• March 4, 2026
Harry Tanoesoedibjo membantah adanya konflik kepentingan setelah Trump menjadi presiden AS

Harry Tanoesoedibjo membantah adanya konflik kepentingan setelah Trump menjadi presiden AS

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Konflik kepentingan baru akan muncul jika, setelah Trump memenangkan pemilu, Harry dan Trump menambah lebih banyak proyek.

JAKARTA, Indonesia – Pengusaha Harry Tanoesuedibjo membantah adanya konflik kepentingan dalam urusan bisnisnya setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Bos MNC group itu diketahui sedang membangun dua resor mewah di Indonesia yang nantinya akan dikelola jaringan Trump Hotel.

“Kami belum menambahkan proyek baru sejak dia memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden, jadi saya rasa tidak ada konflik kepentingan,” kata Harry dalam wawancara dilansir kantor berita Reuters, Rabu, 18 Januari. Trump. Hotel Internasional di Manhattan, tempat dia menginap sebelum terbang ke Washington DC.

Dia menjelaskan, konflik kepentingan baru akan muncul jika setelah Trump memenangkan pemilu, keduanya memutuskan untuk menambah proyek lagi.

“Di situlah kita mulai masuk ke wilayah abu-abu. “Sebenarnya proyek yang kita tangani ini sudah diputuskan jauh sebelum itu (pemilu),” kata Harry.

Diketahui, ia dan Trump menandatangani perjanjian pada awal tahun 2015 untuk membangun proyek real estate. Sebelumnya, taipan properti itu menyatakan tak akan membuat kebijakan baru di luar negeri selama ia menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam. Karena itulah, ia memberikan kedua putra tertuanya, Donald Jr. dan Eric untuk mengambil alih dan mengelola bisnis.

Harry mengaku berbicara dengan kedua bersaudara itu di Trump Tower selama 2,5 jam pada Rabu pagi untuk membahas kelanjutan pembangunan resor tersebut. Donald Jr, kata Harry, dijadwalkan kembali ke Indonesia pada musim panas ini.

MNC diketahui berinvestasi antara US$500 juta hingga US$1 miliar dalam pembangunan dua proyek di Indonesia. Resor yang akan dikelola oleh jaringan hotel Trump ini akan menampilkan hotel mewah, lapangan golf, dan klub. Harry memperkirakan resor tersebut akan mulai beroperasi pada awal tahun 2019.

Di saat banyak pihak yang khawatir dengan perubahan hubungan Amerika Serikat dan Indonesia, Harry justru melihat adanya peluang. Ia melihat adanya kemungkinan kesepakatan perdagangan yang lebih baik yang ditawarkan AS di bawah kepemimpinan Trump.

“Ketika AS bersaing terlalu ketat dengan negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok atau mungkin negara di Eropa, hal ini dapat menciptakan situasi di mana negara tersebut dapat mengalihkan investasinya ke negara lain. “Dan tidak menutup kemungkinan investasi akan dialihkan ke Indonesia,” ujarnya lagi.

Dalam wawancara tersebut, Harry pun terang-terangan mengutarakan kemungkinan dirinya akan mengikuti jejak Trump dengan mencalonkan diri sebagai calon presiden di Indonesia. Namun keputusan tersebut baru akan diambil pada akhir tahun 2018.

“Mungkin saya akan menelepon dia (Trump) suatu hari nanti untuk meminta nasihat politik,” ujarnya.

Harry menjadi satu-satunya pengusaha asal Indonesia yang diundang khusus Trump untuk menghadiri pelantikan hari ini di Gedung Putih. Perwakilan Indonesia lainnya yang akan hadir adalah Duta Besar Indonesia untuk AS, Budi Bowoleksono. (BACA: Dubes Bowoleksono dan Harry Tanoesuedibjo mewakili Indonesia di pelantikan Trump)

Sementara Ketua DPR Setya Novanto membatalkan kunjungannya ke Gedung Putih karena tidak mendapat undangan. – Rappler.com

uni togel