• April 19, 2026
Ingat Maulwi Saelan dan cerita lucu pasukan Tjakrabirawa

Ingat Maulwi Saelan dan cerita lucu pasukan Tjakrabirawa

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pengawal terakhir Presiden Soekarno, Maulwi Saelan, tewas.

JAKARTA, Indonesia – Beberapa upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno pada tahun 1962 membuat pemerintah akhirnya membentuk kelompok khusus pengawal presiden: Tjakrabirawa.

Merupakan pasukan yang anggotanya terdiri dari beberapa unit. Tugas utama mereka adalah mengawal Presiden Soekarno. Tugas yang sulit. Apalagi kondisi politik saat itu sedang tidak menentu.

Namun, hari-hari anggota Tjakrabirawa tidak selalu dipenuhi ketegangan. Ada pun cerita lucu yang terjadi antara mereka dan Presiden Soekarno.

Kisah tersebut sebagian dituturkan oleh Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa, Kolonel Maulwi Saelan. Salah satu penulis buku “Maulwi Saelan; Pengawal terakhir Soekarno, Bonnie Triyana, mencatat beberapa cerita lucu tersebut di halamannya Sejarah. Berikut ini diantaranya:

Suatu hari, Bung Karno memanggil Maulwi Saelan ke istana. Usai bertemu, keduanya kemudian terlibat perdebatan sengit. Maulwi tetap teguh pada pendapatnya, begitu pula Bung Karno.

Bung Karno terlihat begitu emosi hingga wajahnya merah padam. Tiba-tiba presiden pertama Indonesia itu masuk ke dalam istana, meninggalkan Maulwi sendirian di teras belakang. “Oh mati aku, ini pasti dipecat,” kata Maulwi.

Tak lama kemudian, Bung Karno memanggil Maulwi untuk masuk ke dalam dan di luar dugaan, Bung Karno justru meminta maaf atas kesalahannya. “Maulwi, kamu benar,” kata Bung Karno, “Maulwi, kamu benar!”

Pengalaman unik lainnya adalah saat Maulwi Bung menemani Karno ke Italia. Saat iring-iringan mobil presiden memasuki kota Roma, tiba-tiba Bung Karno memerintahkan rombongan untuk berganti pakaian ke sebuah restoran.

Maulwi segera memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti perintah Presiden. Perintah mendadak ini mengagetkan anggota Tjakrabirawa lainnya. Lalu bertanya kenapa? “Presiden mau makan es krim dulu,” kata Maulwi sambil tertawa.

Tidak lama setelah Presiden Sukarno lengser, Maulwi dipanggil ke Korps Polisi Militer, satuan tempatnya berasal, dan kemudian dibebastugaskan dari Tjakrabirawa.

Senin, 10 Oktober 2016 lalu, Maulwi menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dalam usia 90 tahun. Beliau meninggalkan 6 orang anak, 14 cucu dan 5 cicit.

Jenazah Maulwi Saelan akan dimakamkan siang ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Tidak akan ada lagi cerita lucu tentang Tjakrabirawa darinya. —Rappler.com

Keluaran HK