Hadi Tjahjanto yang diangkat menjadi Panglima TNI akan melanjutkan program Gatot
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Usai dilantik, Hadi mengaku belum terpikir untuk memindahkan personel TNI
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo akhirnya menunjuk Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Gatot Nurmantyo. Usai dilantik, Hadi mengundurkan diri dari pendahulunya.
Ia pun mengatakan akan melanjutkan program kerja yang dicanangkan Gatot.
“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada senior saya Jenderal Gatot Nurmantyo yang telah membimbing saya hingga mencapai puncak kepemimpinan. Jenderal Gatot memberinya banyak hal. Yang kemudian direncanakan Jenderal Gatot adalah sinkronisasi kekuatan dengan pembangunan nasional, kata Hadi, Jumat, 8 Desember, di Istana Negara, Jakarta.
Hadi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83/TNI/2017. Ia mengatakan, ada lima program prioritas pembangunan, yakni yang berlokasi di Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan Selaru.
“Program ini akan kami lanjutkan karena sejalan dengan program pembangunan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” kata Hadi.
Program lain yang akan direalisasikan adalah pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang disesuaikan dengan Rencana Strategis (Renstra) 2014-2019.
“Kita berpedoman pada alutsista yang dimiliki TNI saat ini, ‘Minimum Essential Force’. “Saat ini sudah memasuki renstra kedua tahun 2014-2019, jadi kita tinggal menunggu apa saja yang perlu segera dipenuhi,” ujarnya.
Beberapa alutsista yang akan segera diberikan antara lain jet tempur, pesawat angkut, radar, dan kapal selam.
“Ini yang kita tunggu di renstra kedua ini, jadi kalau renstra pertama dibagi 30 persen, 30 persen, dan 40 persen jadi 100. Kita tunggu realisasinya hingga 2019. “Rencana strategis kedua seharusnya sudah mencapai 30 persen,” ujarnya.
Saat ditanya soal rencana transfer, Hadi mengaku belum memikirkannya. Dia mengatakan, untuk mutasi pegawai ada aturan yang harus dipatuhi terlebih dahulu.
“Aturannya berdasarkan jukmin (petunjuk administrasi) yang ada jika pegawai sudah menjabat selama dua tahun. Maka perlu adanya tugas kedinasan untuk menunjang tugas pokok dan menunjang visi misi pimpinan, ujarnya.
Sebelumnya, pada 4 Desember, Gatot melakukan mutasi 85 perwira tinggi di tiga matra yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017. Namun, Gatot belakangan tak melantik 85 perwira tinggi dan menengah yang dimutasinya.
Kata dia, tujuannya agar Hadi dievaluasi kembali.
“Memang tidak melanggar hukum, tapi etis,” kata Gatot, Kamis, 7 Desember 2018. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com
BACA JUGA: