• April 20, 2026
Fasilitas agunan online untuk pinjaman usaha

Fasilitas agunan online untuk pinjaman usaha

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Startup ini membantu mencari solusi atas rumitnya pencarian modal bagi perempuan UMKM

JAKARTA, Indonesia – Sebanyak 44 persen perempuan memiliki keinginan meminjam dana untuk mengembangkan usahanya. Di pihak laki-laki, persentase yang ingin melakukan hal serupa adalah 40 persen.

Sumber dana yang diandalkan selama ini adalah perbankan. Namun, 40 persen perempuan mengalami kesulitan dalam bertransaksi dengan bank. Laki-laki yang mengalami masalah yang sama lebih kecil yakni 28 persen.

Data di atas dikutip Teguh B. Ariwibowo dari International Finance Corporation (IFC). Hal itu disampaikan CEO sekaligus salah satu pendiri start-up Pinjam.co.id dalam diskusi yang digelar dalam rangka Hari Kartini 2017 di Jakarta, Selasa 25 April.

Pembicara lainnya adalah Angkie Yudistia, CEO dan co-founder Thisable Enterprise dan Rodiatun Gumay, pemilik @gomy_shop dan @minimelsid. Keduanya adalah pelanggan pinjam.co.id.

Angkie dan Rodiatun berbagi pengalamannya mencari modal. Menurut mereka, kebutuhan dana cepat, baik sebagai modal maupun tambahan modal, seringkali menjadi kendala dalam memulai usaha.

“Kami percaya perempuan berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya. “Hambatan yang dialami perempuan dalam memperoleh akses modal usaha harus dihilangkan untuk mendukung peningkatan kompetensi perempuan di ranah publik,” kata Teguh.

Karena itulah ia dan rekannya mendirikan Pinjam.co.id. bisnis jasa teknologi keuangan (FinTech). Terlebih lagi, perempuan saat ini sudah memanfaatkan teknologi dalam usaha skala mikro, kecil, dan menengah. Yang dilakukan oleh startup ini adalah memberikan fasilitas gadai online bagi mereka yang membutuhkan dana dengan cepat.

Berbagai barang bisa dijadikan jaminan dalam proses gadai online, mulai dari sepeda motor, mobil, komputer, logam mulia, perhiasan, hingga gadget.

(BA: (10 Wanita Inspiratif Ini Bicara Tentang Peran Teknologi)

Dalam acara networking pemimpin perempuan bertajuk “Integrasi Perempuan dan Teknologi untuk Indonesia Lebih Sejahtera” yang digelar Rappler pekan lalu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Suryani Sidik Motik, mengingatkan perempuan untuk berinisiatif mendaftar. nama mereka sendiri ketika mereka membuka usaha.

Dia mencontohkan Restoran Ayam Goreng Suharti. Menurutnya, kasus ini merugikan perempuan, dimana ibu pemilik resep harus kehilangan kerja kerasnya setelah bercerai, karena menggunakan nama suaminya untuk membuka usaha. Pada awalnya banyak perempuan yang bergantung pada suami untuk mencari modal usaha.

(BA: Perempuan harus mendaftarkan namanya sendiri untuk membuka usaha)

Berdasarkan data yang dirilis IFC, terdapat sekitar 700.000 UKM di Indonesia pada Maret 2016 dan memberikan kontribusi sebesar 22 persen terhadap produk domestik bruto. Sebanyak 9,1 persen UKM dimiliki oleh perempuan.

Dari data tersebut, 51 persen merupakan usaha kecil, dan 34 persen merupakan usaha menengah milik perempuan. Artinya komposisi UKM yang dimiliki oleh perempuan hampir separuh dari seluruh UKM yang ada di Indonesia. UKM milik perempuan juga mempunyai prospek memberikan keuntungan dengan risiko rendah – Rappler.com

HK Prize