Inilah 14 simpang lalu lintas di Jawa Timur
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kemacetan tersebar dari Bangkalan hingga Madiun
JAKARTA, Indonesia – Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan ada 14 titik rawan kemacetan selama masa mudik di Jawa Timur.
“Ada 14 titik sensitif kemacetan yang kami petakan dan kami berharap pengendara dapat mewaspadainya,” kata Wahid Wahyudi di Surabaya, Jumat 23 Juni 2017.
Kawasan rawan kemacetan pada masa mudik antara lain di kawasan Pasar Tanah Merah dan Pasar Blega di Kabupaten Bangkalan, Madura.
Di kawasan Pantai Utara (Pantura), kawasan sekitar Pasar Batat dan Brondong di Kabupaten Lamongan, serta Jembatan Duduk Youta dan Sembayat di Kabupaten Gresik rawan kemacetan.
Titik rawan kemacetan lainnya antara lain kawasan sekitar Pasar Baureno di Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bangil-Pasuruan, Pasar Ranuyoso dan Pasar Pakes Wetan-Kabupaten Lumajang serta Kabupaten Pasir Putih-Situbondo.
Sementara di jalur tengah, kemacetan cenderung terjadi di simpang Medaeng Sidoarjo, Kletek (Sidoarjo), jalur Purwosari-Karanglo-Kepanjang dan jalur Karanglo-Batu Malang, serta simpang Tol Pandaaan Pasuruan.
“Di sini mudah terjadi kemacetan karena ada jalan untuk memutar. Titik kemacetan juga ada di Pasar Lawang Malang, kata Wahid.
Daerah rawan kemacetan lainnya adalah Jalan Simpang 4 Kenanten-Kabupaten Mojokerto, Jembatan Kayen (tol)-Kabupaten Jombang, Jalan Simpang 3 Mengkreng (perbatasan Jombang-Kediri dan Kertosono) serta ruas Nganjuk hingga Madiun yaitu Guyangan- Bagor-Saradan-Karuban.
Menurut Wahid, kemacetan terjadi di ruas Nganjuk hingga Madiun karena terdapat empat perlintasan kereta api, belokan, dan tanjakan.
Kemacetan kendaraan biasa terjadi di jalan dua jalur dari Nganjuk hingga Madiun, serta di perlintasan Mengkreng yang menjadi tempat beroperasinya perlintasan kereta api, jembatan sempit, dan pedagang kaki lima.
Pada jalur tersebut kini telah dibuka tol fungsional Wilangan-Caruban yang menghubungkan Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Madiun sepanjang 18 kilometer.
Wahid yang merupakan mantan Pj Bupati Lamongan menjelaskan, pada ruas ini tol hanya digunakan dari arah barat (Caruban) hingga timur (Wilangan) sehingga tidak ada persimpangan dengan jalan arteri primer.
“Karena kalau arteri dipotong maka akan terjadi penumpukan dan sangat rawan kecelakaan. “Makanya jalur tersebut hanya digunakan satu arah, baik untuk mudik maupun pulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk jalur utama di kawasan Pantai Selatan, titik rawan kemacetan berada di Persimpangan 3 Jembatan Ngantru-Kabupaten Tulungagung. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com