Jadi gelar itu penting, tapi pengalaman magang punya nilai lebih
keren989
- 0
Sudah menjadi tradisi ketika kita lulus kuliah, perayaannya sangat luar biasa. Mempunyai gelar sarjana apalagi dengan nilai yang memuaskan pasti akan membuat bangga orang tua. Alhasil, banyak mahasiswa yang mengejar gelar, IPK tinggi, dan cepat lulus, hanya karena mereka menganggap hal tersebut merupakan jaminan kesuksesan ketika memasuki dunia kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, Tingkat Pengangguran Terbuka (OPR) di Indonesia mencapai 7,56 juta orang pada bulan Agustus 2015. Angka tersebut setara dengan 6,18% dari total 122,4 juta tenaga kerja. Selain itu, sekitar 600 ribu pengangguran terbuka merupakan lulusan perguruan tinggi baik diploma maupun sarjana.
Ya kamu tahu lah! Lalu apa kunci kesuksesan seseorang?
Pernahkah Anda mendengar konsep 70:20:10? Konsep ini diperkenalkan oleh McCall, Lombardo dan Eichinger dari Center for Creative Leadership (CCL) berdasarkan survei terhadap 200 manajer tentang kunci kesuksesan. Intinya berdasarkan survei ditemukan bahwa 70% kesuksesan dapat dicapai melalui pengalaman, 20% jaringan, dan 10% pendidikan formal.
Menariknya, kunci sukses sebenarnya adalah pengalaman.
Tunggu sebentar, bagaimana dengan itu? lulusan baru alias anak yang baru lulus? Jawaban pertama adalah magang.
Ya, program magang ini memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah pengalaman. Magang memberi siswa kesempatan untuk merasakan dunia kerja nyata. Mereka yang sebelumnya hanya hafal Teori Komunikasi untuk ujian kini bisa menerapkannya di dunia kerja.
Tak hanya itu, juga pengalaman berinteraksi dengan banyak orang, menghadapi masalah, dimarahi atasan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
Melalui magang, seseorang juga bisa menemukan passionnya secara langsung. Apakah pekerjaan yang dijalaninya cocok? gairah-miliknya? Apakah dia menginginkan pekerjaan seperti itu sebagai karier?
Saat ini magang tidak lagi sekedar membuat kopi, memfotokopi file atau mencatat, banyak pekerja magang yang diberikan tugas penuh layaknya karyawan tetap. Menyenangkan, bukan? Semakin banyak pengalaman yang bisa Anda peroleh.
Oh iya, banyak juga orang yang memilih magang di luar negeri yang pastinya banyak manfaatnya untuk pengembangan diri.
Magang di luar negeri, atau menjadi perantau, biasanya akan membentuk karakter seseorang. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri serta lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Seorang penasihat karir mengatakan bahwa unsur penting dalam dunia profesional adalah ketika kita memperhatikan dan mampu mengikuti norma-norma yang berlaku dalam suatu perusahaan.
Untuk itu kita harus mempunyai sikap adaptif. Bisa dibayangkan kalau kita tidak bisa menyesuaikan, kantor mulai jam 9 pagi tapi karena alasan tertentu,”Saya bukan orang yang suka bangun pagi”, lalu kami baru sampai jam 11. Kita belum lihat cara kerjanya, sudah bisa digolongkan minus karena ini saja ya?
Tidak hanya beradaptasi dengan norma-norma yang berlaku di perusahaan tempat Anda bekerja, namun juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Misalnya saja 10 tahun lalu dunia digital masih dimanfaatkan oleh kelompok tertentu. Siapa sangka akan ada profesi seperti itu melihat hanya internet?
Bisnis internet = IT. Namun saat ini berselancar di internet bukan hanya untuk anak-anak IT. Ada spesialis konten, Spesialis SEO, pengembang aplikasi, ada… oh, banyak sekali! Jika kita tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, kita bisa ketinggalan kereta.
Di Indonesia, ada beberapa hal yang perkembangannya lebih lambat dibandingkan di luar negeri. Jika kita tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, kita bisa ketinggalan kereta.
Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman dan dunia ini memerlukan kemampuan berempati dan memahami antar budaya. Mengapa antar budaya? Saat ini, jarak ratusan kilometer antar negara seakan tak terlihat.
Bukan hal yang aneh jika kita melihat orang asing di Indonesia atau seseorang yang bisa bekerja di 3 negara berbeda dalam seminggu. Untuk itu, pemahaman antar budaya sangat penting untuk membantu kita beradaptasi.
Bagaimana cara mendapatkannya? Salah satu cara untuk mendapatkan empati dan pemahaman antar budaya adalah dengan memiliki pengalaman antar budaya, seperti tinggal, belajar atau bekerja di tempat dengan budaya berbeda.
Saat ini banyak sekali program yang memungkinkan kita mendapatkan pengalaman di luar negeri. Salah satunya melalui Go Global Indonesia yang memberikan program magang alias magang di perusahaan ternama di dunia dalam berbagai bidang.
Untuk cara mendaftar, lihat GoGlobalIndonesia.com.
Apa keuntungan mengikuti program magang melalui Go Global Indonesia? Apa bedanya dengan program tersebut magang oleh institusi lain?
Go Global Indonesia adalah salah satu divisi dari Intercultural Development Foundation yang telah menjalankan American Field Service (AFS) selama beberapa dekade, sebuah program pertukaran pelajar yang diikuti oleh ratusan negara di dunia. Saat ini terdapat lebih dari 500.000 alumni AFS dan banyak dari mereka yang sangat keren!
Sebut saja sineas kenamaan Indonesia, Joko Anwar; sosiolog Imam Prasojo; atau bahkan Anies Baswedan, pendiri Indonesia Mengajar dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Melihat daftar alumni AFS yang berkualitas, kita tidak perlu mempertanyakan kualitas program-program yang diberikan oleh Go Global Indonesia bukan?
Go Global Indonesia akan membuat program pembinaan Dan bimbingan untuk para alumni, jadi kami tidak hanya difasilitasi sebelum dan saat program berlangsung, kami tetap didukung oleh mereka setelahnya.
Selain itu, keuntungan pasti lainnya adalah adanya kesempatan pengembangan karir karena program yang dilaksanakan memungkinkan kita terlibat penuh dalam proses kerja dan juga antar budaya.
Memiliki pemahaman terhadap budaya lain dapat membuat pola pikir seseorang menjadi lebih fleksibel, memiliki sudut pandang yang lebih luas, dan tentunya menghargai perbedaan (karena pernah merasakan hidup di tengah perbedaan budaya, bahasa, dan sebagainya).
Hal ini tentunya sangat penting untuk pengembangan diri yang tentunya memperkaya pengalaman hidup. Pengalaman adalah guru terbaik, bukan?
Dari penjelasan singkat di atas, serta segudang cerita orang-orang yang sukses meski tidak kuliah di kampus ternama yang dipelajari di sekitar kita, apakah Anda semakin yakin bahwa kesuksesan tidak dinilai dari tempat Anda belajar?
Jalani saja dengan sungguh-sungguh, perkaya diri dengan berbagai pengalaman, kesuksesan pasti ada di depan mata. – Rappler.com
