Jokowi menerima kunjungan Emir Qatar dan menitipkan 30 ribu WNI
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jokowi juga menawarkan agar Emir Qatar bersedia berinvestasi di Indonesia
JAKARTA, Indonesia – Pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani diterima Presiden Joko “Jokowi” Widodo saat melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Bogor pada Rabu pagi, 18 Oktober. Kunjungan Tamim menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan 41 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Qatar.
Berbeda dengan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, Tamim tidak membawa delegasi dalam jumlah besar ke Jakarta. Ia mendatangkan 9 menteri dan 43 pengusaha dari Qatar.
Kunjungan Tamim ke Indonesia dimanfaatkan Jokowi untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, salah satunya dengan menarik pengusaha Qatar agar mau berinvestasi di Indonesia.
“Indonesia akan terus mengajak Qatar untuk berinvestasi. “Kami mengajak Qatar untuk berinvestasi pada beberapa proyek yang sedang berjalan, yaitu proyek Nitrus Power di PT Paiton Energy senilai US$1,3 miliar dan PT Pembangkit Jawa Bali untuk membangun PLTGU Sumbagut senilai US$1 miliar,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di acara tersebut. Istana Bogor pada Rabu pagi, 18 Oktober.
Mantan Gubernur DKI itu juga menitipkan 30 ribu WNI yang berada di Qatar. Jumlah tersebut belum termasuk WNI yang tidak terdaftar dan bekerja di sektor informal.
Kita juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dan menjaga persatuan umat untuk bersama-sama menghadapi tantangan yang ada, kata Jokowi.
Bantulah Rohingya
Sementara itu, Tamim menyadari kunjungannya ke Indonesia cukup penting di tengah negara yang dipimpinnya dikucilkan oleh beberapa negara di Timur Tengah. Pemutusan hubungan diplomatik ini diprakarsai oleh Arab Saudi yang menuding Qatar sebagai negara yang membiayai kelompok teroris.
Krisis diplomatik kini memasuki bulan keempat. Presiden Jokowi menawarkan bantuan kepada Qatar terkait masalah krisis diplomatik.
Tamim tak menampik blokade terhadap Qatar sempat muncul dan dibicarakan oleh kedua pemimpin.
“Kami juga membahas blokade yang melanda Qatar dan dampak kemanusiaan terhadap negara Qatar pada khususnya dan negara-negara Teluk pada umumnya. Kabarnya kami sampaikan bahwa kami sangat siap dan bersedia melakukan pembicaraan untuk mencari solusi atas hal tersebut, kata Tamim.
Ia mengatakan Qatar terbuka membuka ruang perundingan dan pembicaraan bersama dengan semua pihak. Qatar, kata Tamim, akan menghormati kedaulatan semua negara.
Persoalan lain yang juga dibicarakan kedua pemimpin adalah terkait eksodus warga Rohingya ke Bangladesh. Lebih dari 500 ribu orang Rohingya mengungsi ke negara tetangga. Tamim mengaku negaranya siap memberikan bantuan kemanusiaan.
“Kami juga meminta pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik,” ujarnya.
Sementara terkait tawaran berbagai kerja sama, Tamim meminta agar dibentuk tim untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Rabu ini. Qatar telah mengindikasikan ketertarikannya pada proyek infrastruktur dan pariwisata.
Pada akhir pertemuan, perwakilan kedua pemerintah menandatangani lima nota kesepahaman, yaitu pembentukan Komisi Bersama, kerja sama di bidang pemuda dan olahraga, pelayanan transportasi udara, kesehatan, dan bidang pendidikan. Tamim juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan pengusaha di KADIN. – Rappler.com