• May 2, 2026
Hary Tanoe memenuhi panggilan Bareskrim

Hary Tanoe memenuhi panggilan Bareskrim

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Hary Tanoe dilaporkan jaksa karena merasa terancam

JAKARTA, Indonesia – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri hari ini memeriksa Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dalam kasus dugaan pengancaman melalui pesan singkat kepada jaksa Yulianto.

Hary Tanoe tiba di gedung Bareskrim dengan menggunakan mobil Toyota Alphard sekitar pukul 07.30 WIB. Dia ditemani beberapa pria. “Nanti saja, oke?” kata Hary Tanoe kepada kru mediaSenin 12 Juni 2017.

Kadiv Humas Polri Kompol Martinus Sitompul sebelumnya mengatakan pihaknya memanggil Hary Tanoesoedibjo untuk menindaklanjuti laporan jaksa Yulianto pada Januari 2016.

Saat itu, Jaksa Yulianto yang menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak yang diajukan PT Mobile-8 Telecom Tbk periode 2007-2009 mengadukan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri.

Jaksa Yulianto mengaku menerima ancaman melalui pesan singkat dari nomor tak dikenal pada 5 Januari 2016. Dua hari kemudian, ia kembali menerima pesan ancaman dari nomor yang sama, kali ini melalui aplikasi WhatsApp.

Dari aplikasi WhatsApp, jaksa Yulianto kemudian mengetahui siapa pengirim pesan tersebut dengan melihat foto profil pengirim pesan tersebut.

Saat itu, Yulianto enggan menyebutkan nama orang yang dilaporkannya. Namun dalam Surat Bukti Pelaporan TBL/69/I/2016/BARESKRIM tertulis pihak yang diberitahu adalah Hary Tanoesoedibjo.

Hary didakwa melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Mengapa dilaporkan? “Karena saya punya cukup bukti,” kata Yulianto saat melapor ke Bareskrim.

Bukan SMS yang mengancam

Usai diperiksa, Hary Tanoe membantah dirinya diduga mengancam Jaksa Yulianto lewat pesan singkat. Ia mengaku mengirim SMS pertama pada 5 Januari 2016.

Saat itu, kata Hary, ia mengirimkan pesan yang berbunyi: “Kami akan buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Tidak ada kekuasaan yang bertahan selamanya. Saya terjun ke dunia politik dengan tujuan untuk membasmi para penegak hukum. yang sewenang-wenang, transaksional, dan menyalahgunakan kekuasaan. Ingatlah perkataanku, aku akan menjadi pemimpin Indonesia.”

Dua hari kemudian, lanjut Hary, ia kembali mengirimkan pesan, kali ini melalui aplikasi WhatsApp. Pesannya berbunyi: “Saya terjun ke dunia politik karena ingin Indonesia maju dalam arti sebenarnya.”

Hary mengatakan, selama pemeriksaan dirinya belum pernah melihat barang bukti berupa telepon genggam milik jaksa Yulianto. Seharusnya dia mau menyerahkan telepon genggamnya sebagai barang bukti, kata Hary.

Dalam kesempatan itu, Hary juga menegaskan tak terlibat dalam kasus Mobile. “Masalah ini tidak ada hubungannya denganku. Dan menurut saya bukan itu masalahnya. “Saya bilang bukan itu masalahnya, karena semua ada di laporan keuangan,” ujarnya.

—Rappler.com

Togel HK