan mengidentifikasi korban meninggal.
Tim forensik mengaku sulit mengidentifikasi mereka karena banyak jenazah yang dievakuasi telah terpanggang hidup-hidup. Polisi kemudian membuka posko identifikasi korban di RS Polri Kramat Jati.
Berikut enam fakta peristiwa memilukan tersebut:
1. Gudang penyimpanan kembang api baru beroperasi dua bulan
Dari informasi polisi, gudang pengepakan dan penyimpanan kembang api itu milik pria bernama Indra Liyono (40 tahun), warga Kalideres, Jakarta Barat. Sayangnya, saat ledakan terjadi, dia sedang berada di Malaysia. (BACA: Pemiliknya sedang berada di Malaysia saat gudang kembang api meledak)
Kapolres Metro Tangerang Kompol Harry Kurniawan mengatakan, gudang tersebut memang digunakan untuk meracik kembang api. Namun gudang tersebut diketahui baru beroperasi dua bulan.
“Ini hanya berfungsi selama dua bulan,” kata Harry kepada media.
Indra selaku pemilik gudang memberitahu Harry akan datang ke lokasi. Manajemen perusahaan pun mendatangi TKP dan rumah sakit untuk memberikan informasi kepada polisi.
Namun uniknya, warga yang tinggal di sekitar lokasi gudang tidak mengetahui bahwa lokasi tersebut digunakan untuk pembuatan kembang api. Salah satu warga bernama Benny Benteng yang tinggal di sekitar gudang penyimpanan mengaku hanya mengetahui gudang tersebut digunakan untuk menyimpan pasir putih Cina.
Warga tidak mengetahui bahwa gudang tersebut digunakan untuk pembuatan dan penyimpanan kembang api, kata Benny di kawasan Kembangan, Kabupaten Tangerang seperti dikutip media.
Hal ini tidak mengherankan, sebab sejak awal beroperasi, pintu gerbang selalu tertutup rapat. Mayoritas pekerja yang dipekerjakan adalah perempuan.
2. Klaim izin Anda
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, PT Panca Buana Cahaya Sukses sudah mengantongi izin. Awalnya perusahaan mengajukan izin operasional gudang, kemudian mengajukan izin pabrik pengemasan kembang api.
“Izin (izin) sudah selesai. “Ini gudang dan kawasan industri kecil dan isinya untuk pengemasan kembang api dan izinnya sudah selesai pada 2016,” kata Zaki. media.
Ia menyimpulkan, jika PT Panca Buana Cahaya Sukses mendapat izin, berarti perusahaan tersebut sudah memenuhi persyaratan.
“Itu dia di pabrik. Sudah memiliki izin keluar, artinya memenuhi persyaratan. Namun bagaimana implementasinya di lapangan? “Ini yang harus kita tegaskan, harus sesuai SOP,” kata Zaki.
Sementara saat ditanya lokasi gudang kembang api di dekat pemukiman warga, Zaki mengatakan tidak ada masalah. Sebab, industri perakitan kembang api sudah masuk ke area gudang.
“Dan itu diperbolehkan,” katanya.
Ia juga mengatakan, tidak ada masalah jika gudang tersebut dibangun tepat di samping pemukiman warga.
3. Indikasi mempekerjakan pekerja anak
Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membenarkan adanya indikasi PT Panca Buana Cahaya Sukses mempekerjakan pekerja anak. Sebab, ada korban luka yang berusia 15 dan 16 tahun.
“Tadi juga ada informasi, di sini juga, ada pekerja di bawah umur. Tadi ada yang berumur 15 tahun dan 16 tahun, jadi nanti kita serahkan dan pemiliknya harus bertanggung jawab, kata Ahmed di RSUD Kabupaten Tangerang.
Polisi membagi dua tempat untuk para korban. Untuk korban luka, mereka dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat, antara lain RS Ibu dan Anak Kosambi, Mitra Husada Teluk Naga, dan RSUD Kabupaten Tangerang. Data polisi menunjukkan ada 46 korban luka yang tersebar di tiga rumah sakit.
Sementara 47 jenazah korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
4. Sistem keamanan gudang dipertanyakan
Saat terjadi ledakan di gudang penyimpanan kembang api, puluhan pekerja terjebak di dalamnya. Mereka tidak bisa keluar dari gudang meski api sudah membesar dan asap tebal menyelimuti mereka.
Berdasarkan informasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Agus Suryana, mereka sempat mendobrak pintu gudang yang dikunci dari dalam.
“Setelah pintu dibuka, karyawan yang berada di luar pabrik langsung berlari menyelamatkan diri,” kata Agus media.
Meski banyak pekerja yang selamat, namun banyak di antara mereka yang mengalami luka bakar dan meninggal.
“Ada yang diseret oleh temannya, namun ada juga yang tewas terbakar,” ujarnya.
Dijelaskannya, bangunan gudang pengemasan kembang api ini dibagi menjadi dua bagian. Beberapa pekerja bekerja di bagian depan yang berada di luar gedung. Kemudian di tengah bangunan terdapat mesin dan gudang bahan baku kembang api dan kerupuk. Di bagian belakang gedung yang disegel tersebut terdapat pekerja di bagian pengemasan.
Menurut dia, petugas kesulitan mengevakuasi karyawan yang terjebak di belakang pabrik saat kebakaran terjadi Kamis pagi. Ledakan kedua terjadi dan lebih banyak korban berjatuhan.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku belum banyak mengetahui akses pintu gudang yang hanya ada satu itu. Menurut pemikirannya, akses sengaja dibuat dari satu pintu demi alasan keamanan.
5. Bukan kejadian kebakaran yang pertama
Berdasarkan penyelidikan, peristiwa kebakaran di kawasan gudang Kosambi, Tangerang, bukanlah kejadian pertama. Peristiwa serupa telah terjadi di beberapa tahun yang berbeda.
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) pada periode Januari hingga April 2015, sebanyak 20 pabrik dan gudang di Kabupaten Tangerang musnah terbakar. Ini belum termasuk kejadian kebakaran pada tahun 2016.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang yang bertugas saat itu, Teteng Jumara mengatakan, kejadian kebakaran paling banyak dialami pabrik pakaian, kertas, dan kimia. Penyebab kebakaran lainnya selain korsleting atau korsleting listrik juga terjadi karena kecerobohan karyawan saat bekerja dan ledakan akibat gesekan bahan kimia.
“Kawasan Kosambi merupakan kawasan pergudangan, sedangkan Cikupa merupakan kawasan industri. “Dua wilayah ini paling banyak terkena dampak kebakaran, penyebabnya bisa arus pendek, kecerobohan dan lain-lain,” kutip Teteng. media.
6. Siapkan postingan orang hilang
Jaya Kombes, Kabid Humas Polda Metro Argo Yuwono mengatakan, hingga saat ini masih ada 10 orang yang belum ditemukan dari gudang penyimpanan kembang api. Namun belum diketahui apakah mereka hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan pulang atau sekadar tidak masuk kerja.
Untuk itu, polisi mendirikan dua posko orang hilang. Satu di Polsek Kosambi, sedangkan sisanya di RS Polri Kramat Jati.
Dengan begitu, keluarga korban bisa memanfaatkan postingan tersebut untuk melaporkan jika ada anggota keluarga yang belum ditemukan dan sedang bekerja di sana.
“Di RS Kramat Jati kami telah mendirikan posko orang hilang. “Kita juga sudah buka di Polsek Kosambi, selanjutnya kita bawa ke Kramat Jati,” ujarnya.
Namun Argo meminta agar keluarga pelapor adalah saudara kandung. Salah satunya digunakan untuk membantu proses antemortem.
– Rappler.com