Itu merupakan fenomena alam karena Allah menurunkan hujan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sandiaga mengaku sudah menginstruksikan SKPD untuk menindaklanjuti banjir di ibu kota
JAKARTA, Indonesia – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah memberikan sejumlah instruksi kepada SKPD untuk melakukannya Segalanya menghadapi musim hujan dan bencana banjir. Hal itu diwujudkan dengan mengaktifkan pompa di berbagai titik ibu kota, normalisasi sungai, penyiapan tanggul, dan pembersihan saluran air yang tersumbat.
Mantan Ketua KADIN ini enggan menyalahkan banjir karena merupakan fenomena alam yang seharusnya bisa diprediksi. Ia khawatir jika menyalahkan alam, ia akan terkena kualat.
“Instruksi (yang saya berikan) Segalanya. Sebentar lagi kita tidak akan bisa melawan alam. Jadilah kuat nanti ketika kalian bertarung. Ini merupakan fenomena alam karena Allah menurunkan hujan. “Kalau sistemnya bagus, maka hujan bisa menjadi berkah bagi warga,” kata Sandi saat ditemui di Balai Kota, Senin, 11 Desember.
Ia pun menyadari, bukan hanya ibu kota Jakarta yang dilanda banjir. Begitu pula kota-kota lain di dunia. Menurutnya, yang terjadi merupakan dampak perubahan iklim sehingga fenomena serupa diprediksi akan semakin sering terjadi.
Ibu kota kembali dilanda banjir sore tadi setelah hujan hanya mengguyur beberapa jam saja. Foto-foto di media sosial sudah menunjukkan tempat-tempat di ibu kota yang lumpuh karena genangan air.
Salah satu lokasi terparah adalah terowongan Dukuh Atas yang terisi air. Akibatnya, akses jalan menuju Manggarai dari Sudirman terputus.
Pria 48 tahun itu membenarkan, banyak pompa yang masih berfungsi. Dari 9 pompa yang ada, hanya tiga yang mati.
“Jadi teman-teman tidak perlu khawatir karena teman-teman SKPD sedang bekerja. Saya bisa memantau semuanya. Tapi, aku juga tidak mau merepotkan mereka dengan harus melapor padaku. Yang penting pelayanan kepada masyarakat all out, kata Sandi.
Sandi mengatakan, pihaknya terus memantau situasi banjir di Jakarta melalui fasilitas Jakarta Smart City. Ia juga mengatakan, tidak semua wilayah tergenang air.
“Di sini (ruang Jakarta Smart City) saya lihat pintu air di sini berwarna kuning. Marina 189, (Masjid) Istiqlal dalam kondisi aman karena hijau. Warna merahnya sesuai dengan nama jembatannya. “Alirannya pada peringatan 1, kondisi hujan dan sebagainya,” jelasnya.
Hal lain yang diperkirakannya adalah tumbangnya pohon dan baliho di sepanjang jalan. Dia mengatakan, kemungkinan besar pohon-pohon tinggi tersebut akan ditebang oleh Pemprov DKI. Hal ini dilakukannya demi keselamatan warga.
Sandi menunda upaya tersebut, karena mendapat protes dari komunitas tertentu.
“Namun melihat kondisi seperti ini sudah tidak memungkinkan lagi, karena dapat membahayakan orang lain. “Jadi, kami berharap pengertian dari teman-teman komunitas pecinta pohon,” ujarnya.
Sandi berharap tidak ada lagi kecelakaan akibat pohon tumbang.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendataan dan Pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan sangat deras mengguyur Jakarta hari ini. Melalui akun media sosialnya, ia menyebut curah hujan sangat tinggi hingga drainase tidak mampu menyalurkan aliran ke permukaan.
Analisis satelit Himawari 8 menunjukkan hujan sangat deras melanda Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan sebagian Jakarta Timur. Kondisi ini menyebabkan drainase tidak mampu menyalurkan aliran permukaan sehingga mengakibatkan terjadinya banjir/penggenangan. Sebagian air banjir sudah surut. pic.twitter.com/qKQGfJEjpy
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) 11 Desember 2017
“Akibatnya terjadi banjir atau genangan. “Terlihat sebagian air banjir sudah mulai surut,” kata Sutopo di akun media sosialnya. – Rappler.com