• April 24, 2026
Indonesia prihatin dengan masalah keamanan jelang Olimpiade Rio 2016

Indonesia prihatin dengan masalah keamanan jelang Olimpiade Rio 2016

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Brazil sedang dilanda masalah ekonomi dan merebaknya virus nyamuk Zika

JAKARTA, Indonesia – Kementerian Pemuda dan Olahraga menginginkan jaminan bahwa kondisi di Brasil kondusif terhadap peningkatan kriminalitas di Rio de Janeiro, tempat penyelenggaraan Olimpiade 2016, Agustus mendatang.

Selain masalah keamanan, Kemenpora juga prihatin dengan penyebaran virus nyamuk Zika di negara Amerika Selatan tersebut.

Oleh karena itu dalam waktu dekat kami akan berdiskusi dan bertemu dengan Dubes Brazil di Indonesia dan memastikan bagaimana keadaannya dengan duta besar kami di Brazil, karena yang terpenting adalah kami memastikan Brazil kondusif untuk Olimpiade, ” kata menteri. Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Jakarta, Senin 11 Juli.

Terkait situasi di ajang tersebut, Imam menegaskan hal tersebut akan mempengaruhi psikologi para atlet yang bertanding, sehingga memastikan situasi keamanan yang baik menjadi hal yang perlu diutamakan.

“Karena saya tidak ingin psikologi pemain terganggu karena situasi keamanan di sana,” ujarnya.

(BACA: Bagian tubuh ditemukan di pantai Rio de Janeiro jelang Olimpiade)

Tingkat kejahatan di kota Rio de Janeiro cukup tinggi. Belum lagi resesi dan kondisi keuangan kota yang terpuruk.

Olimpiade, yang dimulai pada 5 Agustus, bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa perekonomian Brasil – yang terbesar di Amerika Latin – membaik.

Olimpiade juga akan digelar di tengah ketidakstabilan politik Brasil, ketika senat berupaya memakzulkan Presiden Dilma Rousseff, yang dituduh mengutak-atik keuangan negara.

Para atlet bulu tangkis dan tolak peluru sudah berangkat

Soal persiapan, Imam menjelaskan, sudah ada tim-tim olimpiade bulutangkis dan tolak peluru yang sedang menjalani program latihan di Afrika Selatan dengan berbagai kebutuhan disediakan kementerian.

“Dulu dana dan fasilitasnya kurang, semua itu kita penuhi, tinggal memberi saja mendukung dan doa semoga motivasi menang dan menjadi juara tidak berubah,” ujarnya.

Indonesia mengirimkan 25 atlet terbaik dari berbagai cabang olahraga dengan target dua medali emas, namun Imam menyatakan jumlah tersebut belum final.

“Belum ada penetapan akhir karena menunggu kepastian renang, namun dari 25 atlet saja, kami optimis akan ada kabar menggembirakan bagi prestasi olahraga kita di Olimpiade,” kata Imam. —Antara/Rappler.com

Baca laporan Rappler tentang Olimpiade Rio 2016:

Toto HK